bismillah..
mungkin ini akan menjadi catatan yang cukup panjang.
kita semua ini sebenarnya pasti masih sama-sama berusaha taat kan?
taat dengan modal iman, bukan dengan logika.. yang mana itu bukan sesuatu yang mudah untuk manusia, yang Allah karuniakan akal dan sinaps-sinaps saraf yang tersambung sejak dalam kandungan.
taat bukan sesuatu yang mudah.. karenanya kita perlu ilmu. ilmu dulu, baru muncullah amal. dengan ilmu juga, semoga kita lebih berhati-hati, tidak bermudah-mudah tapi juga tidak mempersulit, lebih bisa berlapang dada dengan perbedaan-perbedaan kecil, dan.... lebih hati-hati dalam bicara atau memberikan pernyataan tentang sesuatu. terlebih lagi.. kalau kita berpeluang untuk 'dicontoh' dan 'didengar' oleh masyarakat (yang kita tidak tahu apakah mereka ini filternya sekelas apa).
ingat-ingat lagi.. yang membawa seseorang pada kebaikan, insyaAllah ikut tercatat pahalanya. bisa ditebak, yang 'menginspirasi' orang untuk melakukan keburukan, kita pun juga tak luput dari dosanya 😭 bayangkan bila apa yang kita ucapkan (yang mana menyelisihi sesuatu yang sudah jelas, dan tidak ada perbedaan pendapat dari ulama atasnya), akhirnya menjadi dasar seseorang untuk membenarkan ketidaktaatannya.. seorang, dua orang, ratusan orang.. berapa banyak catatan buruk yang mengalir untuk kita?
semoga Allah jauhkan 😭
----------------
Surabaya, Oktober 2009. lupa tanggal 7 atau 17.
masih cukup segar ingatan saat itu, bahagianya hati rasanya diizinkan berhijab.. setelah puluhan, ratusan hari mengumpulkan keberanian, sekedar untuk bilang: bolehkah aku berhijab?
dan sekarang.. tiba-tiba terhenyak dengan pernyataan:
"jilbab itu tidak wajib. yang wajib menutup aurat."
-____-
kata seseorang:
"kalau belum mampu melakukan yang benar, istighfar yang banyak. bukan mencari pembenaran untuk pilihannya, pilihan istrinya, anaknya, dst (untuk tidak berhijab dengan benar).."
yaa Rabb.. ihdinasshiraathal mustaqiim.
*Malang, menjelang waktu tidur malam.
21:25













