Pada setiap kejadian hidup yang Allah takdirkan, kita ini diminta untuk selalu belajar secara langsung. Kajian, podcast, buku, diskusi yang seringkali kita ikuti, dengarkan, baca, dan lakukan, seperti diminta pembuktian; apakah sebatas itu, atau menjelma menjadi laku amal yang nyata.
Kejadian-kejadian dalam hidup kita, semua sudah diatur olehNya dan tidak ada yang pernah luput dari pengawasanNya; karena Dialah Dzat yang Maha Menentukan, dan Maha Mengawasi, "tidak mengantuk dan tidak tidur".
Kejadian hidup yang baik dan buruk, semua dalam kuasaNya. Kita dikenalkan melalui IlmuNya, bahwa ia disebut sebagai Cobaan; "wa nablụkum bisy-syarri wal-khairi fitnah, Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan"
Menariknya, ayat tersebut ditutup dengan sebuah tujuan penciptaan kita, "wa ilainā turja'ụn, Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan." Ya, kita pada akhirnya memang diminta untuk kembali kepadaNya; kembali berarti mengilmui kita fana sedangkan Dialah Dzat yang Maha Kekal–kita akan benar-benar kembali padaNya, menjadikan Dia satu-satunya tempat bergantung, sehingga mengenali Dia sebagai Tuhan yang Maha Esa.












