Perihal Memaafkan dan Berterima Kasih
Katakan padaku mana yang lebih sulit kaulakukan, memaafkan atau berterima kasih? Katakan padaku, agar setidaknya aku paham bahwa di sisi ini aku tidak sendirian.
Katakan bahwa sulitnya memaafkan adalah tentang begitu kuatnya kepal tangan dan gemeretuk gigi saat bersentuhan. Juga tentang menahan isak hingga terlelap. Katakan bahwa untuk membuka pintu maaf, kau harus memejamkan mata kuat-kuat, hingga terkadang yang tampak jelas justru luka yang masih membekas. Katakan bahwa kau bahkan sering menyalahkan diri atas hati yang begitu lemah hingga belum mampu memaafkan mereka yang salah.
Katakan padaku, lalu setelahnya biarkan aku kembali bertanya perihal mana yang lebih tepat: menyembuhkan hati yang sakit agar bisa memaafkan atau memaafkan agar hati yang sakit bisa disembuhkan?
Dan satu hal lagi. Tentang berterima kasih. Katakan padaku bahwa berterima kasih adalah bagaimana kau hanya perlu membungkukkan badan, menarik sudut bibir kiri dan kanan, menjernihkan pandangan, lalu ia dapat dengan sempurna tersampaikan. Katakan bahwa terima kasih tak akan terhalang rasa benci. Bahwa ia tetap lahir di hati meski terkadang mulut tak mengakui.
Jelaskan padaku bahwa memaafkan dan berterima kasih adalah dua hal yang berlainan. Yakinkan aku bahwa ada orang-orang yang kerap berterima kasih padahal hatinya belum mampu memaafkan, agar setidaknya aku percaya bahwa aku memiliki teman. Teman yang sama-sama mampu berterima kasih. Teman yang sama-sama tengah berjuang untuk memaafkan.
Terinspirasi dari drama korea Mrs. Cop 2 episode 5









