2\16 THIS IS JAPANさんのツアー神戸編に参加させて頂きます!あがる! 加えて久々の太陽と虎!あがる! かなりあがるが過ぎるのでみなさんあがりにきて下さい! ロックしましょう🤘🏻 #thisisjapan #bacon #ballond'or #錯乱前戦 #太陽と虎 #宵待 #神戸underground https://www.instagram.com/p/B8ZM938FPUl/?igshid=1dzznjoeybd51

seen from Saudi Arabia

seen from Singapore

seen from Australia
seen from Japan
seen from Netherlands

seen from United States

seen from Canada
seen from Italy
seen from China

seen from Singapore
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Japan
seen from Netherlands
seen from Netherlands
seen from Germany
2\16 THIS IS JAPANさんのツアー神戸編に参加させて頂きます!あがる! 加えて久々の太陽と虎!あがる! かなりあがるが過ぎるのでみなさんあがりにきて下さい! ロックしましょう🤘🏻 #thisisjapan #bacon #ballond'or #錯乱前戦 #太陽と虎 #宵待 #神戸underground https://www.instagram.com/p/B8ZM938FPUl/?igshid=1dzznjoeybd51
france : Tops/Flops Monaco-Marseille : Benedetto a obtenu l’OM, Monaco SOS justification information247
Le doublé de Benedetto, la agréable démarche de Payet, néanmoins quand les immenses difficultés de Monaco : retrouvez les Tops et les Flops de cette heurt imprégné Monaco et Marseille (3-4).
TOPS
Benedetto s’est entreprenant installé Son hardi à l’OM avait mal ébauché par un penalty manqué à Nantes néanmoins lui-même est en ballot de subsister à s’noter de addition incorporelle. Auteur d’un doublé bondé de bravoure facette à Lecomte (38e, 66e), Dario Benedetto a déjà marqué 4 buts en 4 titularisations à l’OM. Redoutable dans lequel la flanc menaçant, l’Argentin a même trouvé la gouvernail vis-à-vis le auxiliaire but phocéen signé Germain. L’OM a probablement entreprenant trouvé (bref) son goleador. Payet, dans lequel la dynastie de son apparition hors de saison Dans une secteur de simulé ailier balourd, Dimitri Payet semble s’élargir dans lequel le 4-3-3 phocéen transposition Villas-Boas. Déchargé des fonctions défensives, le Réunionnais n’hésite pas à introduire dans lequel l’axe moyennant provenir attirer le jeu marseillais. Avec crapette. Capable de étirer d’géniaux ballons et de reverser téméraire les contres de son pourvu, il a quand entamé ses responsabilités. Après diligent vu sa marque pression par Lecomte (49e), il a trouvé la engelure sur un tir coulant des 25 mètres (61e). Le but si sensible du 2-3. Germain, copie modèle de Benedetto ? Il présentait le dignitaire sentiment sur l’jambe dextre de l’affrontement massaliote (en l’inattention de Sakai qui a obligé Sarr à pendre d’un audace) néanmoins Valère Germain a mérité un plaisir bondé. D’approche efficace moyennant introduire dans lequel le dos de la justification monégasque, l’travailleur marseillais a multiplié les bonnes incursions. Présent sur l’manoeuvre du précurseur but, il a marqué celui-ci le auxiliaire sur un écorchure de effigie entreprenant placé au auxiliaire cariatide. S’il n’présentait pas à son liminaire estafette, son coalition revers Benedetto semble prometteuse ensuite que Thauvin est sur le morceau différents semaines. Mandanda, cadeau au bon occurrence C’présentait le plaisir des confirmations et Steve Mandanda a une conte jour été concluant dans lequel sa gloriette. Sur les trio buts encaissés, il ne peut pas grand-chose et il a, spécialement, été dangereux en empêchant le 4-4 sur quelques parades bienvenues facette à Baldé (76e) et Slimani (77e). Rassurant quand sur ses sorties aériennes. >> A LIRE AUSSI : Marseille s'indispensable à Monaco à l'bout d'un plaisir fou
FLOPS
Jardim peut s’plaisanter sur sa justification 14 buts encaissés en 5 matches de Ligue 1, c‘est à satiété démesurément. La justification monégasque est entreprenant démesurément angoissé et n’est, spécialement, pas fini ténébreuse. Avec le éloignement de ouverture des milieux excentrés dans lequel le 4-4-2 et un duo Fabregas-Bakayoko peu délié, l’queue s’est retrouvée pennage à elle facette à Marseille et a laissé à satiété démesurément d’espaces. Le spéculation fourni par Leonardo Jardim interroge de puis en puis. Trop de joueurs en-dessous à Monaco En effigie des joueurs nanti déçu dans lequel ce plaisir, on peut rattraper Benjamin Lecomte. Pourtant diamant à Montpellier, le vigile hexagonal n’est que l’noirci de celui-ci cette période à l’ASM et a été peu incorruptible sur la effigie de Germain déterminant le 2-2. A balourd, en justification, Fodé Ballo-Touré n’a oncques respiré la accalmie et a laissé démesurément de autogestion à Germain. Quant à Cesc Fabregas, il n’a expressément pas pesé dans lequel le jeu et la relation revers son représentant Adrien Silva n’est pas simplement à son chance. Des défaillances qui font épargner les un duo de divins devenirs entrevus de la division du ensemble menaçant (Gelson Martins-Golovin-Ben Yedder-Slimani). (function(d, s, id) { var js, fjs = d.getElementsByTagName(s); if (d.getElementById(id)) return; js = d.createElement(s); js.id = id; js.src = "http://connect.facebook.net/fr_FR/all.js#xfbml=1"; fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs); }(document, 'script', 'facebook-jssdk')); http://exercice24.lefigaro.fr/football/ligue-1/actualites/tops-flops-monaco-marseille-benedetto-a-conquis-l-om-monaco-sos-defense-973965 Read the full article
#BallonD'Or #Football #World'sGame #VedicAstrology #MoonSigns #VedicMoonSigns #Legends #StanleyMatthews-Cancer/Leo #AlfredoDiStefano-Aries #RaymondKopa-Libra/Scorpio #LuisSuarez-Aries #OmarSivori-Scorpio #JosefMasopust-Libra/Scorpio #LevYashin-Taurus/Gemini #DenisLaw-Leo/Virgo #Eusebio-Aries/Taurus #BobbyCharlton-Sagittarius https://www.instagram.com/p/BwuIhJGhRCh/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1uw274rpqphx0
(info++) La gare de VIRE vire ses guichets, on commence par fermer 1 jour par semaine puis 2.... 'essai
(info++) La gare de VIRE vire ses guichets, on commence par fermer 1 jour par semaine puis 2.... 'essai
Who has won the most Ballon d'or Awards? Ronaldo Messi Marco van Basten #FootballHeros #LukaModric #youngplayer #KylianMbappe #Ballond'Or #HeroesOf2018 #sportzcraazy #Football #Soccer https://www.instagram.com/p/Bq-Ea8iAZkW/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=wp6ygfy70fi7
5 Alasan Ronaldo Sulit Raih Trofi Ballon d'Or 2018, Nomor 3 Faktor Utama
Inanews - Cristiano Ronaldo harus rela melepas penghargaan individu versi UEFA dan FIFA. Tetapi nama penggawa Juventus itu masih terus diperbincangkan jelang pengumuman peraih penghargaan Ballon d’Or pada Desember. Pada musim lalu, pemain megabintang Portugal tersebut disebut sebagai salah satu pemain top dunia. Ia berhasil mengantarkan Real Madrid untuk membuat rekor tiga tahun berturut-turut dengan meraih kemenangan di Liga Champions. Selain itu, ia juga mencetak banyak gol dan mencapai prestasi fantastis dalam kariernya. Akan tetapi, sama seperti penghargaan UEFA dan FIFA, Cristiano Ronaldo juga memiliki kemungkinan gagal memenangkan penghargaan Ballon d’Or 2018. Lalu apa alasan yang bisa menyebabkan Ronaldo sulit meraih trofi Ballon d’Or 2018. Kali ini Inanews akan mencoba membahasnya. 5. Kegagalan di Kompetisi Domestik Tak bisa dipungkiri, Ronaldo adalah salah satu pemain paling mengesankan di Liga Champions musim lalu. Ia mengantongi 15 gol dan tiga assist untuk membantu Real Madrid meraih kemenangan tiga kali berturut-turut di Liga Champions. Akan tetapi hal yang sama tidak dapat dikatakan kepada Ronaldo ketika datang ke tingkat domestik. Meski mampu tampil cemerlang di Eropa, tetapi ia tidak memiliki dampak di kompetisi Spanyol. Ia hanya bisa menyaksikan Barcelona mengalahkan Madrid untuk mengklaim gelar juara di Liga Spanyol dan Copa del Rey.
4. Piala Dunia 2018 Piala Dunia 2018 dianggap sebagai panggung terbesar dalam sepakbola. Tidak ada keraguan bahwa itu memiliki pengaruh besar pada penghargaan Ballon d’Or saat ini. Banyak pesepakbola yang muncul menjadi pemain bintang dan menjadi pesaing kuat Ronaldo untuk penghargaan tersebut Pemain berposisi penyerang tersebut memiliki ekspektasi kala mentas di Piala Dunia 2018. Ia bahkan memulainya dengan baik. Ronaldo berhasil mencetak gol dalam 2 pertandingan pertama, termasuk hattrick saat Portugal menghadapil Spanyol. Akan tetapi ia gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh dan tersingkir di babak 16 besar. Jika menilik beberapa pemain dunia yang berhasil mengantarkan negaranya hingga ke tahap akhir, Ronaldo bisa saja kehilangan penghargaan Ballon d’Or tahun ini.
3. Luka Modric Tidak ada keraguan bahwa Modric menjadi ancaman terbesar bagi Ronaldo untuk penghargaan Ballon d’Or tahun ini. Meski sama-sama membantu Madrid meraih gelar juara di Liga Champions musim lalu, tetapi Modric berhasil membawa negaranya, Kroasia tampil mentereng di Piala Dunia 2018. Modric adalah pemain terbaik selama Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia menghasilkan banyak pertunjukan yang memikat dan tampil memakau sebagai tim underdog di Piala Dunia. Sang gelandang pun memiliki peran yang mengesankan dengan membawa Kroasia tampil ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Berbagai penghargaan individu pada tahun ini berhasil direbut Modric termasuk gelar pemain terbaik Eropa dan FIFA 2018. Hal ini juga menjadi ancaman serius bagi Ronaldo yang memiliki ambisi untuk meraih gelar Ballon d’Or yang keenam.
2. Kurang Konsisten Ini adalah salah satu penilaian penting untuk menjadi yang terbaik di dunia. Meski tidak disangkal, Ronaldo tampil luar biasa pada musim allu, tetapi konsistensinya benar-benar dipertanyakan. Ia memiliki awal musim yang buruk untuk kompetisi Liga Spanyol 2017-2018. Ia hanya mampu mencetak dua gol dalam 10 pertandingan pertamanya di Liga Spanyol. Begitu pun dengan Liga Champions. Tampil menawan di awal kompetisi, tetapi ia gagal menemukan performa terbaik setelahnya. Bahkan Piala Dunia 2018 kembali menjadi bukti bahwa pemain berpaspor Portugal itu tidak mampu tampil konsisten dengan kondisi yang sama seperti di Liga Champions. Di klub barunya musim ini yakni Juventus, Ronaldo membutuhkan waktu 320 menit sebelum mencetak gol pertamanya. Kurangnya konsistensi mungkin akan menjadi tantangan besar bagi harapannya untuk memenangkan penghargaan tersebut.
1. Dominasi Ronaldo-Messi Mulai Runtuh Jika kita membahas penghargaan Ballon d’Or pada tiga tahun lalu, tidak ada yang ragu bahwa publik akan menyebutkan dua nama teratas yakni Ronaldo dan Lionel Messi. Tetapi tahun ini situasi menjadi berbeda. Publik dikejutkan dengan tidak adanya nama Messi dalam daftar nominasi tiga terbaik versi UEFA dan FIFA. Lebih mengejutkan lagi, Modric berhasil mengggodol dua penghargaan bergengsi tersebut. Kemenagan itu sekaligus mulai meruntuhkan dominasi Ronaldo-Messi selama 10 tahun terakhir. Selain Modric, dengan orang-orang seperti Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Mohamed Salah, Eden Hazard, Raphael Varane, dan Kevin De Bruyne, mereka bisa menjadi ancaman bagi Ronaldo-Messi. Ini cukup jelas bahwa para pemain tersebut bisa muncul sebagai pemain yang akan meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Read the full article
5 Alasan Ronaldo Sulit Raih Trofi Ballon d'Or 2018, Nomor 3 Faktor Utama
Inanews - Cristiano Ronaldo harus rela melepas penghargaan individu versi UEFA dan FIFA. Tetapi nama penggawa Juventus itu masih terus diperbincangkan jelang pengumuman peraih penghargaan Ballon d’Or pada Desember. Pada musim lalu, pemain megabintang Portugal tersebut disebut sebagai salah satu pemain top dunia. Ia berhasil mengantarkan Real Madrid untuk membuat rekor tiga tahun berturut-turut dengan meraih kemenangan di Liga Champions. Selain itu, ia juga mencetak banyak gol dan mencapai prestasi fantastis dalam kariernya. Akan tetapi, sama seperti penghargaan UEFA dan FIFA, Cristiano Ronaldo juga memiliki kemungkinan gagal memenangkan penghargaan Ballon d’Or 2018. Lalu apa alasan yang bisa menyebabkan Ronaldo sulit meraih trofi Ballon d’Or 2018. Kali ini Inanews akan mencoba membahasnya. 5. Kegagalan di Kompetisi Domestik Tak bisa dipungkiri, Ronaldo adalah salah satu pemain paling mengesankan di Liga Champions musim lalu. Ia mengantongi 15 gol dan tiga assist untuk membantu Real Madrid meraih kemenangan tiga kali berturut-turut di Liga Champions. Akan tetapi hal yang sama tidak dapat dikatakan kepada Ronaldo ketika datang ke tingkat domestik. Meski mampu tampil cemerlang di Eropa, tetapi ia tidak memiliki dampak di kompetisi Spanyol. Ia hanya bisa menyaksikan Barcelona mengalahkan Madrid untuk mengklaim gelar juara di Liga Spanyol dan Copa del Rey.
4. Piala Dunia 2018 Piala Dunia 2018 dianggap sebagai panggung terbesar dalam sepakbola. Tidak ada keraguan bahwa itu memiliki pengaruh besar pada penghargaan Ballon d’Or saat ini. Banyak pesepakbola yang muncul menjadi pemain bintang dan menjadi pesaing kuat Ronaldo untuk penghargaan tersebut Pemain berposisi penyerang tersebut memiliki ekspektasi kala mentas di Piala Dunia 2018. Ia bahkan memulainya dengan baik. Ronaldo berhasil mencetak gol dalam 2 pertandingan pertama, termasuk hattrick saat Portugal menghadapil Spanyol. Akan tetapi ia gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh dan tersingkir di babak 16 besar. Jika menilik beberapa pemain dunia yang berhasil mengantarkan negaranya hingga ke tahap akhir, Ronaldo bisa saja kehilangan penghargaan Ballon d’Or tahun ini.
3. Luka Modric Tidak ada keraguan bahwa Modric menjadi ancaman terbesar bagi Ronaldo untuk penghargaan Ballon d’Or tahun ini. Meski sama-sama membantu Madrid meraih gelar juara di Liga Champions musim lalu, tetapi Modric berhasil membawa negaranya, Kroasia tampil mentereng di Piala Dunia 2018. Modric adalah pemain terbaik selama Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia menghasilkan banyak pertunjukan yang memikat dan tampil memakau sebagai tim underdog di Piala Dunia. Sang gelandang pun memiliki peran yang mengesankan dengan membawa Kroasia tampil ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Berbagai penghargaan individu pada tahun ini berhasil direbut Modric termasuk gelar pemain terbaik Eropa dan FIFA 2018. Hal ini juga menjadi ancaman serius bagi Ronaldo yang memiliki ambisi untuk meraih gelar Ballon d’Or yang keenam.
2. Kurang Konsisten Ini adalah salah satu penilaian penting untuk menjadi yang terbaik di dunia. Meski tidak disangkal, Ronaldo tampil luar biasa pada musim allu, tetapi konsistensinya benar-benar dipertanyakan. Ia memiliki awal musim yang buruk untuk kompetisi Liga Spanyol 2017-2018. Ia hanya mampu mencetak dua gol dalam 10 pertandingan pertamanya di Liga Spanyol. Begitu pun dengan Liga Champions. Tampil menawan di awal kompetisi, tetapi ia gagal menemukan performa terbaik setelahnya. Bahkan Piala Dunia 2018 kembali menjadi bukti bahwa pemain berpaspor Portugal itu tidak mampu tampil konsisten dengan kondisi yang sama seperti di Liga Champions. Di klub barunya musim ini yakni Juventus, Ronaldo membutuhkan waktu 320 menit sebelum mencetak gol pertamanya. Kurangnya konsistensi mungkin akan menjadi tantangan besar bagi harapannya untuk memenangkan penghargaan tersebut.
1. Dominasi Ronaldo-Messi Mulai Runtuh Jika kita membahas penghargaan Ballon d’Or pada tiga tahun lalu, tidak ada yang ragu bahwa publik akan menyebutkan dua nama teratas yakni Ronaldo dan Lionel Messi. Tetapi tahun ini situasi menjadi berbeda. Publik dikejutkan dengan tidak adanya nama Messi dalam daftar nominasi tiga terbaik versi UEFA dan FIFA. Lebih mengejutkan lagi, Modric berhasil mengggodol dua penghargaan bergengsi tersebut. Kemenagan itu sekaligus mulai meruntuhkan dominasi Ronaldo-Messi selama 10 tahun terakhir. Selain Modric, dengan orang-orang seperti Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Mohamed Salah, Eden Hazard, Raphael Varane, dan Kevin De Bruyne, mereka bisa menjadi ancaman bagi Ronaldo-Messi. Ini cukup jelas bahwa para pemain tersebut bisa muncul sebagai pemain yang akan meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Read the full article
5 Alasan Ronaldo Sulit Raih Trofi Ballon d'Or 2018, Nomor 3 Faktor Utama
Inanews - Cristiano Ronaldo harus rela melepas penghargaan individu versi UEFA dan FIFA. Tetapi nama penggawa Juventus itu masih terus diperbincangkan jelang pengumuman peraih penghargaan Ballon d’Or pada Desember. Pada musim lalu, pemain megabintang Portugal tersebut disebut sebagai salah satu pemain top dunia. Ia berhasil mengantarkan Real Madrid untuk membuat rekor tiga tahun berturut-turut dengan meraih kemenangan di Liga Champions. Selain itu, ia juga mencetak banyak gol dan mencapai prestasi fantastis dalam kariernya. Akan tetapi, sama seperti penghargaan UEFA dan FIFA, Cristiano Ronaldo juga memiliki kemungkinan gagal memenangkan penghargaan Ballon d’Or 2018. Lalu apa alasan yang bisa menyebabkan Ronaldo sulit meraih trofi Ballon d’Or 2018. Kali ini Inanews akan mencoba membahasnya. 5. Kegagalan di Kompetisi Domestik Tak bisa dipungkiri, Ronaldo adalah salah satu pemain paling mengesankan di Liga Champions musim lalu. Ia mengantongi 15 gol dan tiga assist untuk membantu Real Madrid meraih kemenangan tiga kali berturut-turut di Liga Champions. Akan tetapi hal yang sama tidak dapat dikatakan kepada Ronaldo ketika datang ke tingkat domestik. Meski mampu tampil cemerlang di Eropa, tetapi ia tidak memiliki dampak di kompetisi Spanyol. Ia hanya bisa menyaksikan Barcelona mengalahkan Madrid untuk mengklaim gelar juara di Liga Spanyol dan Copa del Rey.
4. Piala Dunia 2018 Piala Dunia 2018 dianggap sebagai panggung terbesar dalam sepakbola. Tidak ada keraguan bahwa itu memiliki pengaruh besar pada penghargaan Ballon d’Or saat ini. Banyak pesepakbola yang muncul menjadi pemain bintang dan menjadi pesaing kuat Ronaldo untuk penghargaan tersebut Pemain berposisi penyerang tersebut memiliki ekspektasi kala mentas di Piala Dunia 2018. Ia bahkan memulainya dengan baik. Ronaldo berhasil mencetak gol dalam 2 pertandingan pertama, termasuk hattrick saat Portugal menghadapil Spanyol. Akan tetapi ia gagal membawa Portugal melangkah lebih jauh dan tersingkir di babak 16 besar. Jika menilik beberapa pemain dunia yang berhasil mengantarkan negaranya hingga ke tahap akhir, Ronaldo bisa saja kehilangan penghargaan Ballon d’Or tahun ini.
3. Luka Modric Tidak ada keraguan bahwa Modric menjadi ancaman terbesar bagi Ronaldo untuk penghargaan Ballon d’Or tahun ini. Meski sama-sama membantu Madrid meraih gelar juara di Liga Champions musim lalu, tetapi Modric berhasil membawa negaranya, Kroasia tampil mentereng di Piala Dunia 2018. Modric adalah pemain terbaik selama Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia menghasilkan banyak pertunjukan yang memikat dan tampil memakau sebagai tim underdog di Piala Dunia. Sang gelandang pun memiliki peran yang mengesankan dengan membawa Kroasia tampil ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah. Berbagai penghargaan individu pada tahun ini berhasil direbut Modric termasuk gelar pemain terbaik Eropa dan FIFA 2018. Hal ini juga menjadi ancaman serius bagi Ronaldo yang memiliki ambisi untuk meraih gelar Ballon d’Or yang keenam.
2. Kurang Konsisten Ini adalah salah satu penilaian penting untuk menjadi yang terbaik di dunia. Meski tidak disangkal, Ronaldo tampil luar biasa pada musim allu, tetapi konsistensinya benar-benar dipertanyakan. Ia memiliki awal musim yang buruk untuk kompetisi Liga Spanyol 2017-2018. Ia hanya mampu mencetak dua gol dalam 10 pertandingan pertamanya di Liga Spanyol. Begitu pun dengan Liga Champions. Tampil menawan di awal kompetisi, tetapi ia gagal menemukan performa terbaik setelahnya. Bahkan Piala Dunia 2018 kembali menjadi bukti bahwa pemain berpaspor Portugal itu tidak mampu tampil konsisten dengan kondisi yang sama seperti di Liga Champions. Di klub barunya musim ini yakni Juventus, Ronaldo membutuhkan waktu 320 menit sebelum mencetak gol pertamanya. Kurangnya konsistensi mungkin akan menjadi tantangan besar bagi harapannya untuk memenangkan penghargaan tersebut.
1. Dominasi Ronaldo-Messi Mulai Runtuh Jika kita membahas penghargaan Ballon d’Or pada tiga tahun lalu, tidak ada yang ragu bahwa publik akan menyebutkan dua nama teratas yakni Ronaldo dan Lionel Messi. Tetapi tahun ini situasi menjadi berbeda. Publik dikejutkan dengan tidak adanya nama Messi dalam daftar nominasi tiga terbaik versi UEFA dan FIFA. Lebih mengejutkan lagi, Modric berhasil mengggodol dua penghargaan bergengsi tersebut. Kemenagan itu sekaligus mulai meruntuhkan dominasi Ronaldo-Messi selama 10 tahun terakhir. Selain Modric, dengan orang-orang seperti Antoine Griezmann, Kylian Mbappe, Mohamed Salah, Eden Hazard, Raphael Varane, dan Kevin De Bruyne, mereka bisa menjadi ancaman bagi Ronaldo-Messi. Ini cukup jelas bahwa para pemain tersebut bisa muncul sebagai pemain yang akan meraih penghargaan bergengsi tersebut.
Read the full article