Post K2N Syndrome
Hari ini, 4 orang dari total 17 orang sobat Tugu Selatan sama-sama ambruk. Bisa dikatakan kami sehati, atau kalau kata Oliv, penyebaran penyakit terjadi secara masif, terstruktur, dan sistematis. Haha. Sabtu kemarin, resmi sudah perjuangan kami selama kurang lebih 5 bulan berakhir. Sidang pertanggungjawaban selesai dilaksanakan hari itu. Senang, lega rasanya, tapi di samping itu semua ada kekhawatiran dan kesedihan yang muncul di hati tiap-tiap orang yang aku temui. "Yah, kita udah ga ngerjain lpj, video, revisi lagi.. Udah ga ada lagi dong alasan gue buat ketemu kalian, sedih.." *kemudian semua hening* "Ada! Jangan sedih! Selalu ada alasan buat kita supaya bisa ketemuan kok. Alasannya cukup 1 dan ga perlu yang macem-macem. Cukup bilang kangen." Lucu sih, sekarang, setiap di kampus ketemu atau berpapasan di jalan sama peserta K2N yang memang udah kenal sama aku tuh selalu heboh. Ya, kayak kawan lama, teman main waktu kecil yang udah lama ga ketemu terus ketemu lagi. Rasanya selalu menyenangkan. Aku sedih sih, satu-satunya anak perempuan dari Fisika yang jadi peserta K2N. Ekstra keras buat kenal sama orang dan menjalin hubungan pertemanan sama mereka. Meskipun aku introvert, tapi bisa dibilang aku berhasil kok haha. Barusan banget abis upload foto-foto sidang ke facebook. Terus ngenang lagi masa-masa pendaftaran, pembekalan, bintal yang seru, ngarung ciliwung, penempatan, kepulangan, pck, pengerjaan tugas, revisi, sidang. Hwaaa! Rasanya campur aduk. Serius selama perjalanan itu semua, semua rasa pernah singgah kok. Terima kasih untuk kalian semua yang aku kenal. Terima kasih karena telah jadi bagian dari orang-orang yang dikirim Tuhan untuk membuat aku belajar. Belajar tentang ketulusan, keikhlasan, pengorbanan, kerja keras, tolong menolong, disiplin, setia, menerima, mengelola marah, kesedihan, dan rasa sakit, kebahagiaan, keceriaan, kejujuran, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi, beribadah, mendekat pada Tuhan, kompak, saling percaya, tidak takut basah, kotor, dan bau, belajar memasak, membuat kue, menciptakan kulkas, memanjat, menangis, jatuh, berlari, tertawa, dan semuanya yang kalau disebutin satu-satu lama kelarnya. Haha. Alhamdulillah. Terima kasih Allah, karena aku selalu dikelilingi orang-orang yang baik. Depok, 13 Oktober 2014, 21.39 WIB Dari yang sedang dan akan selalu merindukan kalian, Ratih Rahmawati, Menteri Pendidikan Belimbing, manusia paling hi-tech dan moody-an, Desa Tugu Selatan.















