Berlabuh di usia 28 tahun.
Khayalan tentang berumah tangga, dimulai ketika aku duduk di bangku kuliah. Menimbang-nimbang kriteria, memantaskan dan mengukur kematangan diri. Realitanya, Allah lebih tau mana yang lebih baik untukku. Di penghujung usia 27 tahun Allah perkenankan aku menjadi bagian dari hidup seseorang, menjadi seorang istri. Keragu-raguan akan kepantasan masih terus menggerogoti sampai aku tersadar bahwa "segalanya akan Allah mampukan bila telah menjadi kehendakNya".
Baru genap satu bulan bahtera ini melepaskan jangkar dan berlayar. Perjalanan kami masih berada di bibir pantai, dimana semua pemandangan masih terasa cantik di pelupuk mata, ombak pun masih terlalu kecil bahkan kami sering tidak menyadarinya, langit masih biru belum ada awan hitam yang mengulum, anginpun masih syahdu bertiup. Perjalanan kami masih jauh kedepan, jauh sekali. Semoga selalu Allah berikan petunjuk dan kemudahan.
Ya Allah, terima kasih untuk semua nikmat dan karunia yang Kau titipkan padaku, akan aku syukuri kenikmatan yang kau titipkan dan akan aku nikmati kesyukuran ini dengan sebaik-baiknya perwujudan rasa syukur.
Jauhkan hati kami berdua dari berbagai penyakit hati yang dapat membinasakan kami.
Jadikanlah kami anak-anak yang terus berbakti dan takzim kepada orang tua kami.
Serta bantu kami untuk saling memperbaiki dan terus bertumbuh menjadi hamba yang lebih cinta pada proses perjalanan pulang, bukan sibuk menimbun hal-hal yang hakikatnya akan hilang.
Semoga Engkau perkenankan, aamiin ✨
Ahad | 27 okt 24.
















