Roda yang terus berputar tanpa henti, memacu motor dengan kecepatan standard 40-60 Km/Jam menyusuri jalanan lurus yang menghubungkan Kota Yogyakarta dan Pantai Depok, Parangtritis, Bantul, Yogyakarta. Disitulah tempat favoritku menikmati salah satu keindahan yang, entahlah… sulit sekali untuk dideskripsikan bagaimana ciptaanNya sungguh sempurna.
Menyaksikan matahari tenggelam di ufuk barat cakrawala, dimana sang surya tenggelam di garis tepat dimana batas mata memandang, cahayanya yang hilang perlahan dan meninggalkan sebuah lukisan yang berbeda disetiap harinya. Entahlah mengapa aku begitu menyukainya, bahkan terkadang bisa dikatakan itu menjadi hobi, “melihat sunset dan langit senja”
Banyak puisi juga yang mengartikan apa itu arti senja, mungkin mereka merepresentasikan suatu hal yang indah terhadap senja, dan itu benar sekali senja memang indah.
Banyak juga yang bertanya “Ngapain lihat matahari terbenam? Galau bos? Tempatnya jauh lagi….”
Memang iya banyak orang yang terlalu menyibukkan dirinya dengan hal-hal munafik dan jarang merelaksasikan dirinya dengan hal-hal simpel seperti ini.
“Memang senja itu semenarik apa sih?”
Senja adalah lukisan yang Maha kuasa, jika mendengar pertanyaan seperti itu aku akan menjawab “Senja adalah dimana matahari terbenam di sisi barat, dan jika saja kamu tahu senja adalah suatu kenikmatan yang diberikan oleh Sang Pencipta terhadap diri kita melalui perantara panca indra, penglihatan. Aku menyukai senja dan aku bahkan akan rela meluangkan waktu demi senja karena aku ingin bersyukur bahwa aku masih bisa diberi kenikmatan untuk melihat keindahan lukisanNya. Dan lagi lukisan itu akan berganti setiap harinya, dan tidak ada yang sama antara satu senja dengan senja lainnya.”
Senja tidak dapat dikejar dengan nafsu atau waktu yang terburu-buru. Ikhlas, sabar, dan tau bagaimana aku harus menjaga ego ku dalam mengejar senja. Jika tidak memperhitungkan waktu, cuaca, bahkan arah angin mungkin waktu akan terbuang sia-sia karena mendung mungkin? Telat? Atau malah sudah gelap?
Sama halnya dengan dirimu. Ciptaan Tuhan Yang Maha memiliki keindahan atas segalanya dan Maha Berkehendak. Dengan ikhlas, sabar dan menjaga ego serta tempo yang terus menerus dijaga perlahan-lahan ataupun cepat dengan timing yang pas, maka keindahanmu yang tidak pernah membuatku bosan sedikitpun akan kudapatkan, dan sebaliknya usaha yang kulakukan untuk menjaga keindahanmu pun tetap terus berjalan. Dan yang terakhir mensyukuri atas nikmatNya yang gak ada matinya bisa kudapatkan dari dirimu dan senja.