Hari ini, Sabtu, 2 November 2013. Merupakan hari berakhirnya kepengurusan PMR3 angkatan '25, dan kemudian dilanjutkan oleh kepengurusan angkatan '26.
Terlalu banyak hal yang didapatkan dari ekskul/organisasi ini. Atau yang bisa disebut, PMR3 adalah ekskul yg paling banyak memberi nilai-nilai yang sangat penting bila dibandingkan dengan 4 organisasi lain yang aku ikuti.
Aku senang bisa menjadi bagian dalam ekskul ini. Di mulai dari awal aku masuk SMA Negeri 3 Bandung, aku memutuskan untuk masuk PMR. Dan itu semua tidak sia-sia. Aku mengikuti serangkaian kaderisasi di PMR dan di tempat lain. Mengolah daya berpikir itu tidak mudah, jadi aku harus belajar banyak dari sekian kaderisasi yang aku ikuti.
Aku ikut Pendidikan dan Pelatihan Anggota Baru.
Sangat menyenangkan, aku pertama kalinya melakukan pertolongan pertama di atas batuan yang terjal. Pengalaman yang unik dan berbeda untukku, walaupun dibalut dengan sisi negatif pelaksanaan kegiatan tersebut.
Singkat cerita, aku dan 14 orang lainnya berkumpul di koridor. Saat itu adalah saat pertama dan sekaligus terakhir kalinya kami, PMR angkatan '25, full team. Kami berikrar akan mengemban amanah dalam kepengurusan kami dengan sebaik-baiknya, dengan sungguh-sungguh, dan sebagainya. Dengan hati yang masih mudah bergejolak, kami resmi menjadi Pengurus PMR3 Angkatan 25.
Banyak hal yang terjadi di awal kepengurusan kami. Kami berusaha untuk menetapi janji yg kami buat sebelumnya dengan rutin melaksanakan latihan, untuk membentuk '26 yang lebih baik dari kami. Upaya-upaya kami lakukan agar mereka terkesan, bertahan, dan dapat menerima materi dengan baik. Dan pada hasilnya, kami tetap kurang maksimal.
Hari berganti hari, masalah-masalah pun berdatangan disaat kami tidak mampu menyelesaikannya secara keseluruhan. Kami bingung. Orang-orang semakin menjauh, bayangan mereka semakin kecil hingga kami sulit melihat mereka, sulit memanggil mereka, dan bahkan sulit untuk mengajak mereka kembali dan mengerjakan tugas bersama. Segala upaya yang kami lakukan nampaknya sia-sia, tidak ada hasil yang terlihat. Mungkin saat itulah, sebagian dari kami telah menyerah untuk memanggil, melihat, dan mengajak mereka kembali.
Kami semakin merasa bahwa kami harus menangani semuanya dengan cara multi-tasking, tidak peduli siapa yang seharusnya memegang kendali, tidak memandang kedudukan anggota lain. Dan dengan cara itu, kami tetap bertahan.
Kami melaksanakan program-program kerja yang kami susun semaksimal yang kami bisa. Walaupun mungkin orang yang tidak melihat bagaimana kami bekerja menganggap semua itu hanya hal yang tidak perlu dan tidak kreatif. Menurutku pribadi, kami akan menangani kuantitas dengan meningkatkan kualitas. Segala upaya kami lakukan untuk dapat survive hingga akhir kepengurusan.
Dan, tibalah kami semua pada hari ini. Hari dimana segala upaya yang kami lakukan, telah mencapai titik puncak dimana kami tidak dapat berkontribusi secara langsung untuk kelangusungan PMR3 kedepannya. Hari dimana kami melepaskan Tanggung Jawab kepada pengurus selanjutnya.
Tidak terbayang olehku, berdiri di hadapan 10 orang hebat, yang akan meneruskan amanah yang telah aku emban satu tahun kebelakang. Aku tidak mempersiapkan apa pun, bahkan aku tidak tahu apa yang akan aku katakan setelahnya, kepada mereka.
Kata-kata yang terucap, belum cukup untuk memberikan apa yang aku harapkan dari mereka. Setiap kali aku mengatakan apa yang ada dalam pikiranku untuk mereka, saat itu pula aku terkenang saat-saat yang kami semua, 25, jalani satu tahun yang silam. Aku menundukkan kepala, karena aku masih ingin mengingat semua hal itu. Tapi waktunya telah selesai, kalianlah yang sekarang menjadi pengemban amanah yang baru. Kalian telah resmi menjadi pengurus PMR3, dan berkontribusi langsung untuk kelangsungan PMR3.
Kalian adalah orang-orang yang bertahan, tapi itu saja belum cukup, tanpa tekad yang kuat dan bulat kenapa kalian berada dalam suatu organisasi.
Pesan terakhir di tumblr ini teruntuk 26 (Roro Anem):
Wistara Dewana Anagata
"Kita tidak hanya dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari suatu keadaan yang berjalan dengan baik, tapi melalui masalah, kita dapat belajar dan mengambil hikmah lebih banyak. Jadi jangan takut apabila kalian berbuat kesalahan dalam kepengurusan kalian, karena kalian masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan kalian dan belajar darinya."
Percayalah bahwa yang kalian lakukan tidak akan sia-sia. Akan selalu ada malaikat yang mencatat amal baik dan buruk kalian, sebesar apa pun itu.
Semangat menjalani kepengurusan PMR3'26, semoga kalian dapat membuat PMR3 berkembang lebih dari angkatan-angkatan sebelumnya!
PMR3! LEADS THE WAY!