Surat dari Dokter Muda
Yogyakarta, 21 November 2016.
Kepada pasien- pasienku esok hari. “Selamat pagi, Bagaimana keadaanya hari ini?”, mungkin ini pertanyaan yang sering saya tanyakan setiap pagi saat memulai follow up ke anda :)
Mohon maaf apabila selama saya menanyakan keluhan yang anda rasakan terkadang saya beberapa kali menguap, mungkin karena belum tidur atau tidur hanya beberapa jam. Seperti malam ini kebetulan, ada beberapa materi yang harus saya baca dan pahami berhubungan tentang sakit yang anda rasakan atau sedang menyelesaikan tugas dan ujian ditengah- tengah kesibukan. Apabila kami terlihat pucat dan kelelahan maafkan, mungkin kami belum sempat sarapan karena mengejar waktu follow up pagi karena takut terlambat. . . “Bagaimana tidurnya tadi malam? Nyenyak tidak?”
Mohon maaf apabila selama saya menanyakan keadaan anda, ada bahasa yang salah bahkan beberapa kali pertanyaan diulang karena kurang fokus, mungkin karena saya juga sedang tidak enak badan karena terlalu lelah beberapa minggu ini. Atau ada beberapa masalah yang sedang kami hadapi selama proses profesi ini. Yang tentu saja kami kesampingkan masalah tersebut karena kami mengutamakan anda saat ini. . . “Saya izin periksa dulu nggih. Semoga sekarang keadaanya lebih baik dari kemarin”
Mohon maaf apabila saya memeriksa terkadang tidak mengenakan, sedikit lama. Karena kami ingin memastikan bahwa anda benar- benar baik keadaanya, untuk kami laporkan dan konsulkan ke dokter yang merawat anda. Apabila kami masih tidak cepat pemeriksaanya maafkan, kami sedang dalam proses belajar agar dapat menjadi dokter yang bermanfaat, seperti dokter yang anda datangi saat sakit kemarin. Dan Apabila kami tergesa- gesa dalam pemeriksaan juga tolong dimaafkan, mungkin kami memiliki pasien yang banyak namun waktu yang tersedia sedikit. Sehingga sebelum dokter spesialis datang dan mulai memvisite anda, guna melihat perkembangan pasien- pasien beliau. Jadi kami harus menyelesaikan pemeriksaan ke banyak pasien seperti pagi ini. . . “Ada lagi keluhan yang Ibu/ Bapak rasakan?”
Mohon maaf apabila saya terlalu banyak mengajukan pertanyaan ketika anda merasakan kesakitan. Bukan kami ingin menambah beban ataupun mengganggu jam istirahat anda, namun itu suatu keharusan untuk kami mengetahui segala yang anda rasakan, perkembangan anda dari hari ke hari selama masa perawatan dan keluhan- keluhan yang mengganggu kesehatan semua itu demi kesembuhan. . . “Pemeriksaan sudah selesai nggih. Semoga cepat sembuh, ibuk/ bapak nanti akan kami pantau terus perkembanganya. Terimakasih”
Doa tulus dari saya yang memeriksa anda. Mengharapkan pasien kami diberikan kesembuhan dan kekuatan.
Terimakasih banyak atas waktu yang telah anda berikan demi kami. Mohon doakan kami yang sedang berjuang saat ini. Senyuman dan ucapan terima kasih dari anda sudah membuat perasaan kami bahagia dan doa- doa tulus dari anda dan keluarga yang terkadang kami dapatkan bisa membuat kami lebih bersemangat untuk terus belajar demi sebuah “kesembuhan”.
Tertanda, (calon) Dokter anda di masa depan.









