Catatan Liar #3
Hampir semua orang, termasuk saya, berusaha untuk membentuk identitas mereka sendiri. Sadar atau tidak sadar, kita berusaha untuk mengikuti arus atau melawan arus lebih karena untuk menunjukan identitas diri kita sendiri.
Insecurity menjadi isu kebanyakan orang. Orang yang mudah insecure ditunjukkan dengan betapa mudahnya orang tersebut tersinggung (-pandji pragiwaksono). Ketika seorang pria tersinggung karena agamanya, mungkin dia insecure dengan pengetahuannya soal agama.
Insecurity, juga menjadi salah satu bumbu dari proses pembentukan identitas. Tiap orang punya rasa tidak aman untuk hal yang berbeda. Ada yang merasa tidak aman dengan kelaki-lakiannya. Ada yang merasa tidak aman secara finansial dan lain halnya. Uniknya, untuk melawan rasa insecure tersebut tidak jarang seseorang malah melakukan yang kebalikan dari yang seharusnya dia lakukan. Laki-laki yang insecure terhadap kelaki-lakiannya cenderung bersikap agresif terhadap lawan jenis, orang yang insecure secara finansial cenderung menggunakan uangnya untuk membelanjakan hal-hal yang sebenarnya tidak dia butuhkan.
Sama uniknya ketika kita menemukan fenomena, anak yang sebenarnya menjadi korban bully di salah satu lingkungan pertemanannya cenderung berusaha untuk terlihat hebat dengan hal yang dapat dikatakan tidak layak di lingkungan pertemanan yang lain.
Insecurity berlanjut difensif dan penyangkalan kemudian akhirnya hanya akan menjadi bunglon untuk bertahan hidup dan bukan melanjutkan proses perjalanan pembentukan identitas.











