Berprasangka Baik
Kemarin malam adalah jadwal rutinan pembinaan kelas dakwah yang diisi oleh Ustadz Afri , salah satu materi pembinaan yang disampaikan adalah masing-masing peserta diminta untuk menghafalkan hadits Arbain Nawawi karya Imam An-Nawawi - Menghafalkan Lafadz arab dan Artinya - , setelah masing-masing peserta setor hafalan lalu mulailah dikaji maksud dari hadits yang telah dihafalkan ( dan sungguh kita tidak bisa menafsirkan hadits dan ayat sesuai pemahaman kita sendiri tanpa bimbingan dari guru , yang ada jadi sesat ~ ) . Tibalah kemarin malam sampai di hafalan hadits ke - 4 yang berbunyi
عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
[رواه البخاري ومسلم]
“ Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.”
Sebelum membahas kajian ini ada salah satu yang bertanya di grup Tafaqquh Fiddin ( grup berisi tanya jawab seputar agama ) mengenai hadits ini dan penanya tersebut menganggap bahwa sia-sia beramal baik jika pada akhirnya kitab mendahuluinya untuk masuk neraka ( tuh kan ketika asal tafsir sendiri jadinya salah kaprah )
Lalu Ustadz menjelaskan makna dibalik hadits ke 4 Arbain Nawawi ini , namun sebelumnya beliau menyampaikan apa yang terkandung di dalam hadits ke 4 tersebut :
1. Mengenai Proses Pembentukan Manusia dan apa-apa yang telah ditetapkan untuknya setelah ruh ditiupkan yakni ( rezeki , ajal , amal , kecelakaan dan kebahagiaan nya )
2. Ahli Surga yang gemar beramal baik namun kitab mendahuluinya bahwa orang tersebut masuk neraka sehingga pada akhirnya dia menjadi ahli neraka
3. Ahli neraka yang gemar bermaksiat namun kitab mendahuluinya bahwa orang tersebut masuk surga sehingga pada akhirnya dia menjadi ahli surga
Poin yang menjadi pembahasan pembinaan kemarin malam adalah mengenai kandungan yang ke 2 dan ke 3, bahwasannya ketika lebih dalam menggali dan mengkaji maksud dari hadits diatas, penjelasannya adalah sebagai berikut
Pertama
Hendaknya kita senantiasa husnudzon dengan Allah atas apapun ketetapan-Nya , hendaknya kita senantiasa husnudzon pada siapapun dan memandang orang lain lebih baik dari kita dan merasa kita lebih buruk dari orang lain agar kita senantiasa terus beramal baik dan memperbaiki diri . Kita tidak pernah tau amal yang selama ini kita banggakan justru menjerumuskan kita ke dalam siksa neraka - Naudzubillah -karena kita beramalnya disertai dengan riya’ , Pun kita tidak pernah tahu yang ahli maksiat ternyata memiliki satu atau dua amal kebaikan yang bikin Allah ridho padanya sehingga Allah memasukkannya ke dalam Surga.
Kedua
Penjelasan ulama mengenai hadits diatas adalah Ahli Surga yang pada akhirnya masuk neraka karena kitab mendahuluinya adalah karena semasa hidupnya beramal baik tetapi hatinya penuh kesombongan , penuh bangga diri atas amal-amalnya sehingga memandang rendah orang lain sedangkan Allah tidak menyukai orang yang sombong ,sehingga amalnya tidak mengundang ridhonya Allah , Sedangkan ahli neraka yang akhirnya masuk surga karena kitab telah mendahuluinya adalah karena semasa hidupnya ketika dia bermaksiat dia selalu merasa berdoa , dia terus bertaubat menangisi kemaksiatannya dan selalu memandang orang lain lebik baik dari dirinya sehingga dia berusaha untuk berbuat baik .
Dari penjelasan diatas kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran agar kita tidak pernah merasa ke-ger-er-an bahwa kita akan masuk surga dengan amal-amal baik kita , agar kita tidak merasa lebih baik dari orang lain sehingga memacu diri kita untuk terus berbuat dan beramal baik sesuai yang telah Allah perintahkan, apakah kelak kita masuk surga atau neraka itu sudah wilayah Rahmat dan Ridhonya Allah, yang bisa kita lakukan adalah beramal sebaik dan sebanyak mungkin untuk mengundang Rahmat dan Ridho-Nya.
“Ingatlah ketika kamu memandangku bahwa aku baik sejatinya yang baik adalah dirimu karena hatimu dipenuhi dengan prasangka baik”
wallahu’alam











