Alhamdulillah malam ini kakak inisiatif untuk bersih-bersih. Ia melakukannya sambil menyanyi.
Setelah itu bercerita kepada Mbah kalau rumahnya sudah bersih. "Kakak bagian merapikan barang mama bagian nyapu"
MasyaAlloh tabarakallah..
seen from Türkiye

seen from United Kingdom

seen from Germany

seen from Malaysia

seen from China
seen from China

seen from Türkiye
seen from China

seen from Germany
seen from Türkiye

seen from Netherlands

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from United Kingdom
seen from Brunei
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from China
Alhamdulillah malam ini kakak inisiatif untuk bersih-bersih. Ia melakukannya sambil menyanyi.
Setelah itu bercerita kepada Mbah kalau rumahnya sudah bersih. "Kakak bagian merapikan barang mama bagian nyapu"
MasyaAlloh tabarakallah..
Hari ini kami sekeluarga mau pulang ke rumah orang tua. Tidak lupa, aku menyuruh kakak merapikan mainan terlebih dahulu sebelum berangkat. Alhamdulillah ia mau memberikan mainan yang ada di luar.
Hanya saja ada satu mainan buatannya yang tidak boleh dibereskan. Harus ada di situ tidak boleh dibongkar. MasyaAlloh. Semoga Allah mudahkan proses belajarnya ya lee...
Hari ini ibuk lupa gak baca mantra. Bocah sulung masih saja dengan rutinitas mainnya. Malam harinya, dia request untuk gak dibersihkan mainannya karena masih mau dipake buat besok.
Akhirnya ketika Abi pulang, ia diminta untuk membereskan mainan. Alhamdulillah bocah lanangku mau.
Semoga Allah mudahkan proses belajarnya ya lee.. ❤️
Aku suka rumahku bersih, karena Allah suka.
"Di surga gak ada yang kotor-kotor ta ma?" Tanya anak sulungku.
"Iya betul. Bersih, rapi, indah, adalah salah satu ciri rumah di surga."
"Kalau begitu ayo kita bersih-bersih ma."
Karena kedistrak teman main akhirnya rencana bersih bersih gak jadi.
Akhirnya ia bermain.
Di malam harinya ia bermain bersama adik. Ia menaruh bantal dan selimut di kursi.
Hari ini belum konsisten merapikan mainan. Kakak udah terlanjur mau ikut berangkat kerja abinya. Akhirnya mainannya ditinggal berserakan lagi .
Pesennya kakak, mainannya harus dijagain gak boleh dirusakin adik.
Hmm...
Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal.
Hmm.. Hari ini kakak belajar lagi merapikan mainan. Meskipun banyak mainan yang berserakan, aku memulainya dengan hal yang paling mudah untuk dibiasakan. Yaitu mainan yang dibawa keluar rumah. Masih kuulang lagi Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal. Allah itu indah dan suka keindahan. Aku senang rumahku bersih. Kakak bisa merapikan mainan sendiri.
Kuminta kembali kakak merapikan mainan yang ada di luar. Meskipun awalnya ia melakukan karena iming-iming mau lihat es krim di dapur akhirnya ia melakukan juga yang kuminta. Semoga ini awal kakak untuk bisa bertanggung jawab dengan mainannya sendiri.
Hehe.. Aku suka kakak melakukannya. Kalau begini kan rapi sekali. Selesainya kuminta ia untuk merapikan sandal di luar rumah.
Ia menjawab bukan aku yang membuat sandal berantakan. Hehe. Walaupun begitu ia tetap merapikan mainan
Alhamdulillah allahumma baarik anak Sholih. 🌟🌟
Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal.
Hari ini kalimat itu kuluang terus menerus di depan anak. Beberapa kali ia mengingat bahwa ia juga pernah mendengar di film yang pernah ditonton. Bunda mau bersih-bersih karena Allah suka rumah yang bersih. Merasa skeptis duluan ketika anak hanya bisa berantakin rumah. Usianya sudah 4 tahun. Ingin gitu punya rumah yang bersih biar moodnya juga membaik. Baiklah kita coba hari ini. Bisa gak sih kakak membantu bersihin rumah? Minimal bertanggung jawab setelah main diberesin lagi.
Siang hari ini, sangat panas sekali. Kakak minta ijin untuk pinjam rak sepatu buat mainan. Ia berjanji untuk mengembalikan setelah main. Biasanya sih meskipun janji juga gak diberesin mainannya. 😭
Allahul Jamil Yuhibbul Jamal.
Akhirnya adik minta tidur. Kakak yang masih main menolak untuk tidur. Tapi karena sudah kecapaian akhirnya ia tidur. Rumah masih berantakan tentu saja.
Setelah tidur siang dan mandi. Kuulang lagi Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal. Bunda mau bersih-bersih. Biar rumahnya bersih. Dia malah melanjutkan mainan.
Allahu... Akhirnya sambil membawa sapu aku menyapu dalam rumah. Alhamdulillah dengan inisiatif sendiri kakak mau membantu memilih mainannya sendiri tentunya dengan standar kebersihan kakak. Sekalian aku memintanya untuk mengembalikan lagi sepatu yang berserakan di luar rumah.
Alhamdulillah anak lanangku manut.
Meskipun hasilnya belum seperti standar rapi tetangga tapi dia sudah berproses hari ini. Terima kasih untuk kerjasamanya..
Biidznilah hari ini Allah mudahkan untuk belajar ya kak.. Allahu baarik fisik..
Karena sakit gigi hari ini tidak banyak berkomunikasi dengan anak maupun suami.
Rasanya pengen uring uringan aja gitu ke semua orang. Termasuk ketika anak ngajak ngobrol dan ngajak main. Ternyata memberikan feedback ini perlu latihan terus apalagi belum terbiasa. Sedih sih ketika ibu curhat malah belum bisa memberi feedback dengan baik, belum bisa mengatur emosi, alhasil aku memberi respon negatif dengan menyalahkan sebelum kutinggal pergi. Semoga Allah memaafkan kesalahanku. Emoticon yang mewakiliku hari ini adalah 😭