"perjalanan akan mempertemukan orang-orang yang memiliki tujuan sama"
Kurang lebih seperti itu quote dari Masgun yang pernah ku baca di buku hujan matahari. Itu tahun 2017/2018. Sudah lama sekali, tapi quote itu kuat melekat.
Dulu menangkap sampai disitu saja. Perjalanan, tujuan, da pertemuan.
Dulu refleksi dari perkataan itu sebatas romantisasi perjalanan menemukan pasangan.
Sampai disuatu fase ketika tengah menarik diri dari khalayak, ada celetukan dari orang terdekat, "kamu di rumah terus. Bagaimana ketemu jodoh!? "
Perkataan itu berlalu begitu saja, bak embun lembut diserap dedaunan. Hilang, tapi dikit mendam juga dalam dada. Tipis.
Pagi ini menjadi buah pikiran, mungkin ini bisa menjadi resolusi diri 2026, batinku.
Perjalanan adalah melakukan pergerakan. Pertemuan tidak melulu dengan orang. Banyak hal-hal di dunia ini yang memang didapat buah dari perjalanan. Hasil didapat setelah maksimal usaha. Hikmah menyelimuti dada setelah pemahaman dan penerimaan.
Menemukan diri sendiri, mengakui kekurangan, dan jujur sama realita adalah titik nol awal perjalanan. Meskipun baru memulai setelah berkali-kali salah dalam perjalanan. Usia 30an kata orang telat untuk memulai, lalu apa iya sebab kata orang kita menyerah dan kalah!?
Semoga Allah merahmati seorang senior yang pernah berkata, setiap orang memiliki zuruf masing-masing. Semua punya rintang berbeda. Mungkin luarnya damai, dalam kepala ada badai begitu ramai. Tidak ada perlombaan, kecuali dengan diri sendiri. Setiap orang memiliki garis star masing-masing, melaju pada jalur masing-masing, finish juga di ujung yang sudah menjadi ketetapan-Nya jauh sebelum alam raya tercipta. Tidak akan rezeki tertukar, sebab semua sudah ditakar.
Maka untuk bertemu hal-hal baik, kita perlu memulai dengan melakukan yang baik-baik pula. Sebab baik akan bertemu baik. Itu dasar hukum alamnya, Allah abadikan dalam firmanNya.
Meski jatuh berkali-kali, kalah, hina, dengan kembali bangun bangkit setidaknya kita sudah menang dalam pertempuran dalam diri.
Meski tiap awal tahun, yok mulai lagi yok, yok bisa yok. Tiap kesalahan bukannya malah belajar, malah lanjut part dua😂. Gapapa.
Semoga perjalanan baik, bertemu hal-hal baik. Rezeki yang baik. Takdir yang baik. Pengalaman yang baik. Tentu diri yang baik, pantas buat jodoh yang baik. Dan jangan berkecil hati, sebab yang memperbaiki diri dia adalah terbaik sebab diberi kesempatan memulai dari nol lagi.
Dengan menyebut nama-Nya, semoga perjalanan ini tidak berlalu begitu saja. Sembuhlah sembuh segala luka..
@hasanbiik renungan dini hari senin, 12 januari 2026. 04.35 waktu sini. Ditulis ulang dan aplod rabu, 4 februari 2026. Alhamdulillah












