NICE HOMEWORK #1 “ADAB MENUNTUT ILMU”
Menuntut ilmu adalah kewajiban setiap orang yang bisa dipelajari dimana saja, tidak mengenal batas waktu dan tempat dan bisa dari siapa saja. Luasnya ilmu Allah itu, seluas lautan. Hingga apa yang dipelajari pun bagaikan setetes air dijari tangan yang dicelupkan di samudera luas. Maka, agenda menuntut ilmu itu harus menjadi prioritas setiap waktu. Agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi pribadi yang berdaya guna, tangguh dan tidak hanya menjadi buih-buih di lautan.
Ada banyak ilmu yang bisa dipilih untuk menjadi fokus diri, ada ilmu dunia dan ilmu akhirat. Namun yang saya pahami, walaupun ilmu dunia yang menjadi fokus diri, tetap bisa bermanfaat untuk kehidupan akhirat juga. Asalkan, ketika menutut ilmu itu diniatkan hanya untuk mencari ridha Allah, lalu mengamalkannya karena Allah lagi. Kemudian senantiasa berusaha memberikan yang terbaik dan berusaha menebarkan manfaat seluas-luasnya. Semoga apapun ilmu yang dipelajari dan diniatkan untuk mencari ridha Allah semata itu, bisa mendatangkan cintanya Allah pada diri ini hingga ke akhirat nanti.
Dalam hidup ini, saya ingin mempelajari lebih dalam tentang “ilmu menulis” di universitas kehidupan ini. Sebab, menulis itu bisa mengantarkan pada ilmu-ilmu yang lainnya, baik dunia dan akhirat. Lewat kegiatan menulis, saya berharap cintanya Allah dapat bertambah dijalan tersebut. Untuk menjadi seorang penulis, ada banyak sekali dialog yang akan tercipta, dengan Allah, dengan diri sendiri, dengan orang lain, dengan alam, dan bahkan benda mati. Lalu dari dialog itu, diolah lewat hati dan logika, agar mampu menghasilkan sebuah tulisan yang bisa menjadi nadi-nadi di pembuluh darah peradaban. Sensitivitas hati ini harus dilatih setiap hari. Mata hati ini harus digerakkan terus untuk mengumpulkan hikmah-hikmah yang Allah sampaikan pada diri. Semoga tulisan-tulisan yang ada nantinya, mampu menggerakkan semesta ke arah yang lebih baik. Menjadi pemicu detak jantung peradaban para generasi yang mencintai Rabb-Nya.
Adapun stategi yang saya lakukan dalam menuntut ilmu, yaitu:
1. “Meluruskan niat setiap waktu”, menuntut ilmu hanya untuk mencari ridha Allah.
2. “All out”, mengusahakan yang terbaik dan tidak setengah-setengah dalam menuntut ilmu.
3. “Open minded”, rela belajar apa saja asalkan bisa bermanfaat untuk umat dan menggarahkan pada perubahan yang baik.
4. “Proaktif dan kritis”, rela mencari dan menemui sumber-sumber ilmu dengan semangat yang tak terbatas dan memfilter ilmu tersebut sebelum ditanamkan didalam hati.
5. “Selalu berdoa”, memohon pada Allah semoga setiap langkah digerakan menuju pada hal-hal yang baik, dan dilindungi dari ilmu yang salah, serta dilindungi dari penyakit hati yang mungkin datang ketika Allah menitipi ilmu-Nya pada diri.
Selain itu, untuk menambah keberkahan ilmu yang akan dipelajari, maka saya memilih untuk komitmen dalam menjalan adab-adab dalam menuntut ilmu itu yang diajarkan dalam matrikulasi institut ibu profesional ini. Baik adab menuntut ilmu pada diri sendiri: iklash dan mau membersihkan hati dari hal-hal yang buruk, selalu bergegas, menjadi gelas kosong yang tak bocor, menuntaskan ilmu yang dipelajari, dan bersungguh-sungguh. Adab terhadap guru: menghargai guru, mendengarkan ilmu yang disampaikan dengan baik, meminta keridhaan guru apabila ingin menyebarluaskan ilmu yang beliau sampaikan. Adab terhadap sumber ilmu: tidak sembarangan meletakkan sumber ilmu, misalnya Al-qur’an dan buku-buku, tidak plagiat, asal copy-paste, dan tidak mudah percaya dengan menerapkan sikap “sceptical thinking” dalam menerima informasi khususnya didunia online.
Semoga diri ini masih diberi waktu untuk terus menuntut ilmu, diberi kesempatan untuk menjadi pembelajar yang baik dan tak kenal lelah, dan semoga diri ini bisa menjadi pembelajar yang dipenuhi cinta dan ridha-Nya.
Bandung, 20 Mei 2017
Photo : Pinterest











