kabar baik.
rutinitas berkunjung ke rumah orangtua adalah salah satu momen yang aku dan suami nantikan, terutama untukku. banyak hal yang aku dapatkan ketika aku mengunjungi Bapak dan Ibu dirumah. Ibu selalu ada banyak cerita yang selalu dibagikan kepadaku, Ibu memang seperti itu, sangat ceria seperti mentari yang tidak pernah kehabisan energinya.
ada di satu momen dimana aku dan Ibu duduk di ruang tamu, kami sedang mengobrol tentang banyak hal. lalu Ibu teringat dengan sebuah kisah dari teman Ibu yang kemarin menjenguk nenek di Rumah Sakit. Ibu mendapat cerita ini langsung dari temannya sendiri.
teman ibui: "Sekarang anakku L (inisial nama anak teman Ibu) sedang hamil 6 bulan, mbak. 17 tahun penantian, akhirnya sekarang bisa hamil, mohon doanya ya mbak semoga semuanya lancar."
teman Ibu memang memanggil Ibuku dengan panggilan mbak.
Ibuku: "Masya Allaah, Alhamdulillah." Ibu menangis ketika mendengar kabar tersebut.
Teman Ibu: iya, mbak. Alhamdulillah, suatu keajaiban dia bisa punya anak. karena kesabarannya dia ya Masya Allaah. aku sebagai ibunya saja kadang masih suka menangis sendiri melihat lika liku kehidupannya yang nggak pernah mudah itu.
bayangin saja, dia 10 tahun menikah dengan S (inisial menantu laki"nya), tidak memiliki anak. selama 3 tahun terkahir pernikahannya dia diuji suaminya stroke nggak bisa bergerak sama sekali. tidak lagi bisa bekerja, jadi dia memutuskan bekerja sebagai buruh tani untuk mencukupi kebutuhannya dan merawat suaminya sampai akhirnya suaminya meninggal dunia. dia sabar sekali, tak pernah sedikitpun aku mendengar keluhannya atau tangisannya didepanku sebagai ibunya.
setelah kepergian suaminya dia menjadi janda dan memutuskan pulang kerumah untuk membesarkan adik-adiknya. ia sekolahkan adik-adiknya dengan biaya dari dia menjadi buruh tani. dia tidak mengeluh kenapa nasibnya begini, dia ikhlas menjalani takdirnya tanpa mengeluh sama Allaah.
sampai akhirnya di tahun ke tujuh dia menjadi janda, dia dikenalkan oleh majikan yang punya sawah ke sepupunya. lalu tak berselang lama mereka cocok dan akhirnya menikah. sekarang L ikut suaminya di Makassar. dia jarang bercerita tentang kehidupannya yang dulunya sangat gelap dan penuh ujian bahkan tidak pernah aku dengar cerita kehidupannya. dia selalu tersenyum setiap kali aku tanya gimana kabarnya.
kemarin dia menelponku, mengabarkan kepadaku kalau saat ini dia tengah hamil.
L: sudah 6 bulan Mak, L disini sehat dan bahagia sekali. Allaah baik banget sama L. dikaruniai mas K (suaminya sekarang) dan sekarang sedang hamil. L bahagia Mak, Mak gak usah khawatir ya. insya Allaah nanti kalau L melahirkan, emak temenin L disini ya." ucap L via telp
temen Ibu: diantara anak-anakku mba, anakku L ini paling suabar. tak marahi dia gak pernah membantah, gak pernah bikin aku nangis, gak pernah bikin aku sedih, dia pinter, nurut sama aku. nggak neko-neko anak ini, taat ibadahnya, gak pernah pacaran, gak pernah genit atau centil sama laki-laki.
dulu aku mikirnya, Ya Allaah, anakku nasibnya kok begini, dia paling sabar, paling baik tapi kenapa nasibnya paling tidak beruntung dibandingkan dengan saudaranya yang lain. dan ternyata benar. mintalah pertolongan Allaah dengan sabar dan sholat. dia sabar sekali dengan ujian yang Allaah beri, tidak pernah mengeluh, tidak pernah marah.
aku mendengar kisah tersebut dari lisan ibu langsung, dibuatnya aku takjub sekali. betapa sabar itu tidak mudah, terasa sakit dan pahit saat melaluinya. namun sungguh janji Allaah itu pasti, akan memberikan kabar yang baik bagi mereka yang sabar.
Allaah hanya meminta kita untuk bertahan, untuk bersabar, untuk menahan diri dari rasa sakit yang kitapun sendiri tidak tahu kapan akan berakhirnya. pahit memang tapi inilah keyakinan akan janji Allaah. dunia ini hanya sementara, ujian akan datang silih berganti tanpa kita bisa menyeleksi ujian seperti apa yang kita mau.
hari ini rasanya seperti Allaah ingin memberiku sebuah pengetahuan perihal kesabaran yang tiada batasnya. ibaratnya kamu hanya disuruh untuk bersabar, nis, tawakal, dan menyerahkan semuanya kepada Allaah. tanpa rasa takut, tanpa rasa khawatir, tanpa rasa ragu pada janji Allaah.
kabar baik itu akan selalu datang bagi mereka yang teruji imannya dengan kesabarannya yang luar biasa. Allaah yang menguatkan mereka sebab keyakinan mereka kepada Allaah juga tiada batas.
Allaah bersama dengan orang-orang yang sabar dan sabar itu bukan berarti berdiam diri, pasrah akan takdir. tidak, tidak demikian. sabar itu bergerak, ia bergerak dengan melakukan ketaatan kepada Allaah, ia berupaya untuk meminta pertolongan Allaah setiap waktu, setiap keadaan.
sabar bukan berarti tidak boleh lelah. dalam sabar juga terkadang merasakan lelah dan rasanya ingin menyerah, namun ia meyakini bahwa berputus asa bukanlah akhir yang harus ditempuh.
rasanya seperti Allaah sedang ingin mendidik diriku melalui kisah ini bahwasanya balasan dari sabar itu sungguh indah, sungguh luar biasa. maka berikanlah kabar gembira kepada mereka orang-orang yang bersabar. sebab Allaah bersama orang-orang yang bersabar.
ya Allaah, benarlah hadiah dari rasa sakit, hadiah dari sabar yang tiada batas bukanlah kipas angin ataupun lemari es dua pintu, melainkan hadiahnya jauuh lebih besar dari itu semua yang terkadang logika manusia tidak mampu menjangkaunya.
فَٱصْبِرْ صَبْرًا جَمِيلًا
Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (QS. Al-Ma'rij ayat 5)
وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
...Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah ayat 155)
kamu hanya perlu sedikit bertahan dari rasa sakit dengan terus mengupayakan kesabaran yang tiada batasnya. sesuatu yang kamu tangisi pada hari ini, barangkali kelak akan sangat kamu syukuri nantinya.
Ramadhan dan hikmah didalamnya || 10 Ramadhan || 21.39















