seen from United States
seen from Singapore
seen from Hong Kong SAR China
seen from Türkiye
seen from China

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from South Korea
seen from Türkiye

seen from Switzerland

seen from United States
seen from Singapore

seen from South Africa
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Germany
"Dune", de Frank Herbert en la #LíneaE
It's happening - BARI MERCH!! There's almost no merch for my favourite blue blorbos (Bari/Bookhunter), so I'm making it myself. I'll get my samples made and try selling them if there's enough interest. :3
Smash or Pass round 3-3: Bookhunter VS Alfonso
Bookhunter
Alfonso
propaganda for Bookhunter
propaganda for Alfonso
Every time I see Valerie/Jazz on the DP tag I think "ah yes the lesbians, good for them, good for them"
Thanks for introducing this ship possibility to the phandom btw, can't wait till the fanfics start coming in
I made this edit just for you lol
If fics do start popping up please send them my way too 💖😭💖
Review Buku: Keajaiban Toko Kelontong Namiya (Kaigo Higashino)
Buku dengan jumlah 398 halaman karya Keigo Higashino ini adalah sebuah novel berisi kumpulan-kumpulan cerita dengan tokoh yang saling berkaitan di dalamnya. Novel ini bertemakan slice of life (potongan kehidupan). berikut sinopsis dari bukunya:
Gambaran cerita secara garis besar:
buku ini menceritakan 3 orang pemuda yang sedang melakukan aksi pencurian dan mencari tempat untuk persembunyian. Lalu, mereka datang ke sebuah toko kelontong yang tak berpenghuni, toko tersebut bernama Toko Kelontong Namiya. Persembunyian mereka di toko ini menjadi titik awal petualangan mereka ke masa lalu melalui surat-surat yang berada di kotak surat di toko kelontong namiya. sepanjang malam mereka mendapatkan surat dan membalas surat dari dan untuk sang pengirim yang ternyata membuat mereka merasa ada kejanggalan pada surat-surat tersebut.
sampai akhirnya mereka membuat kesimpulan bahwa mereka sedang berinteraksi dengan orang-orang di masa lalu.
Toko tersebut adalah toko kelontong milik kakek Namiya yang telah meninggal dan telah lama toko kelontong tersebut dibiarkan begitu saja. Dulu toko kelontong ini membuka jasa konsultasi. Kakek Namiya mendapatkan sura-surat mulai dari pertanyaan-pertanyaan iseng oleh para pengirim sampai dengan pertanyaan dengan masalah yang sangat serius.
menariknya terdapat ketidaksinkronan waktu antara di luar toko kelontong dan di dalam toko kelontong. Kakek Namiya dapat menerima surat dari masa depan dan 3 pemuda tadi mendapatkan surat dari masa lalu. Hingga pada 33 tahun setelah kematian kakek Namiya, konsultasi toko kelontong namiya dibuka kembali dalam waktu 1 malam hal ini dilakukan atas dasar wasiat Kakek Namiya sebelum meninggal. momen ini menjadi kesempatan bagi para pengirim surat yang dulu mendapatkan saran yang bermanfaat dan mengubah hidup mereka untuk mengirim surat kembali dan mengucapkan terima kasih kepada kakek Namiya.
Dalam novel ini terdapat kumpulan cerita dari berbagai tokoh yang semuanya diceritakan melalui proses surat menyurat antara pengirim dengan toko kelontong. ada tokoh atlet olimpiade, muisisi amatir, seorang anak direktur yang harus kabur dari orang tuanya dan mengubah identitasnya, perempuan yang hamil diluar nikah oleh laki-laki yang sudah memiliki isteri, serta seorang perempuan yang bekerja sebagai hostes dan ingin mengubah nasibnya menjadi pebisnis. Semua tokoh tersebut memiliki keterkaitan antar cerita bahkan sangat berkaitan untuk disebut kebetulan.
Yang dapat kita lihat dari buku tersebut:
buku ini mengajarkan kita untuk berempati, melalui tokoh kakek Namiya yang selalu berusaha membalas surat-surat yang datang dengan baik, berusaha menempatkan dirinya sebagai seseorang yang sedang berkonsultasi dan mengalami masalah yang sama "the ability to put ourself in other's shoes"
buku ini memperlihatkan kita bahwa bagaimanapun nasihat yang diberikan oleh orang lain pada kita atau orang lain yang paling tahu jawabannya dan pilihan apa yang perlu diambil adalah diri kita sendiri, kita kita yang paling memahami masalah yang sedang kita hadapi
Melalui buku ini kita juga melihat bahwa tidak ada cerita dan keresahan yang tidak penting. Melalui kalimat sang kakek Namiya saat menanggapi surat yang terkesan iseng, Kakek mengatakan bahwa "entah berisi hinaan atau hanya ulah iseng, semua orang yang mengirimkan surat ke Toko Kelontong Namiya pada dasarnya adalah orang-orang yang ingin menceritakan masalah mereka. Di dalam hati mereka seperti ada lubang menganga dan semua itu berharga bagi mereka mengalir keluar dari sana".
pada salah satu surat berisi pertanyaan "bagaimana caranya memperoleh nilai seratus dalam tes tanpa belajar, mencontek, atau berbuat curang? apa yang harus aku lakukan?" kemudian Kakek Namiya menjawab "minta pada gurumu untuk membuatkan soal tes tentang dirimu sendiri. Dijamin semua jawabanmu akan benar". jawaban kakek Namiya terus diingat oleh si pengirim surat yang saat itu masih berusia anak SD hingga saat ia dewasa barulah ia paham nasihat sang kakek dan bahkan dapat memengaruhi dan mengubah hidup anak tersebut di masa depan
Nah, uraian di atas adalah beberapa pelajaran yang dapat aku ambil setelah membaca buku ini, mungkin kamu akan melihat hal berbeda jika kamu membacanya
Sejauh ini rating untuk buku ini adalah 8/10 karena alurnya yang maju mundur, dan keterkaitan antar tokoh yang membuat aku banyak menemukan "aha moment" membuat proses membaca buku ini menjadi seru dan sangat aku nikmati.
Oh iya, bagian yang paling menarik untukku adalah saat 3 pemuda itu mendapatkan surat balasan dari seseorang yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakek Namiya. Isi surat itu yang akan membuat hidup mereka tak akan pernah sama lagi... Penasaran? silahkan beli dan baca bukunya ya :)
Loki, Contemplation ( continuing my revisions of older pieces, this one originally done for a thorki fic by the masterful @ bookhunter.)
https://archiveofourown.org/works/9382007
An Archive of Our Own, a project of the Organization for Transformative Works
"Balada de pájaros cantores y serpientes", de Suzanne Collins en la #LíneaD