Ali Imron, Kerasnya Minta Ampun Ubah Image Terminal Kertonegoro
New Post has been published on https://ngawipost.com/2017/07/ali-imron-kerasnya-minta-ampun-ubah-image-terminal-kertonegoro/
Ali Imron, Kerasnya Minta Ampun Ubah Image Terminal Kertonegoro
NgawiPost.com || Sebut saja Ali Imron Hariyadi Koordinator Terminal Tipe A Kertonegoro Ngawi, Jawa Timur, boleh jadi di cap manusia keras kepala dalam mengelola manajemen terminal. Pria dengan perawakan jangkung ini gaya bicaranya keras dan ceplas ceplos cenderung blak-blakan. Tetapi tunggu dulu, semuanya itu dilakukan demi kenyamanan terminal khususnya dalam pelayanan terhadap warga masyarakat.
Kerasnya pola manajemen terminal yang dibesut Imron berbuah manis salah satu buktinya menerima penghargaan tentang pelayanan penyelenggaraan angkutan Lebaran 2017 Kategori II dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi beberapa waktu lalu.
Imron menyebut, sejak dirinya dipercaya Bupati Ngawi Budi Sulistyono pada 2013 untuk menahkodai terminal dengan luas lebih dari 5 hektar tersebut hingga kini terus melakukan pembenahan disemua sektor pelayanan. Langkah pasti yang ia lakukan tidak lain bertujuan memaksimalkan peran terminal secara maksimal. Maklum saja, suatu hari pernah disindir Bupati Ngawi jika kondisi terminal bak gedokan jaran.
Sejak awal banyak gangguanya padahal itu yang saya lakukan demi kepentingan terminal ini sendiri demikian juga masyarakat. Tetapi apapun hambatanya tetap saya hadapi terpenting sesuai dengan aturanya, terang Ali Imron Hariyadi, Senin (24/07).
Puncak hambatan kata Imron ketika dirinya melakukan penindakan terhadap armada bus yang enggan transit di terminal sekitar dua tahun lalu. Kenangnya saat itu, pernah diancam bakal di praperadilkan di PTUN oleh pengusaha bus. Tetapi dengan bekal aturan yang jelas sebagaimana dalam amanah UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan akhirnya persoalan itu mencair.
Dan seperti sekarang ini pasca berlakunya UU Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pemerintah Daerah berimbas pada pola kerja yang harus diemban oleh Imron demikian juga statusnya menjadi pegawai. Dari segi pelayanan harus benar-benar nyaman bagi penumpang maupun para awak bus.
Sekarang ini semua pelayanan di terminal serba gratis tidak ada pungutan seperti di peron kayak dulu itu. Demikian juga pelayanan harus senyaman mungkin dari sisi ketertiban dan keamanan. Jadi jangan khawatir terminal sini sudah all time 24 jam dalam melayani masyarakat, tutup Imron. (pr)