Tips Hemat Menyenangkan (1)
Keberhasilan nabung seseorang dipengaruhi oleh faktor pendapatan maupun pengeluaran. Kalau dalam keadaan normal penghasilan kita ngga bersisa, cuma pas buat kebutuhan dan keinginan kita, bahkan kita malah ngerasa kurang, maka kita harus melakukan sesuatu supaya bisa surplus. Pertama kita bisa meningkatkan income kita. Kedua kita bisa mengatur pengeluaran kita.
Aku kerja di pemerintahan, jadi jam kerja cukup kaku dan gaji pun sudah segitu-gitunya. Untuk menambah penghasilan, aku jualan baju batik. Selain itu juga karena aku karena senang jualan. Tapi sampai sekarang usahaku ini belum profit wkwkwk. Jadi aku belum akan bahas tentang menaikkan income sekarang-sekarang.
Aku akan bahas mengenai mengatur pengeluaran. Buatku, mengatur pengeluaran ini sangat tricky. Karena untuk menentukan mana keinginan mana kebutuhan itu susah banget. Susahnya kenapa? Karena ada golongan barang/jasa pemenuh keinginan yang kita paksakan untuk masuk ke kebutuhan supaya kita bisa melonggarkan anggaran buat ini.
ada pepatah yang udah sejak SMA terngiang-ngiang di telingaku, isinya, “Uang kita itu selalu cukup buat memenuhi kebutuhan hidup, tapi ngga pernah cukup buat memenuhi gaya hidup”.
Apalagi setelah berkeluarga, kebutuhan makin kompleks. Kayaknya ingin beli banyak perabot dan elektronik karena memudahkan pekerjaan. Tapi ya itu, kadang aku cuma “ingin” itu dan aku “butuh-butuh”-in. Setiap mau beli, harus aku kaji dulu, alat ini akan ngefek banyak ngga, bakal aku pake sesering apa.
Suami juga sering bikin aku mikir untuk beli sesuatu berulang kali. Apalagi setelah baca buku “The Simple Guide to a Minimalist Life”. Gimana caranya kita hanya mempertahankan barang-barang yang membuat kita bahagia dalam jangka waktu lama. Bukan barang yang hanya memenuhi kesenangan sesaat dan setelah itu cuma menuh-menuhin rumah.
Aku jadi inget bukunya Marie Kondo, “The Life-Changing Magic of Tidying Up”. Buku ini bener-bener jadi panduan buat aku biar rumah rapi tu gimana. Meskipun praktiknya masih susah, kami bertekad untuk nunggu sampe 30 hari sebelum kami beli barang yang kami inginkan. Kalau hidup kami masih baik-baik aja, berarti fix itu cuma keinginan.
Mengatur keuangan ngga cuma berkaitan sama hal-hal besar yang ingin kita beli dan memakan budget lumayan besar, tapi juga sama keseharian kita tentang memilih makan apa dan pakai transportasi apa.