Tiada hari yang kita jalani tanpa senyuman. Apa pun kejadian yang menarik dan menyenangkan, tepi bibir kita selalu terangkat dengan sendirinya … bahkan ketika tengah sendirian. . Sejatinya, kita harus senantiasa bersyukur karena berada di lingkungan yang warganya selalu melempar senyum tanpa keberatan di dalam hati, yang telah membuat hidup kita begitu nyaman untuk dijalani. Tiada dendam yang mengusik, dan tiada sepeser uang pun yang harus ditebus untuk memperoleh senyuman manis. . Dan apakah kita sadar? Penampakan wajah berseri-seri nan ceria kepada saudara kita merupakan bentuk sedekah yang dikeluarkan tanpa harus merogoh kocek. Sehingga orang kaya dan miskin pun mampu melakukannya tanpa harus berfikir panjang. . Dari Abu Dzar (radhiyallahu ‘anhu), dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda; "Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu“ (HR At-Tirmidzi, No. 1956 | Yufid). . Setiap insan yang kita taburkan benih-benih kebaikan melalui senyuman, mampu untuk mengubah dunia yang selama ini dianggap kelam oleh mereka yang kehilangan rasa kasih sayang. Dengan rasa yang tulus dan ikhlas, orang yang melihat kita tersenyum akan tertular untuk mengikuti meski masih terdapat luka di dalam hati. Yang perlahan-lahan luka tersebut diobati dengan ketenangan dan kebahagiaan, bahkan tersentuh dengan keindahan Islam dan mendapatkan hidayah karena senyuman. . Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang lain, mengatakan; “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim, No. 2626 | Yufid) . -- #CatatanLama (Sore, 17/04/2016 | Dengan Gubahan) https://www.instagram.com/p/B9LVBAZh_Na/?igshid=ouqk3pc6tzen




















