setiap kali aku mendengar lagu ini, aku selalu jadi nostalgia zaman dulu, waktu aku masih ikut MLM di unicore tahun 2007 – 2009. aku membaya
seen from Italy
seen from Thailand

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from China

seen from United States
seen from Moldova

seen from China

seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from Moldova
seen from China
seen from China
seen from Kazakhstan
seen from United States

seen from Algeria
seen from Türkiye
setiap kali aku mendengar lagu ini, aku selalu jadi nostalgia zaman dulu, waktu aku masih ikut MLM di unicore tahun 2007 – 2009. aku membaya
♪: Enta Eih- Nancy Ajram
Calves are easily bound and slaughtered, never knowing the reason why. But whoever treasures freedom, like the swallow has learned to fly...
Donna-Donna
Andien, Indahnya Dunia
pertama denger lagu Andien ini, saya masih belum terlalu suka, tapi ketika saya putar ulang dan berulang lagi, baru saya mengerti lirik yang disampaikan lagu ini, Dan Andien menuliskan caption yang manis di postingan instagram miliknya, tulisannya begini;
Pernahkah kamu bertanya, semua ini sampai kapan? mengapa harus sekarang? dan berandai-andai, “seandainya kemaren nggak usah jatuh cinta mungkin sekarang nggak akan ngerasain patah hati” atau “is he worth to wait and fight for? atau “kenapa harus ada dia” atau “ gimana kalau nanti ketemu lagi” dan pertanyaan-pertanyaan yang kadang bikin kamu sulit tidur.
Pernahkah kamu berada pada tahap berpasrah kepada Tuhan dimana begitu meminta ‘jika memang dia yang terbaik tolong dekatkan dan jika memang dia bukan yang terbaik tolong jauhkan’ atau kamu berpikir bahwa Tuhan sedang memintamu untuk menunggu, maybe it just bad timing, atau kamu berpikir Tuhan sedang memberimu ujian tentang bagaimana kamu berjuang.
Lalu kamu berada pada tahap menerima dimana pada akhirnya kamu tidak bisa memaksakan seseorang, dimana kamu tidak bisa memaksakan Tuhan. Dan berpikir bahwa mungkin kamu bukan yang terbaik untuk dia, sebaliknya mungkin ada suatu waktu dimana pikiranmu telah terbuka bahwa pada akhirnya bukan dia yang terbaik atau Tuhan menyayangimu lebih dari kamu menyayanginya dan beraneka pikiran positif lainnya yang membuat menerima dan bersyukur.