Zaman Flashdisk seluas teLapak tangan : Mengapa disebut, . Pulang Ke Rahmatullah ? . Bukan, . Mudik Ke Rahmatullah . . . :( . #arsipLama #ramadhan10 https://www.instagram.com/p/B_to4fglbMh/?igshid=wfk1sh8ahxe3
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Canada
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Belgium
seen from Senegal

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from Vietnam

seen from United States
Zaman Flashdisk seluas teLapak tangan : Mengapa disebut, . Pulang Ke Rahmatullah ? . Bukan, . Mudik Ke Rahmatullah . . . :( . #arsipLama #ramadhan10 https://www.instagram.com/p/B_to4fglbMh/?igshid=wfk1sh8ahxe3
Tony Cintaku
Tony cintaku, Tak perlu kau hidupkan lagi diriku dalam imajimu Tak perlu kau simpan rapi senyumku dalam ingatanmu Gadis berkepang dua itu sudah terlanjur tercebur Biarkan ia berenang bersama mimpinya yang baru Dahulu yang kutau dunia hanya sebatas pohon oak dan sungai jernih Tapi kini duniaku adalah lautan perhiasan dan jernihnya sampanye Maafkan diriku yang berbahagia bersama duda yang tidak kucinta Kamu cintaku, Tony Tetapi aku pun mencintai diriku sendiri dan hidupku yang baru
09/02/2016 00:47
Myrdal Cintaku
Myrdal cintaku, Kembalilah ke desa tempatmu seharusnya Tak ada yang beres di kota itu Tak pernah ada Kau pun tau
Perhiasan dan sampanye bukan favoritmu Sejak dulu bukan? Duda kaya itu Dan anaknya yang cerewet Tak pernah kau cintai bukan?
Larilah, Myrdal! Sungai disini begitu deras karena lelehan gletser es Pohon oak kesukaanmu sudah besar sekali Kau akan menyukai tinggal disini
Kumohon, Pulanglah Myrdal! Aku yang tak henti memikirkanmu Dan mimpi kita Harus berapa malam yang kubakar Agar kau mau memaafkanku
Pulanglah Myrdal! Aku sudah memiliki pekerjaan sekarang Kau tidak akan sengsara seperti dulu
09/02/16 00:26
Keheningan turun begitu derasnya Membasuh matamu, sepasang lautan gulita itu Jemari yang mengitari bibir cangkir Semerbak biji kopi dan saxophone menenggelamkan ruangan Menyisakan kita yang terombang-ambing dalam kekakuan 02/11/16 19:29
Di Parkiran
Dimana sejuk pagi dapat menyingkir Dari terik menyengat Kota Surabaya Dimana degup hati dapat sembunyi Dari senyum pukul tujuh Milikmu 12/03/16 10:19
Khayalan Benang Kabel
Kita akan pergi ke Santorini Di perjalanan, kau boleh tidur sepuasnya Atau bercerita tentang keseharian nenekmu Terserah kamu Kita akan makan unagi atau foie gras Boleh juga kau yang memasak Telur mata sapi tidak apa Asal ada kuahnya Lalu kita akan nonton film di bioskop dengan harga termurah Ditemani tikus Atau boleh juga yang mahal berselimut Asal pundak kita bertemu Apapun 09/03/16 03:13
Menyeringai Terbahak-bahak Hidup di komedi putar Apa yang membuat bahagia? Kalau tak ada yang bisa dimiliki Muram bermasam Sendu sesenggukan Apa yang membuat kehilangan? Kalau memang tak ada yang bisa dimiliki 09/02/16 00:24
Masih kucari sebersit sinar menuju hatimu Dan barangkali kau berkenan menyimpanku Dalam tumpukan penyesalan tak berlagu Kian mengungkap kata yang terucap Mengukir ironi yang menyayat Memproyeksikan kembali memori Tentang malam, kopi dan puisi Masih kau kutunggu di kedai kopi di Jalan Sulawesi 29/12/15 12:39