Ternyata cerita kita telah benar-benar usai.
Memeluk kesakitan dengan keikhlasan. Bukan hal mudah, tapi itu adalah bagian dari proses pendewasaan dalam menerima semua takdir yang digariskanNya🥀
Tak ada yang indah dari sebuah kehilangan. Sakit berdarah, tapi tak boleh dirasakan. Memang semenyesakkan itu. Kita dituntut harus selalu tetap tegar dalam menjalani apapun jalannya. Kemudia lalui saja, nikmati perasaan itu.
Karena kita tahu semua orang ada masanya. Berarti tinggal menunggu waktu yang menentukan kapan berakhirnya. Jadi jangan risau dengan sebuah kehilangan. Karena hakikatnya tak ada yang benar-benar menjadi milik kita secara menyeluruh. Bahkan kesadaran kita saja terkadang menghianati diri kita sendiri bukan?
Entah cintaku yang terlalu dalam atau kamu yang terlalu lihai hingga membuatku jatuh sejatuh-jatuhnya padamu, sakit ini masih terasa kala mengingatmu.
Tapi dengan semua cerita yang terjadi di antara kita, membuatku paham bahwa hal-hal yang pernah menjadi bagian dari do'aku satu per-satu dikabulkan termasuk kamu.
Pernah menjadi bagian dari hidupmu menurutku sudah cukup baik daripada tidak sama sekali. Setidaknya kamu tahu, bahwa di dunia ini, diantara bermilyaran manusia yang menghuni semesta, ada aku yang pernah begitu mencintaimu.
Cerita yang singkat memang. Tapi menurutku cukup untuk memenuhi segala ekspektasi yang telah terajut lama dalam benakku. Cukup ketika kamu memenuhi hatiku dengan cintamu yang utuh dan penuh. Pernah merasakan dicintai begitu hebatnya oleh kamu, aku merasa sangat bahagia.
Tapi kamu tau. Ternyata aku tidak setegar itu. Terkadang ketika kenangan kita terlintas di kepala aku masih bisa merasakan sakit yang begitu hebat. Masih bisa mengingat seberapa kuat aku menahan gemetar atas sesak yang menggerogoti hati kala itu. Masih bisa merasakan sedih yang benar-benar bisa membuatku kehilangan semua harapan.
Tapi tenang saja. Ketika aku memilih menyerahkan semua harapan pada yang kuasa. Aku juga sudah berjanji pada diriku. Sakit ini adalah bagian dari cerita hidup yang perlu kupeluk dengan ikhlas. Aku tidak pernah menyesali apapun, terutama jika itu menyangkut kamu.
Terimakasih telah menorehkan kenangan indah yang mungkin akan kusimpan entah sampai kapan. Setidaknya kamu memiliki ruang tersendiri dalam pikiranku.
Menjadi milikku atau tidak, sedari awal menurutku bukan hakku yang menentukan. Jadi jika akhirnya berpisahpun, aku sudah siap menanggung konsekuensinya.
Beberapa hal memang hanya bisa dijadikan pembelajaran dalam proses pendewasaan.
Aku tidak pernah takut mengungkapkan pada dunia betapa pernah aku mengagumimu dalam diam kemudian akhirnya mencintaimu ugal-ugalan. Akan tetapi memang sebaiknya kenangan ini segera dipinggirkan agar tak menjadi boomerang untuk hidupku di masa mendatang.
Terimakasih sudah membuatku menyadari bahwa ujung dari cinta adalah penerimaan dan keikhlasan.
Cinta sebelum akad dilantunkan memang sebuah ujian. Aku memilih menyerah dalam perasaan sebelum benar-benar gila dibuatnya. Aku memilih menerima kenyataan, bahwa akan ada cinta yang lebih indah ketika aku menerima semua hal dengan lapang.
"Cerita kita telah usai. Tapi kehidupan kita berlanjut. Terus menorehkan semua warna pada kanvas² yang masih kosong. Beri keindahan agar semua kesakitan bisa dipeluk dengan penuh kedamaian".









