Pendidikan seksualitas
Ibuk belajar lagi pendidikan seksualitas. Kali ini mengenalkan kakak tentang aurat laki-laki dan perempuan.
Alhamdulillah kakak mau menutup aurat dengan sempurna ketika berangkat ke masjid. Alhamdulillah Alhamdulillah..
hello vonnie

❣ Chile in a Photography ❣
noise dept.

titsay
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
𓃗
No title available

Discoholic 🪩
Jules of Nature

shark vs the universe
Noah Kahan
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

blake kathryn
Monterey Bay Aquarium
almost home

★
todays bird
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

#extradirty
Cosmic Funnies

seen from Spain
seen from Venezuela

seen from Venezuela

seen from China
seen from Türkiye
seen from Ukraine
seen from United States

seen from Canada
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
@ibuknyamaryam
Pendidikan seksualitas
Ibuk belajar lagi pendidikan seksualitas. Kali ini mengenalkan kakak tentang aurat laki-laki dan perempuan.
Alhamdulillah kakak mau menutup aurat dengan sempurna ketika berangkat ke masjid. Alhamdulillah Alhamdulillah..
Alhamdulillah malam ini kakak inisiatif untuk bersih-bersih. Ia melakukannya sambil menyanyi.
Setelah itu bercerita kepada Mbah kalau rumahnya sudah bersih. "Kakak bagian merapikan barang mama bagian nyapu"
MasyaAlloh tabarakallah..
Hari ini kami sekeluarga mau pulang ke rumah orang tua. Tidak lupa, aku menyuruh kakak merapikan mainan terlebih dahulu sebelum berangkat. Alhamdulillah ia mau memberikan mainan yang ada di luar.
Hanya saja ada satu mainan buatannya yang tidak boleh dibereskan. Harus ada di situ tidak boleh dibongkar. MasyaAlloh. Semoga Allah mudahkan proses belajarnya ya lee...
Hari ini ibuk lupa gak baca mantra. Bocah sulung masih saja dengan rutinitas mainnya. Malam harinya, dia request untuk gak dibersihkan mainannya karena masih mau dipake buat besok.
Akhirnya ketika Abi pulang, ia diminta untuk membereskan mainan. Alhamdulillah bocah lanangku mau.
Semoga Allah mudahkan proses belajarnya ya lee.. ❤️
Aku suka rumahku bersih, karena Allah suka.
"Di surga gak ada yang kotor-kotor ta ma?" Tanya anak sulungku.
"Iya betul. Bersih, rapi, indah, adalah salah satu ciri rumah di surga."
"Kalau begitu ayo kita bersih-bersih ma."
Karena kedistrak teman main akhirnya rencana bersih bersih gak jadi.
Akhirnya ia bermain.
Di malam harinya ia bermain bersama adik. Ia menaruh bantal dan selimut di kursi.
Hari ini belum konsisten merapikan mainan. Kakak udah terlanjur mau ikut berangkat kerja abinya. Akhirnya mainannya ditinggal berserakan lagi .
Pesennya kakak, mainannya harus dijagain gak boleh dirusakin adik.
Hmm...
Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal.
Hmm.. Hari ini kakak belajar lagi merapikan mainan. Meskipun banyak mainan yang berserakan, aku memulainya dengan hal yang paling mudah untuk dibiasakan. Yaitu mainan yang dibawa keluar rumah. Masih kuulang lagi Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal. Allah itu indah dan suka keindahan. Aku senang rumahku bersih. Kakak bisa merapikan mainan sendiri.
Kuminta kembali kakak merapikan mainan yang ada di luar. Meskipun awalnya ia melakukan karena iming-iming mau lihat es krim di dapur akhirnya ia melakukan juga yang kuminta. Semoga ini awal kakak untuk bisa bertanggung jawab dengan mainannya sendiri.
Hehe.. Aku suka kakak melakukannya. Kalau begini kan rapi sekali. Selesainya kuminta ia untuk merapikan sandal di luar rumah.
Ia menjawab bukan aku yang membuat sandal berantakan. Hehe. Walaupun begitu ia tetap merapikan mainan
Alhamdulillah allahumma baarik anak Sholih. 🌟🌟
Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal.
Hari ini kalimat itu kuluang terus menerus di depan anak. Beberapa kali ia mengingat bahwa ia juga pernah mendengar di film yang pernah ditonton. Bunda mau bersih-bersih karena Allah suka rumah yang bersih. Merasa skeptis duluan ketika anak hanya bisa berantakin rumah. Usianya sudah 4 tahun. Ingin gitu punya rumah yang bersih biar moodnya juga membaik. Baiklah kita coba hari ini. Bisa gak sih kakak membantu bersihin rumah? Minimal bertanggung jawab setelah main diberesin lagi.
Siang hari ini, sangat panas sekali. Kakak minta ijin untuk pinjam rak sepatu buat mainan. Ia berjanji untuk mengembalikan setelah main. Biasanya sih meskipun janji juga gak diberesin mainannya. 😭
Allahul Jamil Yuhibbul Jamal.
Akhirnya adik minta tidur. Kakak yang masih main menolak untuk tidur. Tapi karena sudah kecapaian akhirnya ia tidur. Rumah masih berantakan tentu saja.
Setelah tidur siang dan mandi. Kuulang lagi Allahul Jamiil Yuhibbul Jamal. Bunda mau bersih-bersih. Biar rumahnya bersih. Dia malah melanjutkan mainan.
Allahu... Akhirnya sambil membawa sapu aku menyapu dalam rumah. Alhamdulillah dengan inisiatif sendiri kakak mau membantu memilih mainannya sendiri tentunya dengan standar kebersihan kakak. Sekalian aku memintanya untuk mengembalikan lagi sepatu yang berserakan di luar rumah.
Alhamdulillah anak lanangku manut.
Meskipun hasilnya belum seperti standar rapi tetangga tapi dia sudah berproses hari ini. Terima kasih untuk kerjasamanya..
Biidznilah hari ini Allah mudahkan untuk belajar ya kak.. Allahu baarik fisik..
Karena sakit gigi hari ini tidak banyak berkomunikasi dengan anak maupun suami.
Rasanya pengen uring uringan aja gitu ke semua orang. Termasuk ketika anak ngajak ngobrol dan ngajak main. Ternyata memberikan feedback ini perlu latihan terus apalagi belum terbiasa. Sedih sih ketika ibu curhat malah belum bisa memberi feedback dengan baik, belum bisa mengatur emosi, alhasil aku memberi respon negatif dengan menyalahkan sebelum kutinggal pergi. Semoga Allah memaafkan kesalahanku. Emoticon yang mewakiliku hari ini adalah 😭
Cerita Sapih Hari ke-4
Hari ini aku belajar lagi komunikasi dengan Maryam, anakku. Menurutku setiap anak itu ajaib, mereka paham apa yang dikatakan orang tuanya. Saat kutanya, bagaimana ia menangis? Dijawabnya hik, hik, dengan gayanya saat menangis. Mengapa ia menangis? Nenen, tidak boleh. Benar juga. Beberapahari ini memang kukatakan padanya ia sudah besar, nen sudah selesai. Boleh minum dari gelas. Minum apa saja boleh asalkan dari gelas. Alhamdulillah ternyata ia mengulanginya. Meskipun dalam prosesnya harus dikatakan berkali-kali, dikomunikasikan berulang-ulang. Namun ia paham. Sesekali masih minta nen saat menjelang tidur. Masih PR buat kami untuk mencari cara menghilangkan kebiasaannya nen menjelang tidur. Untuk komunikasi hari ini terwakili 😊 dari saya. Semoga besok lebih bisa memberikan feedback lebih baik lagi.
Dunia seorang perempuan ketika sudah menjadi istri dan ibu hanyalah suami dan anaknya.
Ambil jeda ketika lelah. Langitkan doa baik ketika bertemu amarah.
Tidak ada yang lebih tau kebutuhanmu, selain dirimu sendiri.
Hari ini untuk pertama kalinya aku mengantar kakak ke kelas bermain. Kakak yang di rumah aktif dan ceria, ketika di luar bertemu dengan teman baru yang seusianya cenderung mengamati keadaan. Aku gemas sendiri ketika menyaksikan anakku yang duduk paling belakang, ingin memulai komunikasi dengan teman namun enggan, memilih menyendiri dengan mainan yang menurutnya asyik. Sesekali kakak keluar ruangan dan duduk bersamaku, melihat sekawanan anak seusianya yang bermain bersama guru pendamping. Baiklah, mungkin kakak belum siap, atau butuh dikenalkan terus agar siap.
Sepulangnya, kakak bermain kembali bersama Amar, anak tetangga yang usianya empat tahun di atas kakak. Mereka bermain sepeda dan permainan anak lainnya yang menurut saya wajar. Beberapa kali ketika mengurus adik, aku mengijinkan kakak untuk nonton TV sejenak, agar aku juga bisa sedikit memberi jeda kepada tubuh yang mulai lelah. Setelah itu kakak mulai kembali bermain sepeda. Hingga adzan ashar tiba, kakak belum juga tidur. Ya Alloh, aku sudah mulai lelah, namun tenaga anakku seperti tidak ada habisnya. Kapan ini anak-anakku akan tidur?, pikirku. Kuikuti kemana kakak bermain. Kucoba untuk mengajaknya tidur, akhirnya tetap saja ia mau terus bermain.
Akhirnya aku mengijinkan kakak dan adik untuk pergi ke rumah Amar untuk nonton TV sambil menunggu air mendidih untuk memandikan mereka. Kupikir setelah mandi mereka akan tidur, ternyata masih saja tidak bisa tidur. Ya sudah. Kubiarkan saja kakak dan adik bermain daripada aku marah-marah karena mereka tidak tidur siang.
Jam delapan malam. Adik mulai tidur ketika dibonceng sepulang dari warung bakso. Untungnya hari ini bapaknya anak-anak mau diajak beli bakso, mengurangi kelelahan jika harus masak lagi untuk makan malam. 😂 Kakak masih melek dong. Matanya masih berbinar untuk mengajak ngobrol "seandainya" dalam imajinasi kakak. Ia masih semangat ikut ke dapur minta dibuatkan susu. Adik merengek dan terbangun mendengar suara kakak, akhirnya aku ikut tiduran sambil menyusui. Kakak menyusul ke kamar dan minta ijin untuk tiduran. Dalam sekejap tidur dong. Alhamdulillah. Ibuk bisa istirahat, skincare-an, ataupun scrolling sosmed. Eh susunya belum diminum.
Memang benar, tidak ada yang lebih tau kebutuhanmu selain dirimu sendiri.
Terimakasih diriku untuk hari ini. Meskipun banyak pengasuhan yang masih PR, semoga Allah ampuni, semoga esok hari bisa menjadi ibu yang lebih baik dari hari ini.
Self Awareness
Hari ini adalah tantangan hari pertama kelas Bunda Sayang. Sebenarnya hari pertama kami dilatih untuk self awareness dengan bantuan audio untuk diputar di pagi hari.
Jujur saja, saya baru memutarnya di sore hari. Dan tahukah ketika aku mendengarnya? Aku gak bisa fokus dong. Entah kenapa ya di setiap ada penugasan atau materi seperti audio yang kemudian dibayangkan aku tidak bisa membayangkan dan merasakan apapun.. Hihi... Mungkin Krn tidak mengikuti SK yang berlaku. Baiklah besok insyaallah akan mengikuti saran bunda fasilitator.
Langsung saja ya, hari ini menurutku aku sudah cukup baik dari segi self awareness sebagai seorang ibu. Ketika pagi hari setelah selesai sarapan, seperti biasanya aku sibuk untuk mencari cara biar anakku tidak nonton tv. Akhirnya aku memilih untuk mengajak mereka jalan-jalan ke kampung di belakang rumah. Mengajak mereka menikmati pemandangan pagi menjelang siang. Setelahnya kami melihat ikan di pemancingan.
Sepulangnya dari pemancingan si adek minta nen, kakak yang ketemu temannya langsung ikut main bersama. Adzan dhuhur tiba, adik sudah mulai mengantuk. Kakak yang baru pulang sholat dhuhur ingin main lagi dengan tetangga. Dia mengajak adik. Adik yang masih mengantuk lebih memilih untuk tidur. Kakak akhirnya marah, pintu kamar di tutup dengan keras. Aku membiarkannya begitu saja. Hingga setelah adik selesai nen dan sudah dipastikan tidur, aku menemui kakak. Eh kulihat dia sedang bermain Lego sambil matanya berkaca-kaca melihatku.
Kupeluk dia. "Kakak kenapa?" Tanyaku. Ia tidak menjawab. Ia hanya memelukku dengan kuat. Setelah adegan itu sudah cukup lama. Kutanya kembali, apa ia mau bermain ke rumah Amar? Apa ia mau menonton tv? Ia mengangguk.
Sepertinya hari ini memang harus mengalah. Tidak bisa langsung menghentikan keinginannya untuk nonton tv di rumah tetangga. Akhirnya ia kuantar ke rumah tetangga untuk nonton TV dengan perjanjian durasi yang kami tentukan.
Setelah ia menonton tv aku menyiapkan makan siang. Kupanggil si kakak untuk pulang setelah durasi nonton TV selesai.
Aku menyuapinya makan siang. Setelah itu aku mengajaknya untuk tidur.
"Cerita cilek sama cide dong ma" ya Allah anak ini sepertinya tenaganya tidak ada habisnya. Aku mengatur napas kembali. MasyaAlloh Allahu baarik.
Semoga besok lebih baik.. Semoga bisa menyediakan permainan berhikmah sesuai fitrahnya. Ingin sekali mengajarkan sesuatu yang bernilai. Ingin sekali menjadi guru yang beneran buat anak-anakku.