A : Hujan kejam ya, menampar habis ingatan hingga wangi kenangannya menyeruak ke udara.
B : Barangkali kamu rindu, tapi kamu menolaknya.
A : Siapa yang bisa dirindukan saat ini. Rasanya setiap aku bahagia tak lama gugur jadi petaka. Mencintai diam-diam tapi tak juga bermuara. Ah, akhirnya juga pasti terluka.
B : Ya, itu ujian. Nggak akan lama ada kejutan yang nggak kamu duga. Yang penting terus berpasangka baik pada-Nya. Ngomong-ngomong, mengapa orang menyukai hujan tapi mereka tak ingin basah? Aku sering mendengar mereka mengeluh.
A : Ya, sama halnya dengan jatuh cinta tapi tak siap patah hati.
B : Hmmm. Oh, iya tiap kali kita terjebak hujan, lalu berteduh di sini kenapa kamu selalu hanyut meratapi hujan di luar jendela. Kamu galau apa gimana?
A : Hujan itu anugerah dan membawa berkah. Aku banyak berburuk sangka dengan menyakinkan diri bahwa apa-apa yang kuinginkan adalah suatu kemustahilan. Sampai seseorang pernah mengatakan, bahwa setiap kali hujan turun banyaklah berdoa, niscaya apapun yang kita minta akan mustajab terkabul. Sekalipun hal remeh. Makanya, aku sering melakukan itu.
B : Pantas saja kamu kadang memejamkan mata. Jadi kamu berdoa? Boleh aku tahu apa doamu?
A : Doa yang sederhana. Semoga kamu menjadi jawaban atas doa-doaku selama ini.