Catatan tentang bagaimana mendidik anak perempuan
Bunda belajar lagi yuk..
Resume Kulwap IIP Jakarta 02
📆 Rabu, 29 April 2015
🌀 By: Septi Peni Wulandani
MENDIDIK ANAK PEREMPUAN MENUJU AQIL BALIGH
"Siapa yang mendidik satu laki-laki berarti telah mendidik satu manusia, sedangkan siapa yang mendidik satu perempuan berarti sedang mendidik satu generasi.” (Bung Hatta)
Kalimat di atas berarti sangat dalam, betapa pentingnya mendidik anak perempuan dengan baik dan benar. Apabila anak-anak perempuan kita tumbuh dengan karakter yang tangguh, maka akan hadir generasi-generasi yang unggul.
Dididklah anak-anakmu pada jamannya. Artinya disini, kita sebagai ibu harus senantiasa belajar untuk bisa mendidik anak-anak kita, khususnya anak perempuan sesuai jamannya.Ijinkan saya share bagaimana pengalaman saya mendidik 2 anak perempuan saya yang hanya berjarak 15 bulan:
Usia 0-2 th Saatnya saya sebagai ibu membangun "ikatan sakral" dengan anak-anak perempuan, saat itu Enes hanya sempat mendapatkan ASI sampai 9 bulan, karena saya sudah mengandung Ara. Yang saya lakukan adalah dengan tetap mencurahkan perhatian penuh ke Enes, meski sudah tidak minum ASI. Setelah Ara lahir, maka tugas saya bagi, setelah menyusui Ara, maka bermain full dengan Enes.
Usia 2-7 th Di fase ini, anak-anak mungkin bisa salah memahami perkataan kita, tapi mereka tidak pernah salah mengcopy. Maka Anak-anak perempuan sedang dalam fase mengamati segala tingkah laku Ibunya, kemudian menirunya. Berikanlah TELADAN yang benar. Aktivitas menjalankan rutinitas Ibu dengan anak usia ini menjadi sangat seru penuh tantangan. Ketika mencuci baju,anak-anak dilibatkan dengan diberi baju-baju dalaman yang kecil. Ketika proses memasak, maka aktivitas di dapur menjadi aktivitas fun cooking. Ketika harus merawat adiknya (misal memandikan bayi) maka melibatkan sang kakak dalam proses persiapannya dll.
Untuk mengembangkan Fitrah keimanannya, saya sebagai ibu dengan 2 anak perempuan balita, mulai mengajaknya mengenal ciptaan Allah sebanyak-banyaknya melalui proses bermain bersama alam. Banyak aktivitas jalan-jalan. Menguatkan Akhlak dan Adab. Serta melatihnya pola komunikasi dengan mengenalkan bahasa Ibu dengan benar.
Pengembangan Fitrah belajar : memicu munculnya intellectual curiosity dan creative imagination anakPengembangan fitrah bakat : mulai mengajak anak bermain role play segala peran yang dijalankan manusia di muka bumi ini sesuai misi hidupnya. Misal bermain "seandainya aku pemilik toko", "Seandainya aku menjadi.....".
Disaat tour de talent, saya lebih banyak mengajak anak-anak untuk silaturahim ke para perempuan sukses yang berhasil di keluarganya terlebih dahulu sebagai indikator penanaman nilai, baru sukses di bidang lain.
Pengembangan Fitrah perkembangan fisik : anak mulai mengenal anggota tubuhnya secara benar. dan bisa merawatnya sendiri.
Usia 7-14 th Anak-anak perempuan kami sangat dekat dengan ayahnya, karena fase ini anak-anak perempuan mulai ingin didengarkan oleh lawan jenis. Maka anak-anak perempuan kami mulai aktif beraktivitas bersama ayahnya.
Fitrah keimanan : anak-anak mulai mengenal sosok imam keluarga yang benar menurut agama dari dialog bersama ayahnya. dan dengan ibu, anak -anak mulai belajar tentang fiqh perempuan. Kami mulai banyak menerapkan sistem mentoring di tahap usia ini.
Fitrah Belajar : Anak-anak mulai mengaktifkan struktur berpikirnya, dengan mengasah logika, art of discovery and invention, high order thinking, skeptical thinking dll.
Fitrah bakat : Anak-anak mulai membangun mimpinya, memperbanyak gagasan dan aktivitas yang "gue banget"
Fitrah perkembangan fisik : mulai memahami anatomi tubuh, mengenal menstruasi, seksualitas, perubahan hormon dll.
Salam Ibu Profesional,
/Septi Peni/
🌀Tanya Jawab:
1⃣ Assalamualikum bunda Septi bagaimana cara mmberikan penjelasan yg mudah di mengerti anak ttg aqil baligh? -nur-
1⃣ Wa'alaykumsalam wr.wb bunda Nur, aqil itu adalah pola pikir anak yang sudah matang sehingga mempengaruhi pola kehidupannya. Sedangkan baligh berarti matang secara fisik, terjadi perubahan hormon dan perubahan bentuk fisik tubuh anak. Disaat inilah anak-anak sudah menjadi individu sendiri.✅
2⃣Bagaimana jika anak akil baligh ini, berbeda keyakinan profesi dengan orang tua nya. Misal, sang anak yakin bisa menjadi pesepak bola, orang tua tidak yakin. Karena pernah dimasukan ke club sepak bola, tapi tidak ada bakat dan terlihat hanya main2 saja, latihan tdk serius. Kondisi keuangan juga tdk memungkinakan utk d support lebih jauh, sang anak minta d sekolahkan ke akademi sepak bola.
-mba aya-
2⃣ Mbak Maya, apakah ini anak perempuan? karena kita sedang berbicara mengenai anak perempuan. Kalau yg dimaksud anak perempuan, maka sebaiknya kita tidak memisahkan aktivitas anak berdasarkan gender terlebih dahulu. Kalau anak suka sepak bola, maka kenalkanlah klub-klub sepak bola perempuan. kalau ternyata dia tidak ada bakat, hanya minat saja, maka arahkan ke management persepakbolaan. karena kita tidak tahu belajarnya anak di sepakbola ini sebagai perantara ilmu lain yang akan Allah berikan dalam menjalankan misi hidupnya. Hal ini berlaku juga apabila pertanyaan mb Aya ternyata untuk anak laki-laki.✅
3⃣ Nanak gadisku cenderung menjadi "aku" ketika dia sdg mengemukakan pendapat, bagaimana menjembatani antara ke akuanny dg kita sbgi ortu
3⃣ Bunda, usia berapakah putri bunda? kalau masih di range antara 2-7 th, ini hal wajar, sering-seringlah dilatih komunikasi yang produktif, dan bunda belajar tentang bagaimana "menjadi pendengar" yang baik. karena di tahapan selanjutnya "7-14 th" anak akan mempraktekkan pola orangtuanya mendengarkan, sehingga sudah bukan AKU lagi yang keluar dari dirinya, melainkan KITA✅
4⃣ Ibu, bgm jika anak sdh punya mindset sendiri saat dia memasuki masa akil balighnya, krn ortu yg telat mempersiapkannya.
4⃣ Pertama istighfar, kemudian cobalah menjadi teman si anak Aqil Baligh. Pahami dunianya, turunkan level kita. Karena di usia aqil baligh anak sudah tidak mau diwejangi, didikte, dipandu dll. Mereka sudah individu bebas yang ingin menentukan langkah hidupnya sendiri. Anak Aqil baligh akan lebih cepat mendengar temannya daripada orangtuanya. Untuk itu jangan jadi orangtua, tapi jadilah "sohib" bagi anak aqil baligh.✅
5⃣ Assalamu'alaikum bun, senang rasanya pny tempat berbagi, Alhamdulillah anak2 sy dr smp sdh nyantren yg lokasinya gk trlalu jauh dr rmh, agar km mdh mengontrol mreka, skrg 2 remaji sy lvl sma ,mgkn prtnyaab sy hmpir mirip dg no 2 ya, gini bun, rencana sy anak no 2 yg wnt sy sarankan nti klo kuliah ambil.jur bisnis ,agar bs neruskan.usaha sy, krn anak 1 gk mau, gmn cr penyampaian yg tepat? trm ksh sharingnya
5⃣ Wa'alaykumsalam, Bunda mulailah dengan "Start from the finish line" sampaikan apa manfaatnya dunia bisnis bagi anak perempuan. Contoh yang saya ungkapkan ke anak-anak saat mereka tour de talent. "Belajarlah buat usaha sendiri nak, karena perempuan yang ikut orang lain itu, semakin tinggi jabatannya, semakin banyak uangnya, semakin habis waktunya untuk anak dan keluarga. tetapi perempuan yang memiliki usaha sendiri itu, semakin tinggi jabatannya, semakin banyak pendapatannya, semakin banyak pula waktunya untuk anak dan keluarga. Apapun jurusan kuliah yang akan anak-anak ambil, arahnya selalu kesana.✅
6⃣ Bunda, sebagai bagian dari persiapan menuju aqil baligh. bagaimana caranya agar anak mau ikut membantu pekerjaan orang tua? Misalnya beberes atau usaha orang tua.
6⃣ Bunda, aktivitas ini dimulai sejak usia 2 th ke atas. Anak-anak mulai dilatih kemandirian untuk dirinya sendiri. Misal makan sendiri, memakai baju sendiri, mandi sendiri. Setelah itu masuk ke mengelola kamarnya sendiri dan menambah satu hal pekerjaan non pribadinya yang berkaitan dengan hajat hidup satu keluarga. Misal membersihkan kamar mandi, belanja bulanan, dll. Setelah menjalankan tahapan ini dan lolos, baru naikkan level dengan menjalankan usaha orangtuanya.✅
7⃣ Jk anak (prempuan) pgn kuliah di ln, bekal apa yg mreka persiapkan?
7⃣ Yang pertama bekal IMAN dan KEHORMATAN, ini kami prioritaskan saat mentoring menjelang anak-anak usia 14 th. Karena usia 15 th mereka sudah meninggalkan kami ke LN. Setelah itu ilmu tentang bunda cekatan yang berisi management diri, management waktu, management kebosanan dari rutinitas, management keuangan dll. Kemandirian tentu saja faktor utama yang harus dilatihkan sejak dini, bisa memasak untuk dirinya sendiri, naik publik transpot, menjadi decision maker untuk dirinyasendiri dll.✅
8⃣ bunda sebenarnya usia berapa anak2 itu bisa kita lepas secara financial
8⃣ Secara syar'i kalau anak laki-laki saat Aqil Baligh, kalau anak perempuan saat mereka menikah. Tapi apabila anak-anak perempuan saat aqil baligh menyatakan dirinya tidak mau disuplai kebutuhannya oleh orangtua, maka kita harus turuti. tetap alokasikan dana yang seharusnya kita berikan ke anak perempuan aqil baligh kita, dan jadikan sebagai sarana mereka belajar investasi. Sedangkan untuk anak laki-laki saya selalu bilang, Kalau ada anak laki-laki aqil baligh dan ibu masih mensuplai kebutuhan dirinya, berarti ibu sedang memberi sedekah ke fakir miskin. Orang yang sudah aqil baligh tapi belum memiliki pekerjaan dan tidak bisa mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Ternyata efeknya luar biasa, Elan selalu bilang,"maaf ya bu, aku malu jadi fakir miskin". Ini sebenarnya hanya pemicu saja, tapi mujarab hehe.✅
9⃣ Maaf, sy msh agak rancu ya bun dg kal "apa pun jur kuliah yg nti diambil ,arahnya slalu kesana (bisnis)"...bknkah ntinya tdk fokus urus usaha sy bun?
9⃣ Bunda saya sarankan jangan wariskan usaha kita ke anak-anak, latihlah manajemen untuk menjalankan usaha ini. Karena kita tidak tahu apakah passion anak di dunia yang sama atau tidak dengan kita. Kecuali memang muncul inisiatif dari anak-anak, dan melihat potensi usaha kita menjadi sarana untuk mengejar mimpinya.Hal ini tanpakita minta anak-anak pasti akan mengajukan diri. Itu yang kami lakukan dengan berbagai usaha yang kami rintis sekarang. Anak-anak sudah menyatakan diri untuk tidak mau menerima warisan usaha. Maka saya latih manajemen untuk memegang beberapa usaha saya. Dan anak-anak hanya menjadi pemegang saham saja.✅
🔟 Bunda, kita sdh persiapkan anak kita dengan baik, menurut kita, tapi interaksi dia dan lingkungannya yg lebih intens drpd dengan kita membuatnya spt tdk terarah, sampai kapankah ortu melakukan pengawasan melekat pd anak perempuannya..
🔟 Bunda itu artinya ada yang belum selesai di urusan Iman, Akhlak, Adab dan Bicara.Ortu hanya akan mengawasi anak dengan melekat sampai usia Aqil baligh, setelah itu harus lepas. makanya jangan dibalik. Biasanya ortu sangat longgar saat usia anak 0-14 th, tapi sangat ketat di usia 14 th ke atas. Kalau yang kami lakukan di keluarga, anak-anak sangat ketat kami awasi di saat masa pembentukan awal yaitu 0-14 th, setelah itu dirinya sendiri yang mengawasi perilakunya. ✅
🌀 Kesimpulan:
"Kuasai benar pre aqil balighnya, insya Allah Aqil baligh itu berjalan dengan mulus."
©IIP Jakarta 02












