Selayak rumah; Sabar menjadi dinding yang menahan angin kehidupan dan ikhlas menjadi jendela yang tetap terbuka menerima.

#dc comics#batman#dc#bruce wayne#dick grayson#tim drake#batfam#batfamily#dc fanart



seen from Netherlands

seen from Malaysia
seen from Canada

seen from Australia
seen from United States
seen from China

seen from Singapore

seen from Canada
seen from China
seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Philippines
Selayak rumah; Sabar menjadi dinding yang menahan angin kehidupan dan ikhlas menjadi jendela yang tetap terbuka menerima.
k g n
AIB
Lalu setelah meraung,
kini tertegun.
Malu atas sajak-sajak pedihnya
kemarin.
Aku—yang seakan paling
merana—berbaring ramah,
meraba langit-langit kamar,
kemudian mengangkat telunjuk,
lalu menarik garis, memulai khayal
yang dulu lebih dari dua kali
dibuat.
Cinta itu seluruhnya.
Sakitnya, malunya,
tawanya, murungnya,
dan nafasnya.
Ah, sampah!
Memang pedulimu apa?
— Bandung, A.
Hiker jogging along a crater rim above the clouds, Raung, Indonesia
Tak ada manusia yang bebas dari gelombang, kadang badai datang dari orang lain, kadang dari diri sendiri. Kita mengira mampu mengemudikan segalanya, padahal hati pun sering karam tanpa suara.
Allah punya samudra rencana yang tak terbaca, menenggelamkan kita agar belajar berserah. Beruntung mereka yang menemukan pantai zikir, dan pulang pada jalan-Nya sebelum hilang arah.
Maaf adalah jembatan yang dibangun dari kerendahan hati, bukan tanda kalah, melainkan cara pulang. Menerima adalah kedewasaan yang menenangkan arus, agar dua sisi tak terus terpisah oleh gengsi.
Barangkali telinganya lelah dengan aksara~
Ulang Tahun hanyalah kehampaan yang diberi dekorasi.
Hari itu tiba, satu tanggal kembali dipoles makna. Padahal hari berjalan sebagaimana biasa, hanya manusia yang menambahkan pesta. Ucapan dibagikan seperti selebaran, kado dipertukarkan seperti kewajiban, swafoto mengabadikan singkat kebersamaan, lalu semuanya usai, tersisa jejak di notifikasi. Di titik ini, aku tak lagi mencari makna dari keramaian. Aku tahu banyak orang datang, namun sedikit yang sungguh hadir. Dewasa rupanya begini: hari istimewa pun terasa administratif. Tanggal diperingati karena kebiasaan, bukan karena hati masih ingin merayakan. Maka aku paham, ulang tahun hanyalah kehampaan yang diberi dekorasi. Satu tahun hidup habis diam-diam, dan kita tetap diajari menyebutnya anugerah.