Our team thought it would be a fun idea to do something for Colin’s upcoming birthday in 2026!
A few of our team are meeting Colin at a convention next month so we don’t have a lot of time to put this together which is why the deadline is 7th December 2025 so it gives us a few days to put it all together.
All details are in the picture. Please comment if you are going to join so we can see if there are a lot of participants so we can see if the project is feasible.
EXO Byun Baekhyun Birthday Project 2017 by BaiXian Philippines is soo good! Omg I hope this will be successful and I also hope B will notice this coz this is lit 💓🔥 Thank you so much BaiXian Philippines for doing this to him. He deserves this sooo much! They will also donate the excess funds to the Philippine Cancer Society under Baekhyun's name. Great isn't it? B-stans like me go and check this project and give them full support for our one and only B. Check BaiXian Philippines' twitter, ig, fb and gmail accounts. Let's do this PH B-stans ✨💕
This birthday project for EXO Byun Baekhyun by BaiXian Philippines is soo good! Omg I hope this will be successful and I also hope B will notice this coz this is lit 💓 Thank you so much @baixianph for doing this to him. He deserves this sooo much! B-stans like me go and check this project and give them full support for our one and only B. Check BaiXian Philippines' twitter, ig, fb and gmail accounts. Let's do this PH B-stans 💙 #baekhyun #exo #may6 #bdayproject
-Present-
Sudah cukup lama kita bersama namun begitu banyak rahasia yang tak sempat ku bagi denganmu. Sampai saat ini pun kita masih saling menyapa, namun aku selalu tak kuasa untuk mengatakannya. Semua itu terlalu indah, aku takut akan kembali terhanyut dalam suasananya.
Jelas sekali aku ingat.
Aku lah yang selama ini berkhianat.
Aku membohongi perasaanku sendiri. Kerap kali kita bertemu, aku selalu bercerita bahwa kehidupanku baik-baik saja. Dengan semangat aku mengagungkan bahkan menyayangkan kekasih baruku. Suka duka, aku ceritakan semua padamu. Ku lakukan itu hingga lupa untuk mendengar kisahmu.
Maafkan keegoisanku.
Aku lakukan itu karena kau lah alasanku. Aku tidak ingin terlalu menampakkan betapa menyedihkannya hidupku setelah kepergianmu. Aku biarkan kamu mengetahui bahwa hidupku masih berjalan dengan baik. Dengan begitu, aku bisa terus bertemu denganmu tanpa dirundung sesal. Dan kau bisa menerima ajakanku untuk bertemu tanpa harus berpikir lama. Berpikir sesuatu yang sangat aku takutkan jika pada akhirnya kau mengurungkan pertemuan itu.
Maaf, aku egois.
Dan biarkanlah aku buka satu persatu rahasiaku padamu.
-Past-
Sepulang sekolah dan seperti biasa ada kamu di perjalanan pulang ku.
Saat itu rintik hujan menambah romansa. Aku sama sekali tidak khawatir akan kesehatanku. Aku hanya bahagia bisa menikmati air hujan yang sama denganmu.
Tapi kau tidak sepaham denganku. Kau tak ingin aku sakit. Segera kau kencangkan laju scooter matic mu membelah hujan.
Tidakkah kau mengerti bahwa aku ingin berlama-lama denganmu?
“Pegangan erat. Aku akan segera mengantarkanmu ke rumah”
Kau menarik tanganku untuk melingkar di pinggangmu tepat sebelum kau injak pedal gas itu.
‘Oh tidak. Ini bukan pertama dia memegang tanganku. Tapi mengapa dadaku kembali berdebar dahsyat seperti ini?’
Sesaat nafasku tertahan ketika tanganmu masih terus memegang tanganku. Bisakah aku mengatakan bahwa kau melakukannya karena kau tak mau melepasku? Bisakah kau membenarkan pernyataanku?
Bahkan pertanyaan itu tak sempat keluar dari mulutku. Aku tutup rapat-rapat dalam mulut. Biarkanlah aku memberikan jawaban egoisku atas pertanyaan itu.
‘Terima kasih hujan. Berkatmu dia tak mendengar degupan hebat ini’
-Still past-
Saat itu aku pernah marah padamu. Aku mengabaikanmu. Tapi kamu tak lelah meminta maaf dan pengertianku.
Disatu sisi aku sangat senang melihat kegigihanmu mempertahankanku. Kau datang padaku tanpa beralaskan sandal ataupun sepatu. Aku sangat khawatir padamu, namun kembali kuurungkan itu.
“Kenapa kau bertelanjang kaki seperti itu?”
“Maaf, aku tadi berlari terburu-buru. Tolong maafkan aku”
Aku hanya menghela nafas. Aku beranjak dari kursi dan kembali dengan secangkir teh.
“Minum ini, kau butuh energi dan sesuatu yang hangat”
Kau pun meminumnya dan aku melihat sedikit kerutan di dahimu. Aku bisa membacanya.
“Hehehe tehnya terlalu manis. Aku tahu kau terus memikirkanku saat membuatnya”
Ya! Benar sekali! Aku sangat khawatir padamu. Aku takut kau sakit karena malam-malam menyusulku, bertelanjang kaki dan pakaian tipis. Aku takut karena semua itu karena aku.
Kita saling bertukar penjelasan tentang masalah itu. Dan pada akhirnya kita bisa bernafas lega dengan berhasil menghindari satu kata tabu yang tak ingin diucapkan. Berpisah.
-Present-
Akhir-akhir ini memori di otakku kerap memutar kembali lembaran film lalu. Ya, semua itu sama seperti tontonan romansa di layar kaca. Seperti tidak mungkin. Dan tentu, semua tontonan itu akan menemukan akhirnya. Entah bahagia ataupun ‘belum bahagia’, begitu aku menyebutnya.
Aku menghela nafas. Mayoritas orang tua berkata bahwa boleh kita menyesali yang lalu, namun jangan biarkan penyesalan itu terus menghampiri kehidupanmu hingga hari ini. Penyesalan itu harus terhenti ketiks kau telah membuktikan bahwa hari ini kau sudah baik-baik saja.
Tapi, Bu, bolehkah aku sedikit menyesali hari ini, saat aku berdiri tanpa dia disampingku? Aku sungguh-sungguh. Walau kenyataannya hidupku hari ini sudah membaik, tapi penyesalan itu tak pernah pergi. Dan tak pernah kuusir. Itu adalah penyesalan terbaikku yang tak mungkin dilupakan.
Andaikan kau tahu sebuah rahasia.
-Past-
Kini aku sudah bersamanya. Aku membuat diriku lebih baik di depannya. Aku melakukannya agar tampak pantas berdiri di sisinya. Kaulah mimpi terbaikku.
“Kau tahu? Barusan aku mendengar percakapan tangan kita”
Dia memecah keheningan malam.
Kebetulan, malam ini kami sedang dalam pelarian. Hanya ada aku, dia dan Bapak Tua yang membantu pelarian kami. Bukannya kami jahat membiarkan Bapak Tua itu mengayuh becak kuat-kuat di malam yang cukup dingin ini. Tapi, mungkin sebenarnya kami dan Bapak Tua itu sedang melakukan kegiatan kemanusiaan. Saling membantu.
“Maksudmu?”
Tanyaku tak mengerti.
Segera dia genggam tanganku. Entah perasaan apa yang kini memenuhi dadaku yang kini berdebar dahsyat. Ini bukan yang pertama dia menyentuhku, tapi mengapa aku segugup ini? Ini bukan yang pertama dia bersamaku, tapi mengapa setiap saat aku selalu merasa gugup sekaligus takjub akan kehadirannya di hidupku? Dan orang bilang, ini cinta!
“Mereka ingin seperti ini, menghangatkan satu sama lain. Menguatkan satu sama lain”