#RamadhanInspirasi “Speak Up!”
Pernah mendengar kalimat, “Diam itu emas?” Saya tidak sepakat. Diam itu perak, berbicara yang baik adalah emasnya.
Ini selaras dengan hadits Nabi Muhammad seperti yang disampaikan Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah bersabda, “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”
Berkata baik terlebih dahulu. Berbicaralah, tapi bicara yang baik. Kalau tidak bisa, baru diam. Berbicara yang baik lebih utama ketimbang diam.
Ditengah zaman yang penuh dengan hoax, ujaran kebencian, fitnah, saling tuduh, ketubiran tanpa henti, dan kata-kata kasar, berbicara yang baik akan menjadi penyeimbang. Saat timeline dan beranda media sosial kita dipenuhi dengan status, update-an dan opini-opini yang tidak baik, berbicara yang baik akan menjadi penawar dan opsi terbaik untuk netizen kita. Ketika obrolan dalam tongkrongan dan café kita dipenuhi ghibah, membicarakan orang lain, saling mengejek dan menertawakan, berbicara yang baik akan menjadi penyejuk dan wacana penyeimbang.
Berbicaralah, berbicara yang baik!
Saat ini bukan saatnya orang-orang baik, peduli, dan punya mimpi bungkam atau diam. Diamnya orang baik, hanya membuat orang jahat semakin berisik dan mempengaruhi wacana publik. Berbicaralah, agar kebaikan yang diikuti dan menjadi mainstream. Berbicaralah, agar yang buruk itu bungkam.
Mari, kita tolong menolong dan menguatkan satu sama lain, terus berbicara yang baik dan saling menggemakan suara baik ini. Jangan biarkan kebaikan kalah hanya karena orang-orang baiknya memilih bungkam.
Selamat berpuasa, Sahabat. Ingat, diam itu perak, berbicara yang baiklah emasnya! :)













