Untukmu, yang kunamai dengan huruf Kanji yang berarti Cinta
Apa kau tahu apa yang ada di dadaku setelah malam itu?
Ini mungkin tak seperti apa yang kau bayangkan
Nelangsa, mungkin kata itulah yang dapat menggambarkannya
Ibarat Qaish yang terpisah dengan Layla
Lamunan demi lamunan selalu menemani setiap saat
Malamku selalu saja tentang kenangan indah dahulu
Aku selalu bertanya-tanya apa memang seperti ini jalannya
Qodarullah memang tidak ada yang dapat menerkanya
Semoga saja sesuai dengan harapan kita dulu
Yaitu tentang sebuah rumah yang nyaman
Untuk itu, aku tak pernah berhenti bermunajat
Ribuan doa telah kupanjatkan kepada-Nya
Aamiin dalam doaku pun sudah tak terhitung jumlahnya
Harapku hanya satu, kembalimu.
Bulukumba, 11 September











