Belajar Jatuh
Kalau sudah siap jatuh, sudah siap bertarung.
Hukum alamnya sih begitu. Belajar jatuh yang benar sama pentingnya dengan menyerang dan bertahan. Prinsip ini dipegang erat oleh pembelajar ilmu bela diri. Sebelum belajar jurus macam-macam, terlebih dahulu belajar posisi jatuh yang aman. Hal ihwal yang harus dilindungi ketika jatuh ke depan, samping kiri, kanan dan belakang. Semua detail kecil harus diingat dan dilakukan dengan benar. Salah posisi sedikit bisa fatal. Cidera, atau cacat seumur hidup.
Pelatih beladiri kami di SMP tergolong cukup keras ketika mengajarkan teknik jatuhan ini. Jangan bayangkan tempat belajar kami di dalam ruangan dengan matras empuk sebagai pelindung. Waktu itu kami dijemur di tengah lapangan dengan matahari sore yang panas. Latihannya juga di atas permukaan lapangan berlapis semen yang keras.
"Kalau belajarnya di atas matras, kalian jadi kurang waspada, mentalnya nggak kebentuk," gitu katanya.
Hari pertama belajar teknik jatuhan, sering sekali kami pulang dengan oleh-oleh biru lebam di pundak. Bekasnya bertahan sampai seminggu. Tidak masalah. Namanya juga belajar. Salah sedikit wajar. Mumpung masih muda juga. Regenerasi sel tubuh lebih cepat.
Luka kami cuma sebentar. Ilmunya bertahan.
Urgensi jatuhan terbukti pada pertandingan. Banyak orang pandai menyerang. Beberapa di antaranya memilih teknik bertahan. Lupa teknik menyerang A, bisa pakai B. Semua ada alternatifnya. Namun dalam pertandingan, kita tidak boleh jatuh dengan posisi yang salah. Saya ingat betul, kelas 1 SMA dalam sebuah kejuaraan tingkat pelajar. Salah seorang rekan seperguruan mengalami kecelakaan ketika bertanding satu lawan satu. Ia keliru menjatuhkan diri. Sendi penghubung lengan atas dan pundaknya hampir terlepas. Ia cidera parah. Dibopong tandu. Dilarikan ke rumah sakit.
***
Lebih dari satu dekade kemudian. Akhir-akhir ini jadi berfikir lagi. Kalau saya mau mencoba sesuatu, harus dibayangkan dahulu gimana jatuhnya. Akan terjerembab sedalam apa? Pada posisi yang bagaimana? Sudah siap sakit atau belum? Jika jatuh, masih bisa bangun lagi atau tidak? Kalau ndak siap jatuh, mendingan pikir lagi.












