Kalau Serius Ingin Sehat, Perjuangkan
Bagiku, sehat bukanlah suatu keniscayaan, melainkan pilihan dan suatu hal yang perlu diperjuangkan. Walau saat ini kita tidak mengalami sakit apapun, tetapi siapa yang tahu kualitas kesehatan 10 tahun kedepan, 20 tahun kedepan, 30 tahun kedepan, dst? Bukankah sehat adalah konsekuensi dari akumulasi investasi perilaku kita sejak muda?
Kita semua pasti ingin, kelak kita punya anak yang sehat, menimang cucu dalam keadaan sehat, bisa menikmati masa senja dalam keadaan sehat, bisa beribadah ke tanah suci dalam fisik yang sehat, lalu apa bentuk ikhtiarnya? Apa usahanya dari sekarang? Kalau benar² serius, ayo perjuangkan.
Lupakan dulu pertanyaan 'Bagaimana caranya?', tetapi yang pertama, bertanyalah pada diri sendiri 'Mengapa aku perlu melakukan ini?' Ketika kita sudah menemukan alasan kuat dari dalam diri, langkah selanjutnya kemudian tentukan 'apa keinginanmu kedepan, apa keinginan jangka panjangmu' yang mungkin saja bukan untuk dirimu sendiri, tetapi juga generasi penerusmu. Kita perlu punya cita-cita yang tinggi akan kesehatan. Jangan berhenti pada diri kita saja. Anak cucu kita kelak perlu sehat, keluarga kita perlu sehat. Lalu langkahnya dimulai dari mana? Tentunya dari diri sendiri bukan?
Kita pasti juga ingin anak anak yang tidak hanya sekadar patuh, tetapi juga paham. Mengapa mereka dibiasakan oleh orangtuanya untuk makan- makanan yang alami, mengapa orangtuanya membiasakan mereka rutin latihan fisik, dll. Itu yang perlu kita pegang kelak. Kita butuh anak- anak yg paham, bukan hanya sekadar patuh. Aku berbicara saat ini, bisa jadi kedepan akan sedikit berbeda dari segi apa teknik yang ingin aku terapkan, tentu akan lebih banyak tantangan karena perubahan zaman. Namun, itu bukan jadi masalah. Yang penting adalah kita sadar dan kita paham.
Pada dasarnya, makanan itu netral. Anak menjadi suka jajan snack atau makanan instan di luar itu pada dasarnya adalah karena dibiasakan orangtuanya, atau karena pengaruh lingkungan sekitarnya. Kalau sejak anak itu kecil orangtua sudah memahamkan dengan cara yang baik, in syaa Allah anak juga akan terbiasa. Terkait pengaruh dari luar, agaknya bukan menjadi kendali kita lagi. Yang penting, kelak kita sudah berusaha menanamkan kesadaran pada anak dan memahamkan konsep yang benar.
Coba keluar rumah sebentar saja. Lihat langit, lihat tumbuh²an yang ada di sekitar, lihat kebun pisang misalnya. Lihat, begitu Maha Kuasanya Allah menciptakan bahan makanan yang luar biasa nilai gizinya, tanpa perlu kita olah pun udah bisa kita makan. Semakin bentuknya makin mirip dengan aslinya, semakin sehat. Aku tidak ingin anak² kita kelak sejak kecil sudah akrab dengan snack, permen, makanan cepat saji, dll. Aku ingin anak² kita kelak lebih dekat dengan alam, lebih banyak makan makanan alami. Dan lagi², anak² seperti itu butuh kita orangtua yg paham, bukan hanya sekadar patuh.












