Having a Maniac Game Boy.
Apakah seseorangmu adalah maniak game? Kalo iya, toss dulu lah kita.👊
Jadi, gimana perasaanmu punya laki-laki yang cinta mati sama game ngalah-ngalahin cintanya sama kamu? Hehehe.
Saya punya laki-laki yang cinta mampus sama game. No matter what. Awalnya kesel sih, tapi lama-lama jadi biasa. Ya meski biasa yang harus bisa dibiasa-biasain. #okeskip.
Saya memang kesal setiap kali dicuekin main game sama doi. Tapi sementara saja. Karena saya bisa punya kesibukan lain saat dia sibuk main game, yaitu baca e-book/menulis-nulis random di tumblr kaya gini. Terkadang kekesalan saya berasal dari sayanya sudah kangen dan pingin ngobrol tapi dianya sibuk mengejar ranking di game tersebut. Well. I tried to understand and i did. Lama-lama biasa juga. Yang begitu lebih baik daripada dia sibuk merokok, atau jalan sama cewe lain, kan? Well, let's try to see from the good side.
Buat dia, game is everything. His world. Dulu juga sering dia minta saya datang cuma minta ditemenin atau main game bareng pake stick game yang dia baru beli bareng saya juga. Dia juga suka tiduran sambil main game kemudian meminta saya untuk mengelus-ngelus anak rambutnya( yang sebenarnya malah pingin saya jitak jidatnya). Saya memang tidak gemar main game, tapi saya juga tidak membenci game. Biasa aja. Well mungkin game buat dia adalah seperti membaca buku untuk saya. Dia main game sama gilanya dengan saya yang gila baca buku.
Saya tidak melarangnya bermain game, hanya terkadang mengingatkan apa-apa yang perlu ia lakukan di luar itu. Karena kalo dia sudah main game bisa lupa daratan. Dan saya pernah merasa dibuat insecure oleh si "video game" ini. Kalo perempuan-perempuan lain insecure gara-gara perempuan yang lebih ayu, saya malah gara-gara video game. Semacam "apalah aku" dan cemburu kecil yang pasti timbul dari perempuan-perempuan yang punya laki-laki gamer "sejati".
Tapi, kalo sedang waras, saya bisa mikir bahwa itu adalah cara dia melepas penat dan stress(yang padahal dengan main game otak kita jadi makin bekerja keras ya 😔) cara dia menyenangkan diri sendiri, cara dia lari dari saya #loh? Hehehe.
Yah, pada intinya saya tidak membenci dia bermain video game. Ibaratnya, saya biarkan saja dulu dia main-main, asal nanti tidak lupa tempat pulang. Dia juga tau kalo saya selalu sedia untuk dia. Dia suka pamit lewat chat "aku main game dulu ya. Hehe" jadi saya bisa tau dan ga nyari-nyari dia ga jelas. Bukan, bukan posesif. Bukan lebay juga. Itu namanya sama-sama menghargai. Dengan pamit begitu, dia menghargai saya, dan saya tidak akan mengganggu waktunya bermain. Biasanya kalo sudah selesai dan ia mulai lapar, barulah ia menghubungi saya untuk makan bareng atau jalan.
Yaudah ya. Jadi kurang-kurangin keselnya sama pasanganmu yang gamer abis. Dan buat gamer, jangan lupa menghargai pasangan kamu juga. Because when you're in relationship, you're handling two hearts instead of one. :)
Well, adakah di sini yang punya cerita tentang gamer? Yang jadian karena game? Atau malah pisah karena game?