Im getting stung by so many mosquitoes im genuinely worried im gonna get dengue aaahhh
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from Belarus
seen from Germany
seen from Colombia
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Russia
seen from United States

seen from Norway

seen from United States
Im getting stung by so many mosquitoes im genuinely worried im gonna get dengue aaahhh
Combat Dengue Fever (Breakbone Fever) effectively at Mukat Hospital, Chandigarh's premier healthcare facility. With top-notch treatment, experienced specialists, and advanced care, we ensure your swift recovery. Trust us for comprehensive Dengue Fever management and a path towards wellness.
US to develop breakbone fever vaccinum, begin clinical trials
US to develop breakbone fever vaccinum, begin clinical trials
According to the info provided by National Vector Borne management illness Programme underneath the Health Ministry, this year until July twenty eight, 15,099 {dengue|dengue fever|dandy fever|breakbone fever|infectious illness} cases are rumored in numerous states whereas twenty six folks have died because of the disease. (Reuters) The United States of America nowadays same it intends to develop…
View On WordPress
Bloody Fever
Semalam aku baru tidur pukul 3 pagi, karena ada tugas kuliah yang harus aku selesaikan. Bangun pagi mataku masih berat, badanku masih lelah, rasanya pegal-pegal. Kurasa tidak smangat kuliah hari ini, mungkin masih kelelahan karena sabtu-minggu kemarin latihan marching band di kampus atau mungkin karena hari ini hari senin.
Tapi biaya kuliahku disubsidi oleh negara. Uangnya adalah uang pajak warga negara, maka kuliah adalah amanah dari warna negara Indonesia dan orang tua. Tugas kuliahku adalah tugas dari negara.
Ya, aku harus berangkat kuliah. Hari ini ada presentasi kelompok di mata kuliah Dasar Teknologi Produksi Tanaman. Kesal sekali rasanya melihat hasil kerja teman-teman sekelompokku dalam menyusun materi presentasi, kacau balau. Memang salahku juga melepaskan dan malah latihan MB (marching band) selama 2 hari. Hasilnya, aku harus rapihkan lagi file makalah dan presentasi kelompok yang mereka buat masing-masing dan tidur jam 3 pagi. kesal, tapi mau bagaimana lagi.
Sampai di kelas, aku terlambat beberapa menit. Untung masih diperbolehkan masuk oleh Kang Dirga, asisten dosen yang rambutnya klimis, kebetulan Ibu Regina – dosenku – dari departemen ilmu tanah sedang ada urusan ke Ambon.
Di tengah-tengah jam kuliah aku merasa lemas, tulang-tulangku ngilu seperti sedang diremukan, bagian belakang mataku jadi sakit disusul perasaan tidak nyaman karena badanku jadi hangat. Pinginnya aku ke pojok ruangan terus rebahan, bodo amat. Tapi mana mungkin aku tidur-tiduran waktu ada yang lagi presentasi, kan ?
Mungkin masuk angin pikirku, mengingat kemarin aku kurang istirahat. Sebetulnya aku sempat tidur di sore hari. Suhu tubuhku rasanya makin tinggi, badanku makin lemas, memakan bekal pun lemas sekali. Rasanya haus sekali, sayang,aku meninggalan botol minum di rumah. padahal aku orangnya cukup banyak minum, apalagi kalau sedang merasa kurang nyaman.
Sepanjang hari di fikiranku cuma ada ‘pulang’ dan ‘rumah’. singkat cerita, aku pulang siang hari ini, meninggalkan jadwal mengurusi tugas pagelaran dan latihan MB. Kebetulan cuma ada 1 mata kuliah yang sudah selesai sebelum jam 12. Biar sajalah, aku tidak kuat lagi. Kali ini aku harus mendengarkan kata tubuhku, dia pingin istirahat.
Aku bersyukur masih kuat sampai ke rumah. tidak banyak bicara, aku cuma salam ke mama dan menyapa adikku yang kelihatannya baru pulang sekolah, minum air putih, lalu bergegas menuju kamar untuk istirahat. Berharap setelah ini aku kembali segar.
Jam 5 sore, aku terbangun. Tulang-tulangku masih sakit, keadaanku malah memburuk, harapanku tidak terwujud. Aku memaksakan berjalan untuk mengambil air minum sambil terbungkuk-bungkuk menahan rasa sakit.
Mama sedang nonton film india yang ceritanya bikin kesel dan gemes.
“pulang-pulang langsung tidur. Ga enak badan ?” kata mama waktu melihatku berjalan mendekat.
“panas ma” balasku sambil menempelkan tangan mama ke leherku.
“ya ampun, tidurnya di kamar teteh aja biar deket” balasnya.
Kamarku ada di lantai 2, jadi kalau mau kemana-mana harus lewat tangga, kecuali mau terjun dari balkon.
aku harap esok harinya aku sudah bisa kuliah lagi, karena hari selasa, rabu, dan kamis ada jadwal praktikum, hari sabtu-minggu ada pelantikan SPDC (aku ditunjuk jadi ketua kelompok), hari rabu ada wawancara untuk masuk perhimpunan yang sudah aku tunggu-tunggu, belum lagi aku harus ikut mempersiapkan pagelaran KSP (nanti aku ceritakan). Benar-benar waktu yang salah untuk sakit terlalu lama. Ternyata sampai hari kamis aku masih terkapar lemah di atas kasur. Ini benar-benar bukan masuk angin.
3 hari yang sangat berat, suhu tubuhku naik-turun, sampai 39 derajat celcius, malam hari ga bisa tidur, mual-mual, ke kamar mandi sampai hampir pingsan, sampai halusinasi (ini beneran), mungkin saking tinggi demamnya aku jadi merasakan hal-hal yang tidak seharusnya ada. sulit sekali melewati 3 hari ini.
Maka setelah menunggu sehat yagn tak kunjung datang sampai hari kamis, sebetulnya hari kamis aku merasa baikan dibanding 3 hari lalu. Tapi untuk jaga-jaga, aku dibawa ke rumah sakit yang letaknya di dekat pasar di kawasan Cikutra untuk melakukan cek darah. Katanya trombositku rendah. Uupss deman berdarah.
Perkiraanku nyamuknya ada di tempat tongkrongan sama teman-teman kalau lagi nugguin jadwal kuliah, karena ternyata beberapa teman satu tongkronganku pada tepar juga.
lalu supaya cepat naik lagi trombositnya, mama buatkan aku rebusan daun ubi. Sumpah, rasanya ga enak. Bau ! coba bayangin kamu minum jus daun singkong, cuma air sama daun singkong. Kira-kira seperti itulah. Oh iya, walaupun kamu minum itu pagi-pagi aromanya masih bisa kamu rasakan anyep-anyep keluar dari kerongkongan kamu nanti sorenya, Iiiihhh….
kabar baik, hari sabtu aku sudah bisa ikut kegiatan lagi walaupun maksa dan kata orang-orang mukaku pucat kaya hantu. Sebetulnya aku masih sering pusing sampai satu minggu setelah ‘berlagak sehat’. Memang harusnya aku istirahat dulu di rumah tapi aku paksakan, mau bagaimana lagi. Banyak yang harus dikerjakan, sih.
Tetap sehat ya teman-temanku. Omong-omong, Demam berdarah itu Breakbone fever ya.
-sony, yang sakit tanggal 14 maret 2016
I think I have the dengue fever, that's great.
Pray for my cousin! He got the Dengue Fever also known as the Breakbone Fever.
"With more than one-third of the world’s population living in areas at risk for transmission, dengue infection is a leading cause of illness and death in the tropics and subtropics. As many as 100 million people are infected yearly. Dengue is caused by any one of four related viruses transmitted by mosquitoes. There are not yet any vaccines to prevent infection with dengue virus (DENV) and the most effective protective measures are those that avoid mosquito bites. When infected, early recognition and prompt supportive treatment can substantially lower the risk of developing severe disease. Dengue has emerged as a worldwide problem only since the 1950s. Although dengue rarely occurs in the continental United States, it is endemic in Puerto Rico, and in many popular tourist destinations in Latin America and Southeast Asia; periodic outbreaks occur in Samoa and Guam." Source It's really deadly and I can't bare to lose him! He's too young. He's back in the Philippines and so much die from it.