untuk brassline SPDC 2019
//Tulisan ini didedikasikan untuk Brassline SPDC 2019.//
Hallo, Brass !
Tulisan ini sebetulnya sada buat karena setelah acara reuni dan ulang tahun SPDC banyak yang pulang dan ga ikut kumpul di akhir. Juga karena sebelum acara kita ga ada kumpul untuk doa bareng atau lain-lain. Kita ga nemu waktu, atau sada yang gagal bikin jadwal dan eksekusi kegiatannya. sayangnya ga bisa ngomong langsung sama semuanya. Daripada ngomong panjang banget di grup, mendingan tulis disini aja. Mungkin kapan kapan bisa dibaca lagi sambil geli sendiri dan bilang “alay banget yak dulu”..
Kalau boleh, coba bayangkan sekarang kita ada di taman bale rumawat, Langit malam ini cerah, alhamdulillah hari ini tidak turun hujan walau setetes. Ada sedikit bintang yang ngintip-ngintipin kita. Venue udah dibongkar walau belum rapih. Kain dan banner masih tergeletak, sudah dilepas ikatannya tapi belum dilipat. Kursi pengunjung sudah dilipat dan ditumpuk di depan gedung 4 nungguin diangkut sama vendornya. pedagang sudah pulang, tamu sudah bubar, alat alat band, alat marching sudah siap untuk diangkut. Lampu-lampu dekor sudah dilepas, cuma satu lampu tembak besar warna kuning yang masih nyala dan bikin semuanyakekuningan.
Sada panggil semua orang yang lagi beres beres, “semua ayo kumpul dulu sebentar” sambil tepuk tepuk tangan kaya kebiasaan sehari-hari. Terus kita duduk berkumpul di dekat pohon yang ada bangku melingkarnya. Wajah semua orang senang meskipun kelelahan. Duduk bersebelahan kita semua.
Akhirnya beres juga reuni dan ulang tahun ke-35nya SPDC. boleh bilang kalau ini adalah program puncak kita tahun ini. sekaligus sebagai program penutup di tahun 2019. Ini adalah tahun pertama aku secara resmi jadi pelatih di SPDC. sada senang bertemu kalian semua, melihat perkembangannya dari awal tahun ga bisa ngapa ngapain, jangankan main, ngankat alat pun berat. Bisa jadi malam ini adalah kesempatan terakhir aku ngelatih kalian. Jadi, kalau boleh aku pingin menutupnya dengan baik.
Kalau bisa mengulang waktu kita balik lagi di backstage, saat semua lagi kumpul sebelum main. Sebetulnya, daripada bilang “tenang aja, penampilan kecil, bukan lomba kok” aku pingin bilang “Kalian sudah berkembang sangat cepat dan jauh selama satu tahun ini. Terimakasih untuk semua usahanya, waktu, dan dedikasi yang kalian berikan. Ini adalah penampilan penutup tahun ini. Bisa jadi tahun depan aku ga lagi jadi pelatih di SPDC. kalaupun masih, orang di kiri dan kanan kita sudah berbeda, ada yang datang, munkgin ada yang pergi juga. Untuk penampilan ini, lakukan yang terbaik, untuk diri kalian sendiri, untuk satu tahun kebersamaan kita. Terimakasih sudah hadir dan bertahan. Ayo kita tutup dengan manis” Tapi sada tertahan.
Dan, ternyata malam ini kalian main bagus !
Salut sama kalian semua.
Setelah beres kita perform rasanya pingin banget salamin kalian satu persatu disana tapi ga kuat, rasanya sedih banget. Pengen nangis loh, terharu. Gatau kenapa ya. Maaf ya ga aku lakukan, ga bisa sedih disitu soalnya bakal susah banget berhentinya. Narik nafas untuk bilang “makasih” pun hampir pecah itu.
Terimakasih buat kalian semua.
Omay yang masih mau ikutan latihan dan tampil walaupun selalu telat karena kerja dulu, abis capek kerja kadang di lapangan malah masih sepi. Cepet lulus !
Ayu dan Ismah, Kalian masih terus lanjut meskipun temen-temen satu alat kalian pada hilang meninggalkan kalian dan kalian bertahan, hebat !
Titing, Agum, Acil, Alfi, Ijal, Adi, Abim, terimakasih sudah ngisi kekosongan pemain spdc. Datangnya kalian ngasih dampak baik, ga cuma untuk penampilan malam itu, ada impact juga untuk anak-anak spdc, kalian kasih pengaruh positif sama semua orang walau ketemu baru sebentar. Shout out juga buat a tahe yang ngajakin anak anak ini.
Sandy, maneh exited banget waktu diajakin buat main, walaupun ternyata udah kesusahan buat niup tuba tapi ga nolak permintaan tolong urang, thank you sudah mau nemenin wahyu. Maneh juga ngasih semangat buat seluruh tim.
Wahyu yang aku salah sebut namanya, pemain paling rajin. Seinget aku cuma ga latihan waktu lagi UAS doang. Ga heran permainannya cepet berkembang.
Farrel, Ganti gaya, kecilin celana, ganti frame kacamata, cukur yg rapih biar ganteng, kalau latihan jangan ngelamun teros.
Azka, waktu dulu paling payah kl disuruh handling yang bener, but you nailed it. Jadi perempuan kuat, kuat ngangkat baritone. Sekarang ikutan perhimpunan pecinta alam juga. Awas nanti jadi item.
Nailla, bindas 41 tapi udah ditarik jadi pemain buat reuni, daripada latihan breathing mulu sama anak baru kan kasian.
Jonathan, paling bungsu kl tentang main marching band tapi punya semangat. Latihan terus biar cepet bisa.
Meil, dari awal tahun ditinggal sendiri sama temen temen mellonya sampai ismah dkk datang (dan pergi lagi kecuali ismah). Sempet memohon untuk ga dijadiin SL sampai nangis nangis. Tapi juga bertahan sampai akhir.
Last but not least, Ilham dan Ihsan, you are doing great too. Baritone ga bermasalah walau sering aku tinggal. Good job for you two. jadi lah semakin rajin dan semakin hebat.
Sada minta maaf kalau satu tahun kebelakang tidak jadi sosok pelatih yang baik untuk kalian, tidak jadi pelatih yang ideal. marah-marah, kurang fokus, dan lain-lain.
Sampai waktu terakhir pun tidak seluruh usaha sada tercurah buat kalian.
Untuk yang lain yang tidak bisa ikut sampai akhir, abel, kesa, dian, lana, zen, zulfan, tobi, dzikri, ismi, killa, dan beberapa nama yang ga aku sebutkan. SPDC adalah rumah dan pintunya selalu terbuka untuk kembali pulang.
A tahe, dan Sada Ugi, terimakasih bantuannya satu tahun ini. Bantuin di teknis dan non-teknis, iktu pusing sama yang bukan urusan kalian, ikut ngurusin pemain brass juga. Semoga urusan kalian pun dipermudah karena telah membantu orang lain. Terimakasih sudah kasih banyak pelajaran buat aku dan buat spdc, semoga tidak sia-sia dan hasillnya terlihat di waktu yang akan datang. Ga ada yang sia-sia mungkin hasilnya belum terlihat sekarang.
Ini adalah kata kata penutup tahun, entah tahun depan masih ada kami , tim pelatih tamvan - nama yang kami buat, kami pelatih dan adi yang tampan - di lapangan.
SPDC adalah untuk kalian jaga dan kalian bangun.














