Sepekan ini saya sedang ada 'tugas negara', jadi lumayan sering bolak balik kampus Depok, padahal biasanya saya anteng di Salemba.
Yak karena di kampus saya nggak ada bus keliling yang muter -muter kampus, saya jadi agak gumun penasaran cobain bikun yang lalu lalang. Cuma mau tahu aja gimana rasanya. Tujuannya sih mau pulang, cuma butuh sampai stasiun; Pondok Cina, atau stasiun UI.
Saya coba muter dengan rute terjauh, bahkan sampai kebingungan kenapa bus jadi parkir, berhenti di depan asrama mahasiwa. Karena semuanya turun, yaudah deh jadi ikut turun juga dengan PD pula. Nungguin lagi deh bus yang mau berangkat. Ternyata muter - muter pakai bikun enak juga ya.😆 (maklumin aja, ini orang nggak pernah naik bus kampus).
Dan ternyata, ada fenomena menarik yang saya temui dari penumpang bikun (selain saat itu bapak sopir puterin radio tema kajian, eh kajiannya tentang pranikah pula wkwk).
Setiap penumpang yang turun, selalu bilang "makasih pak". Nggak cuma dilakukan oleh penumpang yang turun dari pintu depan, tapi dari pintu belakang juga. Padahal kan busnya gede, jadi jaraknya jauh. Dan bagi saya itu WAW. Nggak tahu deh siapa yang pertama kali ngajarin atau membiasakan, semoga itu masuk jadi amal jariahnya beliau.
Bagi saya, terima kasih adalah salah satu bentuk apresiasi yang sangat berharga. Kita menghargai orang lain. Kita menganggap ada orang lain. Kita menganggap penting orang lain. Juga, kita bersyukur karena kita sudah dibantu dengan kehadiran orang lain. Semua orang berhak untuk dihargai, termasuk kamu. Terima kasih yaaaa :D