Debu Imaginer
Aku tanpamu butiran debu.~
Kau tahukan, sepi dan sendiri terasa amat melandaku pada dimensi spasial dan dimensi temporal. Kupejamkan mata. Memanggil kenangan lalu untuk hadir. Renung kenangan itu entah mengapa memilih jalur imaginer. Sadar akan itu, akhir dari pejaman mata hanya tangis senduh sembari tetes air mata. Dalam sesaat, aku memandang dan mengamati langit. Terlihat awan mendung mulai menitihkan air matanya juga. Pada saat itu, aku serasa merasakan ada seseorang yang menemaniku merasakan sepi sendiriku. Menghela napasku sesaat. Berdiriku pergi. Melangkah kakiku maju. Keputusan kemudian diambilku. Jalur kenyataan pilihan akhirku.
Selamat tinggal imaginer
Dari aku yang hanya butiran debu














