Stories 123 : Kita tidak sedang baik-baik saja
Hari ini aku bertanya, "Bagaimana perasaanmu hari ini?" Pertanyaan yang sederhana, namun membuatku banyak berpikir. Setiap membuka media sosial, selalu ada kabar duka, entah bertambah lagi sanak saudara, kenalan, atau siapapun yang harus meninggal karena kondisi pandemi ini. atau kisah ayah yang kehilangan anak dan istrinya sekaligus, atau kisah sedang menanti plasma konsavalen saat kritis dan hidup mati seseorang.
LELAH YA?
Tapi tidak sedikit yang menolak dan menebar "berita-tidak-benar". Perguruan WHATSAPP kalau kubilang, karena begitu banyak broadcast yang langsunga dibagikan tanpa cross-check validitasnya. Media juga demikian, ada yang bilang menakuti-nakuti, ada yang bilang beritanya terlalu di blow up.
LELAH YA?
Aku percaya setiap pejuang nafkah saat ini sedang gelisah. Masa depan sulit diprediksi saat ini, dari segala aspek kehidupan.
1) Anak yang terpaksa sekolah daring, kehilangan masa-masa bersosialisasi dengan teman sekitar secara fisik, secara daring yang melelahkan mata dan menguji kesabaran orang tua. Sesungguhnya, aku khawatir anak-anak generasi saat ini kehilangan rasa empati dan simpatik.
2) Roda ekonomi yang tersendat. Jangankan menabung, untuk kebutuhan sehari-hari aja sulit. Kita dipaksa harus berpikir kreatif dan mencari jalan halal untuk sekedar makan. Melihat banyaknya yang terdampak secara ekonomi, terutama pejuang nafkah jalanan, dan traumaku terhadap petugas satpol PP, buatku menangis setiap kali melihat arogansi yang dipertontonkan.
Dua hal ini jelas menunjukkan KITA TIDAK SEDANG BAIK-BAIK SAJA. Apakah kamu merasa baik-baik saja?
Dalam pertanyaan batinku ini, ada terselip rasa bersyukur. Rasa syukur memang sederhana, namun bermakna untuk kita bertahan hidup saat ini.
Bersyukur masih bisa hidup dan bisa bernafas lega. Bersyukur masih ada pekerjaan. Bersyukur masih tetap sehat.
Satu-satunya doa tulus yang sangat ku harapkan saat ini adalah "Sehat-sehat ya" atau "semoga selalu sehat", padahal dulu terdengar sangat basa-basi, tapi yah begitulah kondisi kita saat ini.
Dalam kondisi tidak baik-baik saja ini, selipkan rasa syukurmu. Setiap hari, tarik nafas dalam, lalu berpikir 10 detik untuk bersyukur hal-hal sederhana disekitarmu. Kemudian, mari kita doakan bersama bahwa kondisi tidak baik-baik saja ini akan segera berlalu, dimana masa kita bisa bernafas lega tanpa masker, hangatnya pelukan dengan saudara, bisa bersilahturahmi fisik tanpa rasa takut akan datang...
Satu lagi, jika saat ini dirimu mendapatkan rejeki untuk tetap dirumah namun tetap bisa berpenghasilan, please do stay at home. Hal sederhana yang sangat MEMBANTU DUNIA saat ini. Ayo kita bantu beban para Nakes yang saat ini sedang berjuang. Hal sederhana lainnya adalah perbanyak sedekah, seikhlas dan semampu yang kita bisa untuk membantu sesama.
Namun, jika kamu harus terpaksa keluar rumah untuk bekerja, berusahalah semampumu untuk menaati Protokol Kesehatan. Suplementasi wajib dikonsumsi harian selain makanan bergizi, istirahat yang cukup, dan jaga mentalmu untuk tetap kuat dan bertahan.
Bismillah. Smoga keadaan tidak baik baik saja ini segera berlalu ya.
- iKA RIZKI NIRWANA












