Satu tahun yang lalu, tepat hari minggu. Ga ada angin Pasti ada angin dan waktu itu terang benderang sedang tidak hujan, saya memutuskan untuk mengenakan sehelai kain untuk menutupi rambut saya, dalam kata lain seluruh aurat saya. Sebutlah, saya mulai memakai jilbab (entah kenapa saya lebih suka menggunakan kata jilbab dibanding hijab, karena kita hidup di masa penggunaan kata hijab lebih berkonotasi dengan hijab syar'i ataupun hijab yang penggunanya sangat fashionable dan saya tidak berada di posisi keduanya, no offense for this word ^^). Yap, mulai hari itu saya akan selalu menggunakan baju berlengan panjang dan celana panjang atau rok panjang (sampai saat ini belum pernah pake rok panjang sih, hikss :" )
Pada hari Minggu tersebut, saya dan keluarga saya berencana pergi ke Kampung Daun Lembang, seperti biasa, tanpa ada rencana. Setelah mandi, saya pun bersiap-siap untuk memilih baju yang saya gunakan. Saya berpikir kalau Lembang itu dingin, dan saya memutuskan untuk memakai baju berlengan panjang. Entah ada pikiran apa, tangan saya dibimbing untuk mengambil salah satu kain paris berwarna pink milik Ibu saya dan satu ciput berwarna hitam milik Ibu saya juga. Tanpa pikir panjang, saya mulai mengenakan kain dan ciput tersebut di kepala saya. Setelah saya selesai berpakaian lengkap, saya keluar kamar dan mengatakan ke Ibu saya "Mah, aku pake kerudung ya". Mamah langsung kaget dan hanya bisa bilang "Ya". Jauh sebelum hari itu, entah mengapa Ibu saya kurang setuju kalau saya memakai kerudung, mungkin takut saya belum yakin, jadi lebih baik ditunda dulu. Seluruh keluarga saya yg ikut pergi pada hari itupun sedikit shock dengan perubahan yang saya lakukan. Namun Alhamdulillah mereka mendukung. Termasuk mas pacar dulu (sekarang udah putus, hikss :" ) yang saya kabari lewat BBM, sangat mendukung dan juga cukup kaget karena ga menyangka bahwa si pacar gendut nan blarakan ini memutuskan untuk memakai jilbab. hahaha. Dengan segala keraguan orang-orang terdekat saya, saya tetap berniat untuk memakai Jilbab ini. Bismillah..
Banyak temen-temen saya yang kaget, ga nyangka seorang Hutami bisa memutuskan untuk berkerudung, dan banyak juga yang menanyakan alasannya.
Kenapa ga nyangka? Simple, karena saya orang yang super blarakan. Hahaha. Yap, super cuek, super preman, jauh dari sosok wanita yang bertutur kata halus, dan yang terpenting adalah, banyak orang yg mengenali diri saya dari rambut saya. Jika saya berkerudung, pasti banyak orang yg jd ga ngeh kalau yang dilihat itu saya. Dan itu beneran kejadian doongg, hiiikksss :'(
Namun, dibalik itu semua, saya tetap lah berkelamin wanita (walaupun banyak yang meragukan sih). Sebagai seorang muslim yang selalu belajar untuk taat, saya diwajibkan untuk berjilbab. Kenapa ga dari dulu berjilbabnya? Yap, itu juga saya sesali sekarang. So, buat temen-temen yang masih muda, yuk dimulai. Saya juga bukan orang yang suci-suci amat sih, tp ga salah kan kalo saya sharing dan ajak temen-temen untuk berjilbab? :)
Banyak orang-orang terdekat saya yang belum tahu alasan terkuat saya untuk memutuskan memakai jilbab ini.
Simple, saya pernah baca suatu Hadits atau Ayat saya lupa. Intinya gini, "Sebelum menikah, dosa-dosa anak perempuan akan ditanggung oleh Ayahnya. Dan setelah menikah akan ditanggung oleh Suaminya". CMIIW GUYS!!
Nah, waktu itu saya pulang kerja, saya melihat Ayah saya sedang khusyu' berdoa di Sholatnya. Saya jadi ga tega untuk menambah dosa-dosanya beliau jika saya tidak menutup aurat saya. Selain itu, saya juga ga mau sampai nanti suami saya, yang notabene sebelumnya tidak mengenal saya, harus menanggung dosa tersebut juga, maka saya memutuskan untuk berjilbab. Sambil terus berdoa agar Allah SWT senantiasa menyayangi dan melindungi Ayah dan Ibu saya serta berdoa untuk didekatkan dengan jodoh yang baik karena "Pria yang baik akan diberikan Wanita yang baik, begitupula Wanita yang baik, akan diberikan Pria yang baik". Well said.. Dan ga mungkin kan, kalo kita sebagai wanita tidak berubah menjadi lebih baik akan mendapatkan pria yang baik??
So, this is one of my biggest changes that I did in my life. Scariest thing in life is Changes (Source : The Internship). It's not easy, but it's worth to try and struggling for. Allah akan memberikan yang lebih banyak lagi jika kita berani berubah untuk berada di jalan-Nya. That's Allah promise :).
Alhamdulillah masih berjilbab dan masih akan terus berusaha untuk lebih baik lagi.