I DEDICATE THIS POST SPECIAL THANKS FOR ……
A LOT OF NLF COMMITTEE yang udah rela-rela bantu kita para anak-anak polos yang tidak tau Jakarta seperti apa (kecuali anak-anak Jakarta)
Jam di dashboard sudah menunjukan pukul 20.43 ketika kami, aku, bagus, bobby dan Agatha memutuskan untuk berhenti di salah satu peristirahatan di area jalan tol Jakarta bandung. Ya, kamui memang akan menuju bandung menggunakan travel. Tepat 12 jam yang lalu, aku pun baru pertama kalinya mengunjungi Jakarta timur. Alhamdulillah sebelumnya pernah ke Jakarta selatan untuk menghadiri undangan dari GE di Southsquare dalam acara dare to lead. Dan saat ini aku ke Jakarta timur untuk mengunjungi salah satu perusahaan Indonesia dengan tingkat inovasi produk dan nilai sehat remaja yang dibawa, yaitu nutrifood.
Hujan rintik ketika aku masih di travel sararea. Terdengar celoteh bapak yang duduk disebelah driver dengan logat batak kental. Bapak itu menanyakan aku soal aku mau kemana, naik apa dll dengan nada kebapakan (ala medan tentunya). Bapak tersebut menyarankan aku untuk menaiki taksi saja dari jatiwaringin ke jatinegara.”Duh, mana hujan pula, ngeuber mahal lagi ” risauku dalam hati.
“bismillah, semoga dimudahkan dan menjadi berkah” kataku menguatkan. Memang, aku dari kecil merupakan orang yang pemalu, peragu dan sedikit takut. Namun, semenjak SMA aku dididik untuk lebih menjadi diri sendiri dan mantap dalam mencoba hal baru. Tentu dengan pemikiran yang matang karena aku adlah tipe analis (menurut strength finder dan sudah lama aku sadari aku pemikir) . mencoba hal baru diiringi dengan pemikiran cepat dan mantap memang sudah aku latih sejak remaja. Hal tersebut yang menguatkan ku ketika harus merantau sendiri ke bandung dengan keadaan ekonomi keluarga yang tidak stabil saat itu. dan aku rasa, mencoba hal baru bisa dimulai dari hal-hal kecil seperti mencoba ke Jakarta timur, mencoba kegiatan-kegiatan yang mengharuskan aku keberbagai kota, backpacker ke jogja atau Kediri sendirian. Aku percaya, dengan mencoba hal baru, aku (yang merupakan tipe pemikir) menjadi lebih luas prespektifnya. Dan hal tersebut begitu menyenangkan.
Kali pertama ke Jakarta sendirian memang begitu menegangkan. Aneh sih, mungkin untuk orang lain hal tersebut sudah biasa, namun untuk ku ini hal yang luar biasa. Mencoba hal baru memang begitu luar biasa.
Sambil turun dari travel, aku memandang jalan raya. Apa yang akan aku pelajari ya? Tanyaku dalam hati. Ya, aku memang melatih diriku untuk bisa belajar dari hal hal baru. Contohnya adalah, membaca karakteristik warga dimana aku traveling, ataupun emmpelajari bagiaman kultur budaya dan interaksi dengan lingkungannya. “semoga aku bisa melihat hal-hal baru” harapku
Malam itu aku lalui di tempat sahabat SMAku, mahasiswi STIS semester 7. Berbeda dengan kunjungan atau petualangku yang biasa, kali ini petualanganku di Jakarta timur ditemani oleh UTS take home dari mata kuliah Intelejen Pasar. UTS membuat paper 2500 kata aku babat dari jam 9 malam hingga 5 pagi. Bangun-tidur 30 menit dan hal tersebut aku lakukan berkali-kali. “aku akan berusaha! Dan besok akan ku nikmati tanpa beban” kataku