Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal.
Hari ini kalimat itu kuluang terus menerus di depan anak. Beberapa kali ia mengingat bahwa ia juga pernah mendengar di film yang pernah ditonton. Bunda mau bersih-bersih karena Allah suka rumah yang bersih. Merasa skeptis duluan ketika anak hanya bisa berantakin rumah. Usianya sudah 4 tahun. Ingin gitu punya rumah yang bersih biar moodnya juga membaik. Baiklah kita coba hari ini. Bisa gak sih kakak membantu bersihin rumah? Minimal bertanggung jawab setelah main diberesin lagi.
Siang hari ini, sangat panas sekali. Kakak minta ijin untuk pinjam rak sepatu buat mainan. Ia berjanji untuk mengembalikan setelah main. Biasanya sih meskipun janji juga gak diberesin mainannya. 😭
Allahul Jamil Yuhibbul Jamal.
Akhirnya adik minta tidur. Kakak yang masih main menolak untuk tidur. Tapi karena sudah kecapaian akhirnya ia tidur. Rumah masih berantakan tentu saja.
Setelah tidur siang dan mandi. Kuulang lagi Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal. Bunda mau bersih-bersih. Biar rumahnya bersih. Dia malah melanjutkan mainan.
Allahu... Akhirnya sambil membawa sapu aku menyapu dalam rumah. Alhamdulillah dengan inisiatif sendiri kakak mau membantu memilih mainannya sendiri tentunya dengan standar kebersihan kakak. Sekalian aku memintanya untuk mengembalikan lagi sepatu yang berserakan di luar rumah.
Alhamdulillah anak lanangku manut.
Meskipun hasilnya belum seperti standar rapi tetangga tapi dia sudah berproses hari ini. Terima kasih untuk kerjasamanya..
Biidznilah hari ini Allah mudahkan untuk belajar ya kak.. Allahu baarik fisik..