bolak balik
Tiba-tiba kemarin ketika keluar dari ruang dosen pukul 18.00 terlintas suatu hal, tentang mozaik kehidupan, tentang apa yang selama ini aku jalani. Ah, entahlah, apakah cuma perasaanku atau bagaimana, yang pasti untuk beberapa kasus, itu ada kaitannya.
Ini mengenai beberapa hal yang terkesan Allah paksakan untukku, hm, bukan Allah sih sebenarnya yang memaksa, akunya saja yang merasa dipaksa. Hehe. So, luruskan cara berpikir dulu. Untuk beberapa kasus, sudah tahu jawabannya di belakang sih, misalnya ternyata Allah memaksaku untuk ini karena nanti akan berhadapan dengan ini. Nah, untuk beberapa kasus dibawah ini yang belum nemu jawabannya. Namun aku sangat percaya, nanti bakal dikasih tahu kok sama Allah. Sekarang yang penting curhat dulu. wkwk
Pertama, tentang jurusan. Aku masih ingat, dulu ketika di SMP sampai SMA, aku sangat-sangat-sangat lemah kalau sudah pelajaran TIK, gagal paham banget, nilai juga pas-pas an, untung2an lulus. Hehe. But, you know the fact, aku sekarang berada di jurusan Sistem Informasi, yang makanan sehari-harinya dunia Teknologi Informasi. Itu rasanya kayak orang gak bisa renang terus di cemplung kan ke laut men dan dipaksa harus berenang sampai ke tepian, bagaimanapun caranya. Hm.. selamatnya, alhamdulillah, aku bisa hidup di Sistem Informasi ini, iya sih gak pinter-pinter banget, yang pasti, dapat IPK diatas 3.25 itu saja sudah cukup buatku yang backgroundnya tentang TI sangat pas-pas an ini. (di atas 3.25 itu standart dari kakak).
Sekarang galaunya itu, lulus nanti mau jadi apa? Dan yang terlintas di pikiran adalah..... you know? .... aku pengen kuliah lagi S2 . What? Kalau tak pikir-pikir, itu pikiran gila sepanjang sejarah kehidupanku. But, disisi lain, aku berfikir, yang ngasih pikiran siapa? Yang membuat otakku ada lintasan kuliah S2 siapa? semua dari Allah kan? Nah.. itu kode bagus, pikirku sekarang, kalau Allah memberi kode demikian, kan aku tinggal meng-compile-nya biar jadi kenyataan (baca:ikhtiyar).
Ingat, setiap masalah pasti ada solusinya. (y)
Kedua, Tugas Akhir. Sepanjang tugas akhir itu adalah sepanjang kegalauan dalam kehidupanku. Aku sangat paham sih, kalau kehidupan TA itu agak sedikit menggalaukan. Oleh karena itu, aku menghindari beberapa hal yang menambah kesakitan. Misalnya "ngoding". But, you know the fact ? Yah, tepat sekali apa yang kau pikirkan. Dengan segala hormat aku mengucapkan bahwa aku..... harus.... ngoding. Thats it. (prok prok prok).
Dan kedua hal besar tersebut masih tak kuketahui apa tujuannya ada dikehidupanku. Ok. Lets positive thinking saja. Terus belajar dan belajar. Minimal agar aku mampu bertahan.
Lets enjoy our live.
@bongkil, 29 Januari 2015











