Dan Juga Bukan Anda Sekalian!
Perjalanan saya ke Singapura beberapa waktu yang lalu membuat saya memperhatikan beberapa hal. Selain orang-orang disana, negeri jiran yang satu ini terkenal dengan pusat perbelanjaan yang beragam dan eksekutif. Jadi mata ini kalo nggak ngeliat orang, ya ngeliatnya toko. Atau taksi. Jangan lupa taksinya! Yang warna kuning!
Banyak banget yang bisa diliat. Karena ini negara multilingual, interpretasi orang sama yang namanya menarik dan menjual pun jadi bermacam-macam. Contohnya :
Meninjau dari gambar-gambar di atas, bakal ada beberapa nama yang jadi masalah kalau misalnya ada salah satu yang buka di Indonesia, gambar pertama misalnya. Padahal sebenernya malah ndukung KB juga. Mungkin kontroversi macam begitu bisa ada soalnya Indonesia ini negara yang berideologi Pancasila. Ada gelagat aneh sedikit, balik lagi ke sila yang paling atas.
Anyway inget Pancasila dan keberagaman, jadi inget sama lambang negara kita. Si burung yang megah itu menurutku adalah sebuah simbol yang indah dan sempurna. Dia menggenapi kalau surga itu ada di telapak kaki ibu, dan bener-bener ada. "Bhinneka Tunggal Ika" yang terukir di bawah telapak kaki Garuda inilah kunci dari 'surga' yang diimpikan. Masyarakat madani pasti bisa juga terwujud kalau semboyan ini terpenuhi seutuhnya. Jika dan hanya jika. Semuanya dipecah sama kenyataan yang terjadi sekarang.
Memang begitu mungkin haketatnya. Negaranya penuh keberagaman, tapi yang namanya membeda-bedakan masih banyak di sana sini (sama halnya dengan hubungan antara sumber daya alam dan sumber daya manusia). Apalah arti latar belakang kalau di hati masing-masing (meskipun banyak yang belum) sudah tertanam 'Indonesia'? Secara pahit, pandangan umum selalu saja kembali ke latar belakang. Meskipun saya berharap akan segera berakhir.
Jadi apapun yang dilakukan nenek moyang kita SEMUA, entah mereka datang dari barat, timur, datang untuk berdagang, ataupun meninggalkan bukti sejarah berupa kapak"an yang beraneka macam bentuknya, ataupun menyebarkan berbagai macam budaya, agama, dan bahasa, bukanlah saya yang menentukan jalur persebaran mereka, dan juga bukan anda sekalian!