Hello, Tumblr. Long time no see. Sepertinya kita akan sering ketemu mulai saat ini.
Sudah siap jadi tempat ngeluh (lagi)?
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn

JVL

Discoholic 🪩
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
i don't do bad sauce passes
🪼
dirt enthusiast
we're not kids anymore.
todays bird
Three Goblin Art

PR's Tumblrdome

oozey mess
Peter Solarz

#extradirty

shark vs the universe
$LAYYYTER
trying on a metaphor

Love Begins

seen from United States

seen from Netherlands
seen from United States
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Spain

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Finland
seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from Türkiye
@katakakiku
Hello, Tumblr. Long time no see. Sepertinya kita akan sering ketemu mulai saat ini.
Sudah siap jadi tempat ngeluh (lagi)?
Kemungkinan terbesarnya adalah, kamu akan pergi (lagi).
Pertemuan dan Kehilangan
Yogyakarta Sabtu, 4 Juni 2015
Malam minggu minggu pertamaku di Jogja setelah sekian lama menahan sesak rindu diwarnai dengan pertemuan perdanaku dengan warga @kitajateng . Malam itu aku berjanji akan datang pada sebuah acara teater realis yang diadakan oleh mahasiswa/i Sasindo UGM yang notabene adalah @segerahadir -seseorang yang kukenal lewat kelas kepenulisan di @kitajateng -
Malam itu, aku sibuk mencari cara bagaimana aku bisa sampai ke tempat tujuan sedangkan aku kurang mengetahui jalanan Jogja. Setelah beberapa kali berdiskusi dengan @segerahadir dan akhirnya menyarankan untuk berangkat dengan @pertigaankekiri maka kita pun sepakat untuk bertemu di UIN karena arah yang terus lurus dari tempat yang kutinggali selama di Jogja -dan mudah diingat-
Karena mamas @pertigaankekiri adalah pemuda rantau yang jauh dari sanak saudara, Ia tak mempunyai kendaran pribadi dan karena Jogja lagi sregep tilangan, akupun mencari aman pula untuk mencari teman yang memilik SIM. Alhasil akulah yang membawa kendaraan hasil pinjaman paksa pada omku sendiri.
Setelah sampai di UIN sambil menunggu @pertigaankekiri aku melihat kembali barang barang yang kubawa dan aku baru menyadari bahwa stnk yang kubawa hilang! Aku panik, aku mengubek-ubek seluruh tas dan dompet dan mengeluarkan semua isinya. Namun nihil, stnk-nya tak pernah kutemukan. Aku mencari menyusuri sepanjang jalan UIN. Aku mencoba berpikir positif dan mengira bahwa mungkin aku memamng lupa membawa, kutanamkan pikiran itu dalam-dalam namun sia-sia aku terus kepikiran dan kalap. Setelah beberapa menit berkutat dengan pikiranku sendiri. Mas @pertigaankekiri datang dan menghampiriku. Setelah berbasa-basi sebentar akupun memberitahu bahwa aku lupa membawa stnk, dan itu tak jadi masalah katanya. Tapi masalah bagiku:( Aku benar-benar lupa menaruhnya dimana, hilang atau tak membawa aku tak tahu.
Untuk sementara waktu aku mengesampingkan masalah stnk dan mencoba fokus mencari tempat pementesan dilaksanakan. Ditempat parkir aku bertemu (lagi) dengan @congferi dan pertemuan pertama dengan @katakakiku -mbakmbak alim- Lalu kami berempat masuk kedalam dan ternyata pertunjukkan sudah dimulai -iyalah telat setengah jam lebih- dan karena di dalam gelap kami mencari tempat duduk yang pewe dengan berjalan pelan-pelaan lalu saat ada yang bilang “Norma udah masuk sama Aep, duduk deket mereka aja” nggak lama setelah itu ada yang angkat tangan memberi isyarat bahwa “aku disini” dan kita berempat pun duduk dibelakang @noroum dan @menjalin
Kita menikmati acara yang disajikan dengan judul Nyonya-Nyonya mengisahkan tentang seorang nyonya cantik yang ditinngal mati sang suami dengan harta melimpah yang tengah diperebutkan tiga ponakannya. Persoalan semakin rumit karena Si Nyonya cantik tengah ditaksir oleh seorang kolektor antik yang sudah beristri.
Setelah pementasan usai saatnya sesi foto-foto!!!
Dari atas kiri: @synestesya -mamas gendeng yang pipinya dibor- @lusiapp -wanita yang jatuh hati sama Jogja- @pertigaankekiri -mamas receh:v- @segerahadir -artis yang kita tonton- @katakakiku-mbakmbak kalem- @congferi -mahasiswa tingkat akhir yang manyebalkan- Dari bawah kiri: @menjalin -om om mesin yang hobby mbully- @noroum -ketua baru jateng yang telah melengserkan omom- @ramen-jawa -mbakmbak kocak yang klop bgt sama mamas gendeng-
Dan setelah itu kita ke cafe nya @fadildalamcatatan dan ketemu mas barista cakep! yang sampai sekarang aku masih kesemsem aaakkkkk (skip) Setelah beberapa jam huru-hara , ngomong ngalur-ngidul yang bikin aku mulai sayang sama mereka. Kita mutusin pulang karena ada anak kecil yang kudu mereka bawa (Baca:Aku)
Nah disaat perjalanan pulang, pikiranku kembali melayang-layang ke stnk yang entah ku tak tau dimana keberadaannya.ap bahwa aku memam Dalam perjalanan pulang aku berharap bahwa aku memang benar-benar lupa membawa dan aku harus selalu siap dengan segala resiko yang paling buruk jika memang stnk nya hilang.
Dan saat sampai dirumah aku diam saja. Menyiapkan diri dengan omelan yang harus kubayar. dan ternyata “stnk-nya jatuh loh ndek depan rumah untung ditemu tetangga sebelah, lain kali hati-hati ya lus” dan seketika, legaaaaa bangetttttttt….
Yaallah, Engkau sungguh baik bahkan pada hamba-Mu yang seringkali lalai
Long long long time ago...
FANA
Telah kutitipkan rindu pada helaian daun yang menempati dedahanan tinggi di musim yang hampir kemarau. Esok saat tubuhnya meluruh, rinduku akan dibawanya bertamu dan mengetuk semua pintu, kecuali dadamu.
Lalu kuukir dongeng tentang kita yang rumpang di bebatuan sungai yang hampir mengering itu. Lusa kelak, penghujan akan pamit dari mataku dan mulai berkejaran menggerus jejak kisah kita yang tak pernah sampai di matamu.
Kurengkuh sebentuk rasa yang kuncup malu-malu agar di tengah kesendirian ini tak disadarinya kita yang tak pernah ada.
Sungguh, kita adalah kefanaan, serupa aku yang akan penyap dan menetapi senyap, menanti dekap angin yang hendak terlelap.
Tasikmalaya, 20092020
"... sebab kepompong yang pernah kau rawat itu telah menjadi kupu-kupu dan mencari cinta selain dirimu."
Tulisan istimewa karya Kak @satukatasaturasa .
Selamat rehat dan menjeda sejenak.
"Saat ayah temanmu datang menitipkan amplop yang tipisnya melebihi helai rambutmu, lihatlah tas yang nyaris putus di punggungnya. Ritsletingnya menganga, isinya hampir tumpah kemana-mana. Tas tua itu terlalu penuh oleh serba-serbi bekal: bekal makanan, pakaian, dan kasih sayang."
Al Falah, 29112019
“... Kita hanya dua tunggal yang kelak saling mengucap selamat tinggal.”
Kembali menyuarakan isi kepala di antara rentetan kegiatan lain. Dalihnya, karena kita selalu butuh jeda.
KITA HANYA
Kita berbincang, tapi hanya dalam bahasa paling sunyi hingga ditafsirkan malam sebagai sebuah kesedihan meski beribu kunang-kunang terbang ke dada kita.
Kita bersua, tapi hanya lewat tatap paling redup hingga matahari bersembunyi dan rintik tetap bertamu meski pelangi telah melengkung di bibir kita.
Katakan saja, saat ini kita hanya sedang menyusun spasi agar letih dapat rebah dan hidup dapat dimengerti.
Pada akhirnya, kita akan tetap berjarak dan hidup sebagai ganjil.
Kita hanya dua tunggal yang kelak saling mengucap selamat tinggal.
Tasikmalaya, 250820
Sudah kukatakan, merindu adalah cara bunuh diri paling menyakitkan.
Kau tahu mengapa demikian?
Karena nyatanya merindu tak membuatku mati. Aku merindu, lagi dan lagi, merasakan lipat sakitnya berkali-kali.
"Selamanya, aku dan kamu, kita, masih sama, masih sebatas fatamorgana."
.
Entah kenapa, sejak dulu, paling enggan membaca tulisan sendiri. Di antara sekian file yang di-upload ke akun SC, hanya 3-4 yang berisi tulisan sendiri. Sisanya menyuarakan tulisan orang lain.
Kali ini, mencoba lagi menulis & membaca. Semoga bisa menemani melewati hari Minggu yang sama, yang tanpa siapa-siapa.
DI ANTARA KITA
Tak pernah ada pemenang di antara kita.
Kau dan aku, kita bukan sedang bertanding, melainkan hanya terjebak di ruang semu yang terasa asing. Serupa tali kusut, kita membuang jarak meski dengan ikatan semrawut. Sikap abai kita telah sempurna, meniadakan segala opsi dan fakta bahwa kita tak pernah tahu kelak akan bersandar di dada yang mana, milik siapa. Kita menutup mata pada semua area yang terdapat orang lain di sana.
Entah memang kita tak tahu atau pura-pura tak tahu karena tak pernah ingin tahu, bahwa ada jeda yang sengaja dicipta, spasi yang sengaja dicari. Hanya saja, kita seakan tak peduli pada tanda dan rambu, hingga kembali sibuk merajut simpul yang entah bagaimana, entah untuk apa dan untuk siapa.
Bertahan pada stagnasi yang nyata, kepala kita masih dipenuhi perdebatan yang sama: siapa yang lebih hebat, yang lebih cepat menjerang luka, dan siapa yang berhak lebih dulu bahagia. Kita sama-sama keras kepala perihal mengikhlaskan, hingga tak bisa memutuskan siapa yang harus lebih dulu pamit dan meninggalkan.
Memang benar, tak ada menuai bagi mereka yang tak menyemai. Seperti itu pula kita, tak mengenal kata usai karena kisah yang tak pernah dimulai.
Selamanya, aku dan kamu, kita, masih sama, masih sebatas fatamorgana.
Tasikmalaya, 08-08-2020
"Dari semua hati yang menginginkanmu, sepertinya cuma aku yang paling berani untuk mengaku."
Lagi-lagi, tulisan Kak @elsasyefira sudah mengusik sejak kalimat pertama.
Maaf, Kak, karena bacain ini tanpa minta izin dulu. 🙏🙏
Ucapkan selamat datang
pada rindu
: cara bunuh diri paling menyakitkan
"Tak ada temu bagi rindu yang lebih besar dari dirinya sendiri. Seperti halnya tak kan nyata sebuah asa yang melambung terlampau tinggi."
13032019
"Sekalipun dia kembali, kamu tak kembali mendapatkan kamu yang dulu kamu kenali." - @elsasyefira
Aku melihat itu: sungging senyum dari bibirnya dan binar yang memancar dari matamu. Dan pada detik berikutnya, pukulan telak menghantam dadaku. Aku sudah berkali-kali memenuhi dadaku dengan keyakinan tentang merelakanmu, dan aku sungguh telah rela. Telah kuterima kenyataan bahwa kalian telah bahagia. Maka, jika kini–atau mungkin esok lusa–luapan cinta kalian membuatku sesak, bahkan tenggelam, itu bukan sebab aku yang belum melepaskan. Hanya saja, pertanyaan dan ketakutan itu terus membayang.
“Akankah kelak ada yang memberiku binar secerah binar matamu saat memandangnya?”
...dan setiap paginya, yang hanyut di sungai itu adalah buih: dari baju-baju kotor dan bibir-bibir yang penuh dongeng tentang furnitur baru di rumah sebelah.