Berulang (lagi)
Yang hanya bisa menyesali, berlalu, hingga akhir merambat cepat. Hati ingin berkata. Namun tak mampu bibir berucap. Lewat tulisan, kata kata seperti enggan untuk bersandar. Tangis, sesal, yg mewakili. Dan berulang. Akan kah terulang kembali?
Maaf Tuhan, hamba Mu ini sering khilaf. Memandang tegap pun tak sampai. Memaksa diri namun juga menahan diri. Banyak godaan menawan hati. Sering menangis, namun sering berulang. Lalu, kemarin, tangis macam apa itu?
Sadar diri, tapi tak sanggup melawan. Mengapa? Tak kokoh benteng pertahanan ini. Ah, iri dengan mereka, yang berbenteng tinggi membentang. Membangun dengan pelan namun konsisten. Sedangkan diri ini, membangun sedikit sudah merasa cukup. Oh, hati, bisakah kita bersatu, menyatu, menjadi layak?
Menunduk malu sambil berbisik “tolong”. Dalam malam yang dingin, dengan seribu bulan. Dalam sunyi, yang bersahdu merdu. Maaf~
15/07/06










