S.E.kian dan terima kasih
Setelah seratus empat puluh hari menjalani proses, akhirnya saya sampai di tanggal 30 Juli 2012. Sidang akhir >> tapi istilah yang terus terbayang di kepala, judgement day.
Dua hari sebelumnya, saya bikin catatan kecil di hape:
Sabtu siang, masih nggak ngerasain apa-apa. Clueless. Sabtu sore, nervous berkepanjangan. Spent 4 hours re-watching The Vampire Diaries just to get rid of the cold feet. Well, it was useless. What if the one-hundred-something-day-of-waiting goes to waste? My problem is tension. I wish I've got power to control things, not vice versa.
Katanya sih, sidang akhir memang berpotensi besar bikin orang-orang jadi labil. In my case, saya bersyukur punya pelampiasan yang untungnya nggak berkeberatan dijadikan pelampiasan: Cookie. Hehehe.
Persuasi dia berhasil. Hari H, sebelum berangkat, I kept telling myself "It's too late for cold feet. Rise and shine, shall we?" Akhirnya, saya berangkat jam 07:00. Sampai di lokasi jam 07:35 dan menjumpai teman-teman berjas hitam berwajah (sama-sama) gugup di tempat parkir. Kronologis hari H:
Pembukaan (yang telat satu jam)
Duduk manis menunggu sambil baca ulang draft skripsi, lalu merasa nggak kepengen duduk, lalu mondar-mandir (menghasilkan bunyi 'tok, tok, tok' yang menggema karena pakai sepatu berhak 9 cm), lalu tanya-jawab Akuntansi Keuangan buat persiapan sidang komprehensif... begitu terus berulang-ulang.
Dipanggil masuk ke ruangan. Langsung meminta tolong pegawai PPA buat menyiapkan infocus karena saya akan presentasi pakai Power Point di laptop. Bukan plastik mika seperti ketigabelas peserta sidang lainnya. *agak sedih, karena tren presentasi sidang akhir di kampus lain bahkan udah pakai Adobe Flash Player, lho :(*
Salah satu penguji undur diri karena mau pergi ke Jakarta.
Sidang komprehensif: (1) Disuruh cerita perbedaan obligasi vs ekuitas, (2) Disuruh bikin contoh soal ekuitas yang angkanya ditampilkan di laporan keuangan parsial.
Keluar ruangan dengan wajah sumringah karena... it's over. Langsung pengen loncat-loncat. Mendapati Tebo, Casio, Yudha, Yuri, Jaka, dll di luar. Disodori pertanyaan, "Kata soang (sunda = angsa) itu asalnya darimana cing?" Jawabannya, "Itu kata serapan dari bahasa inggris, swan." Masih ada lagi. Menurut si Tebo, sempak=swimpack, dan keler (kue) itu dari bahasa belanda. Kok nggak kepikiran, ya? *logat OvJ*
Masa-masa menunggu. Rumpi sana-sini, mendengar curhatan Rizma yang lagi jadi guru les Advanced Accounting anak Unpar (wow, disana ada Advanced Accounting II), mewakili tim IPS dalam debat bagusan-IPA-atau-IPS sama anak kandang (jadi berasa anak SMA baru lulus kemarin), nonton Running Man 103 yang dibawain Tika, mondar-mandir lagi, ditanya-tanyai dan diberi ucapan selamat oleh Akunpad 2008 yang mampir ke PPA (makasih yaa :'D).
Yudisium. Menunggu Sekretaris Prodi S1 Akuntansi memanggil nama saya. Kalimat yang ditunggu pun tiba, "Shinta Yanirma, lulus dengan yudisium cum laude." Saling bersorak, berpelukan, bersalaman. Aihhh, begini ya rasanya. :")
Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah. Percaya nggak percaya, semua doa saya dikabulkan. Pertama, waktu awal Juli saya sempat putus asa karena tak kunjung disuruh sidang. Doa saya, "Ya Allah, semoga jangan sampai lewat bulan Juli ini." Dikabulkan. Kedua, saya berdoa dapat giliran sidang di awal. Dikabulkan. Saya dapat giliran pertama di sidang kolokium (tanggal 4 Juni) dan giliran kedua di sidang akhir. Ketiga, semoga durasi sidang nggak lebih dari satu jam. Dikabulkan. Keempat, semoga saat yudisium dapat nilai A, sehingga lulus cumlaude. Dikabulkan juga.
I guess no matter what we believe about God, He will make it come true. (Jadi, lebih baik berprasangka baik, kan?)
Selamat teman seperjuangan Tika Oktaviana atas kelulusan sidang kolokiumnya. Semoga September jadi S.E., ya. Selamat juga buat keberhasilan sesama rekan sidang: Amos, Irvan, Icha, Maraya, Soping, Danang, Polar. :D
(Tebo, Nongpoy, Casio, saya, Yudha)
Hujan sehari menghapus panas setahun. SMS di satu sore menghapus kenangan selama empat bulan lebih (seperti ini, ini, ini, ini, dan ini). Hehehe. Terima kasih buat semuanya, Pak M.
Terima kasih juga buat semua orang -yang terlalu panjang untuk disebut satu-persatu- yang udah menyumbang ilmu dalam proses menyelesaikan skripsi, mendoakan, ngasih support, dan ngasih selamat. Semoga semua urusan kalian juga dilancarkan oleh-Nya.