Hari ini adalah perayaan 2 tahun saya di Tumblr 🥳
Hallo. Sudah dua tahun aja lapak deha, dan belum ada perubahan. Antara buntu, miskin ide dan kata, lalu terlupa.
Bismillah lagi, lalu seperti kata orang : dengan senyum pasti lebih ringan.
@dehade

seen from United States
seen from China
seen from Singapore
seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from Germany
seen from Canada

seen from Türkiye

seen from Malaysia
seen from Uzbekistan
seen from United States

seen from United States
seen from Germany
seen from Italy
seen from Saudi Arabia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye
Hari ini adalah perayaan 2 tahun saya di Tumblr 🥳
Hallo. Sudah dua tahun aja lapak deha, dan belum ada perubahan. Antara buntu, miskin ide dan kata, lalu terlupa.
Bismillah lagi, lalu seperti kata orang : dengan senyum pasti lebih ringan.
@dehade
Cerita dulu : (1) Bangkik Batang Tarandam
Pada Deha kecil dulu mama pernah berkata, “anak mama harus sukses, biar bisa mambangkik batang tarandam.”
Deha yang ketika itu berbaring di pangkuan mama menjawab, “untuk apa mambangkik batang tarandam, kita bagun saja batang yang baru.” Di kepalanya batang (tiang) baru, lebih kokoh.
Entah kehidupan seperti apa yang disaksikan mata kecil itu dahulu. Ambisinya untuk pergi jauh dan lebih jauh sudah tumbuh sejak dini.
Itu dulu.
Nun jauh dari mamanya hari ini, Deha yang beranjak dewasa suka kebingungan sendiri. Tak jarang bimbang menyapa. Dunia luar tidak sesederhana bayangannya semasa remaja.
Anak laki-laki tak boleh cengeng, sekali layar terkambang pantang surut pulang. Itu Motto Buya Hamka yang kerap dipegangnnya sejak membaca buku Buya semasa bersekolah di Pesantren.
Akhirnya, air mata itu buncah juga, di subuh hari setelah perenungannya.
~Jum’at, 26 Ramadan 1445 H/ 5 april 2024.
04.54 CLT. Kicau burung gereja pagi ini, lukisan hati yang rindu Ibunya.
Galau nya seorang Petualang
‘Jika loe tahu bahwa Bumi Indonesia ini begitu Indah, maka nggak ada waktu lagi untuk Galau man’
~ Budi Doremi – Satu Hari yang Cerah ~
Sahabat.. Pernahkah kita kesulitan dalam mengekspresikan setiap hobby kita?? Terlalu banyak Gap/jurang pemisah yang kokoh antara minat menyalurkan hobby dengan tuntutan krusial (kerja, kuliah, sekolah dll) yang harus dipenuhi segera?? Kesulitan-kesulitan tersebut dapat menjadi momok yang amat menakutkan bagi setiap Outdoor Enthusiasm seperti kita-kita ini. Betapa tidak, semua hal tersebut terkadang menjadi prioritas yang mau tak mau harus disegerakan dan akan memberikan efek signifikan jika kita tidak berhasil memenuhinya.
Akan tetapi di sisi yang berbeda, kebutuhan kita untuk terpenuhinya hasrat petualangan pun menuntut kita untuk disegerakan pula hak nya. Layaknya seorang yang sedang sakaw akibat konsumsi yang berlebihan terhadap zat adiktif terhadap tubuh dan otak begitupun akan terjadi hal yang sama pula terhadap diri kita bila kita tidak dapat memenuhi hasrat petualangan kita.
Ditambah sharing dari sahabat-sahabat Traveler lain yang sengaja “mengolok-olok” dengan cerita, foto maupun video yang ditunjukan kepada kita, makin komplit lah kegundahan kita untuk segera melakukan aktivitas yang sama atau melakukan petualangan sendiri ke tempat-tempat yang indah yang akan kita singgahi.
Bagaimana bisa kita mengobati kegalauan hati seperti ini, berikut beberapa tips tak biasa yang mungkin Sahabat bisa lakukan (Do With Your Own Risk ya.. Hehehe) :
Bolos kerja/kuliah/sekolah untuk memenuhi hasrat petualangan kita
Resign trus bikin usaha yang sejalan dengan hobby yang kita geluti
Jadi freelancer dengan Event Organizer Tour & Travel yang membutuhkan tenaga kita
Atau ada yang lain…………………………………………………….
So masih mau Galau Sob?? Banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyalurkan ‘kesenangan’ kita itu. Tinggal dari kita nya mau atau tidak.
Semoga tercerahkan ^^