Namanya Putri, namun seringkali dia memperkenalkan diri sebagai Puput. Duduk di jenjang kelas 8 MTs membuat dia masih di jenguk dua minggu sekali. Persoalan bukan pada rasa rindu pada orang tua. Hanya saja memang persediaan kebutuhan dan uang saku hanya diberi untuk dua minggu. Jumat lalu, saya menjenguk nya kembali dan beberapa obrolan terjadi. Biasanya dia meminjam hape saya dan membuka banyak aplikasi. Melalui DM #instagram dia berdialog dengan Fitri "Mas, kata mbak Fitri sampean uangnya banyak?" Ia bertanya kepada saya. "Banyak darimana" jawab saya singkat. Karena adik saya perempuan, saya harus menjenguknya didalam asrama putri, ia tak mau keluar asrama karena malu dengan banyaknya santri putra di depan. Memang setiap jumat, kebanyakan santri putra lebih memilih berkeliaran di warung-jalanan. "Iya, jangan bohong" jawabnya sembari meraih tas saya. Saya duga dia ingin mengecek dompet saya "Iya gitu loh, banyak" yang ia maksud adalah uang 550 ribu untuk yang ia minta tempo hari. "Uang biaya administrasi olimpiade matematika" mintanya waktu itu. "Yaudah ambil saja" jawab saya menantangnya. Dan benar, ia mengambil sembari menghitung "Udah, 500 aja, 350 buat bayar, 150 buat uang sakuku" jelasnya kepada saya seolah takut ia berbohong. "Yaudah 50 buat aku ya" tawarku sembari memasukkan 20 ribu ke saku bajuku, "ini untuk membeli bensin buat pulang" "Kalo ini buat beli duren nanti waktu pulang" "Loh aku gak dikasih dong" protesnya "iyalah, mondok gak boleh makan enak sering-sering hahahaha" canda saya kepadanya #santri #santriwati #family #bahrululum #jombang #cerita #story #preset #orange #Lamongan #covid #corona #sehat #cucitangan #pulih #writer #articlewriter (di Pondok Pesantren Bahrul 'Ulum) https://www.instagram.com/p/B9TEMEqlqEv/?igshid=s6no4zlo6m68















