Terngiang jelas diingatan gue tentang hari itu. Hari yang menyebabkan gue kecewa, sedih, kesal dan segala rasa perasaan bercampur aduk didalam hati. Ini bukan tentang kisah patah hati, melainkan kekecewaan pada diri sendiri yang tak mampu bersaing serta memiliki kelakuan yang sangat ceroboh. Hari itu gue menjalani Test Beasiswa Tertulis Djarum(Tahap 2). Beasiswa ini sangat gue idam-idamkan semenjak gue diceritain sahabat gue tentang kakak nya yang mendapatkan juga Beasiswa Djarum(Biasanya disingkat jadi Beswan Djarum) ini. Awalnya sih ga terlalu peduli. Gue anggap sama seperti Beasiswa Lainnya, tapi setelah dipikir-pikirkan lagi. Ternyata Beasiswa ini yang sangat gue inginkan karena disana terdapat pelatihan soft skill serta bisa berkeliling Indonesia bahkan Dunia sekaligus. Gue rela ngikutin banyak organisasi sampai-sampai kerepotan untuk menghandle waktunya, itu semua demi jadi beswan djarum pada waktu itu.
STOP Rozaaq, sadarrrr. sekarang itu semua tinggal angan-angan😭😭😭
Yang Gue incar di pelatihan itu sebenar-benarrr yang paling benaaarrnya adalah relasi. Karena gue mencoba untuk mengunggulkan diri gue ke kemampuan Leadership bertipe "NETWORKING". Gue telah mempelajari sedikit Ilmu Leadership. Di dalam Ilmu Leadership ada banyak jenis nya pula, yaitu Networking salah satu diantaranya yang berfokus pada relasi.
Oke, kembali lagi ke Beswan Djarum. Gue berniat untuk menjadikan Beswan Djarum sebagai batu loncatan untuk mempelajari Ilmu Networking tadi. Ehhhh ternyata, Batu itu sangatlah licin sehingga gue pun tergelincir ato dalam artian Gue GAGAL gue gak lolos, untuk ke tahap selanjutnya. Gua memang sangat berharap pada Beasiswa ini(Beasiswa lain juga berharap sih tapi tidak sebesar harapan ini kepadamu beswan djarum). Untuk masuk ke tahap Interview(Tahap 3) pun gue gak lolos.
Ternyata, Oh Ternyataaaa gue tau penyebabnya.Test psikologi itu terdiri dari wartegg test, gambar orang, dan gambar pohon. Ketika test psikologi itu, gue sedikit panik soalnya gue gak bisa ngegambar. Jadi ketika gambar, wartegg test itu sudah selesai, gue lanjutin ke gambar orang lalu tinggal gue berikan deskripsi lagi tentang orang yang gue gambar tersebut. ehhh tiba-tiba ada pengumuman oleh instruktur di depan, disuruh ngerapiin ketiga kertas gambar tadi agar di staples oleh panitia yang datang ke meja-meja peserta. Disinilah panik gue makin naik, ketika panitia nyamperin meja gue; gue lagi buat deskripsi gambar orang yang gue gambar. gue ingat jelas bahwa gue baru bikin nama nya saja yaitu "Rafly", lalu pekerjaan dsb nya itu belum di bikin. Mbak nya sudah nunggu kan, Lalu saya berikan saja ketiga kertas tersebut agar distapleskan oleh mba panitianya. Ketika sudah di stapleskan, eehhh gue langsung ngegambar pohon. Gue lupa kalo deskripsi itu belum selesai. Kok bisa sih gue seceroboh itu, sampe lupa bikin deskripsi gambar. Padahal kan yaaa disanalah yang paling penting penilaian test psikologi nya T_T
Gue lanjutin aja ngegambar pohon kan tanpa tau kalo deskripsi orang tadi belum selesai. Selesai gue ngegambar pohon nya pun, gua lupa bikin nama pohon nya T____T
Kecerobohan ini dilakukan 2 kali sekaligus. DISINI LAH GUE SANGAT KESAL PADA DIRI GUE SENDIRI.
Gue SADAR Akan kecerobohan gue ketika gue lagi di warung makan "DARU" dan Serentak hati ini langsung down. Ternyata benar prasangka gue, gue gak lolos.
Berakhirlah cerita ini dengan SAD ENDING.
NOTE : Ketika Test tertulis, semua peserta diberikan Buku BIRU Djarum serta Penanya juga. GUA BAKAL BUKU INI UNTUK NOTE SEHARI-HARI AGAR KEKECEWAAN ITU TETAP MELEKAT. SEHINGGA MEMBUAT GUA SEMAKIN DENDAM. DENDAM NYA POSITIF YA LOHHH
Thank you sudah membaca