Hari ini, Jakarta rasa yurop.
Menjelajah Jakarta ternyata selalu terasa seru (walau panas sampe kepala cenat cenut padahal udah pake topi). Kota Tua adalah tempat yang punya banyak bangunan bersejarah dan museum-museum yang cukup terawat. Aku senang eksplorasi sisi Jakarta rasa Eropa. Aku rasa sudah banyak tempat-tempat yang dibenahi dibanding pertama kali aku ke Kota Tua. Tapi tetap saja masih perlu perbaikan disana-sini. Aku akan sangat senang jika pemkot/pemda sangat serius membenahi sistem pariwisata di Kota Tua. Aku sih berharapnya ada paket tour yang menyertakan official guide (karena setauku sampai saat ini belum ada). Bayanganku adalah seperti saat menjelajah Penang Peranakan Mansion atau Museum Ullen Sentalu tapi ini lebih intensif dan lebih scale up.
Oh ya selain berjalan disekitar Kota Tua, aku dan Mbak N menyempatkan juga ke Pelabuhan Sunda Kelapa. Ini juga Jakarta rasa yang lain. Aku senang hari ini melihat Jakarta dari sisi yang belum aku temui sebelumnya. Jakarta yang ringkih tapi masih menyisakan kejayaan masa lalunya. Jakarta yang bukan mall. Jakarta yang tidak seramah SCBD dan Thamrin. Jakarta yang dimiliki pelaut dan nelayan. Jakarta yang sumpek, bau tapi juga sumber kehidupan. Jakarta yang ramai tapi juga sepi.
Alhamdulillah untuk kaki yang mampu berjalan lebih lama dari biasanya.
Jakarta, 18 September 2021.













