Jangan bosen dikangenin, ya!
Semenjak sudah (merasa) lebih menerima bahwa tidak semua hal yang kita harapkan setelah melakukan sesuatu pada seseorang akan terjadi atau bahkan suatu hal tersebut kembali lagi ke kita, aku jadi lebih nyaman mengungkapkan sesuatu ke orang lain. Aku kangen, atau aku habis inget kamu, atau aku pengen chat kamu, aku mau denger suara kamu, atau you say it.
Iya, dulu aku anaknya pamrih-an. Sangat. Berpegang teguh pada quote "berlakulah seperti kau ingin diperlakukan" yang berarti juga bahwa aku mengharap aku ingin diperlakukan seperti aku memperlakukan orang lain yang di mana hasil dari pengharapan itu adalah aku kecewa~. Ku ingin marah, melampiaskan... baiklah. Seperti itu. Dan memang aku kaya berharap banget gitu lhoh, berasa jadi makhluk tanpa dosa, makhluk yang baikhati dan sedikit rupawan. Hmmm padahal kan aslinya ya aku masih perempuan biasa. Yang mungkin ga sadar kalau sebenarnya jangan-jangan apa yang aku lakukan ke orang, sebenarnya orang itu ngga suka perlakuan aku ke dia--yang aku kira baik-baik saja,-- jadi mungkin dia memperlakukan aku semacam orang salah.
The power of geer is really mengecewakan. So, i decided to not pamrih anymore. Aku berusaha. Ya berlaku baik yang sewajarnya. Berperasaan yang sewajarnya juga. Dan aku lebih memilih jujur mengungkapkan apa yang aku rasa, hanya mengungkapkan. Lelah hamba mengharap balasan, toh ngga ada yang balas juga yakan -,-
Yup lingkaran pertemanan-bahkan keluargaku berakhir semacam bertepuk sebelah tangan layaknya cinta pertamaku. Oho. Just say, aku yg paling inget kapan mereka ulang tahun, aku yang suka riweh sendiri kalau mereka susah ngumpul, aku yang suka random bilang kangen, atau telfon cuma gegara pengen denger suara mereka, haha tuh kan geer lagi. Dasar manusia.
Memang sepertinya ditakdirkan di lingkungan yang terlihat tidak "membalas" apa yang aku lakukan. Semenjak aku pamrih sampai akhirnya aku lelah pamrih. Didukung juga oleh bacaan-bacaanku tentang pandangan-pandangan seseorang, membantuku buat ngga ngejudge seseorang--meskipun ya kadang teteup ngga sengaja ngejudge. Bahkan pernah ngeceplos, "kalian ngga ada yang ingat aku to? Mbok ya sekali-kali gantian bilang kangen kek atau apaaa gitu." Kemudian diresponnya cuma "Apa, sih, Fi. Jangan alay deh." Nah lhoh tambah sakit hati ngga tuh, buat manusia baperan kaya aku?
Akhirnya, kebal juga. Kalau lagi random chat "kangen, deh" ke salah satu manusia, trus tiba-tiba dibales dengan "hai, Fi. Ehe" bahagianyaaaaaa~~ dan ya memang biasanya jarang yang bilang kangen balik juga sih. Itu juga dibalesnya bisa kadang beberapa hari kemudian dan, banyak yang cuma diread doang haha. Tetap sih ya namanya manusia ada berharap-berharapnya gitu. Tapi ekspektasi 'menuntut dibalas' menurun hingga ke titik nol koma. So kehidupan tetap ayem-ayem aja. Capek nungguin dikangenin balik tuh. Udah kangen aja capek, masih ketambahan nungguin dikangenin. Hzzzz
Intinya adalah, coba aja random text in random situation. Tiba-tiba kepikiran, doa baik-baik--ini disimpan aja, text them, tell them. Eh bukan. Jangan mengharap sesuatu ke makhluk. Jangan banget. Apalagi kaya cuma sekedar nunggu ucapan 'kangen' duluan. Tapi ucapan kangennya yang tulus lho ya, jangan menebar benih kangen ke semua foto yang ada di feed ig dikomenin "iiih kangen, ayuk ketemu". Khilaf-khilaf ntar akun olshop juga dikomenin kangen -_- okay mulai bercabang lagi ini postingan, maafkeun.
Udah lama ngga nulis panjang kali lebar kali tinggi gini. Melegakan pikiran. Dan memang sedang random text dengan salah seorang teman yang bisa dibilang aku menyebutnya teman dekat, dia menyebutku teman biasa. Aku tidak terbebani dengan dia tidak menganggapku teman dekat balik. Semoga dia tidak terbebani dengan anggapan teman dekat dariku, ya. Meskipun aku tau beban itu hal yang mustahil buat dia ehe.
Yang suka tiba-tiba ada dalam list chat kalian,
Jangan bosen dikangenin, ya!












